It'S My Dream (Aksara Dan Nada)

It'S My Dream (Aksara Dan Nada)
When You Tell Me That You Love Me


__ADS_3

"Will you marry me?" tepat saat pertanyaan itu terucap, dia berlutut di hadapan Nada sambil membuka kotak cincin dan mengulurkan ke arahnya.


Jantung Nada seolah akan berhenti. Ini nyatakah? Atau hanya mimpi? Nada terkesiap, lalu terpaku dan terpesona.


"Aksa..."


Masih dengan senyum manisnya Aksa menanti jawaban dari Nada.


"Aksa kamu..."


"Answer my question first before asking anything else." (Jawab pertanyaanku dulu sebelum bertanya hal lain).


"Yes, i will..." (Ya, aku mau...)


Senyum Aksa semakin mengembang, dia pakaikan cincin itu di jari manis Nada. Sangat pas dan cocok seperti hatinya yang sudah sangat klop dengan Nada.


Mereka kini berdiri berhadapan. Mengungkapkan semua perasaan hanya dari tatapan mata. Sedetik kemudian mereka saling berpelukan dengan erat.


Nada merasakan kehangatan dan kenyamanan pelukan Aksa yang sangat nyata. Dia seolah enggan melepas pelukan jika saja dia tidak ingat dia berada dimana saat ini.


"Aksa ini live show." Nada sedikit mengendorkan pelukannya meski tangan Aksa masih melingkar di pinggangnya.


"Iya, aku tahu. Biar semua orang tahu, kalau Aksara cinta Nada. Dan Nada hanyalah milik Aksara. Aksara dan Nada akan bersama membentuk lagu cinta di sepanjang hidup kita."


Nada tersenyum. Kata manis yang cenderung gombal itu sudah lama tidak dia dengar. Kini dia mendengarnya lagi dan rasanya masih seperti mimpi.


Aksa melepas pelukannya lalu mengajak Nada duduk di depan piano.


"When you tell me that you love me.." Aksa mulai memainkan intro dari lagu itu. Lalu tangan Nada mulai mengikuti gerakan Aksa. Sambil sesekali bertatapan penuh cinta mereka mulai bernyanyi. Lagu yang pernah mereka nyanyikan sebelumnya dan seterusnya lagu itu akan menjadi lagu favorit dalam kisah cinta mereka.


I wanna call the stars down from the sky


I wanna live a day that never dies


I wanna change the world only for you


All the impossible I wanna do


I wanna hold you close under the rain


I wanna kiss your smile and feel the pain


I know what's beautiful looking at you


In a world of lies you are the truth


And baby, everytime you touch me


I become a hero


I'll make you safe, no matter where you are


And bring you everything you ask for


Nothing is above me

__ADS_1


I'm shining like a candle in the dark


When you tell me that you love me


Kamera terus menyorot pertunjukkan mereka. Mungkin setelah ini nama Aksara dan Nada akan menjadi trending topik dan menaikkan rating televisi yang menyiarkannya.


I wanna make you see just what I was


Show you the loneliness and what it does


You walked into my life to stop my tears


Everything's easy now I have you here


And baby, everytime you touch me


I become a hero


I'll make you safe, no matter where you are


And bring you, everything you ask for


Nothing is above me


I'm shining like a candle in the dark


When you tell me that you love me


Tepuk tangan meriah mengakhiri pertunjukkan mereka. Kini MC dari acara itu naik ke atas panggung dan melayangkan beberapa pertanyaan untuk dua superstar ini.


Kini nama mereka sama-sama bersinar di dunia musik. Impian itu telah menjadi nyata.


Tangan mereka masih terus saling menggenggam setelah keluar dari ruang show.


"Kamu pulangnya gimana?" tanya Aksa, dia memang tidak membawa kendaraan ke tempat itu.


"Aku bawa mobil."


"Bawa mobil sendiri?"


Nada menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah, aku aja yang jadi sopir."


"Emang kamu bisa?" Bukan merendahkan Aksa tapi Nada belum pernah melihat Aksa mengemudikan mobil.


"Trust me." (Percaya padaku.)


"Oke, percaya." Mereka berjalan menuju tempat parkir.


Setelah itu mereka naik dan mobil Nada mulai melaju meninggalkan tempat parkir.


Nada terus menatap Aksa yang sedang mengemudi. Perfect. Satu kata itu yang cocok untuk Aksa saat ini.


"Kenapa lihat aku kayak gitu?"

__ADS_1


Nada tersenyum dan sedikit menyandarkan kepalanya di pundak Aksa. "Kamu kenapa gak bilang sih kalau udah pulang?"


Pandangan Aksa masih tetap fokus pada jalanan malam itu. Dia tersenyum sambil menjawab pertanyaan Nada. "Ada seseorang yang sangat rindu sama aku. Jadi aku mau buat kejutan sama dia."


"Emang kamu tahu, kalau aku kangen sama kamu."


"Tahu. Empat hari yang lalu kamu nyanyi di cafe kan. Aku merindu, kuyakin kau tahu. Tanpa batas waktu..."


Aksa menghentikan nyanyiannya saat mendapat satu cubitan di pinggangnya.


"Darimana kamu tahu?" Nada kini menegakkan duduknya menatap Aksa yang terus tertawa tanpa dosa.


"Aku punya video rekamannya dikasih Adit."


"Kan aku udah nyuruh mereka buat gak bilang sama kamu." Nada sedikit memanyunkan bibirnya. Rasanya dia malu ketika Aksa tahu jika dia benar-benar merindukannya sampai seperti itu.


"Ini semua rencana Pak Alvin. Dia yang nyuruh Adit rekam kamu. Memang kebetulan waktu itu jadwal aku untuk pulang. Semua kompetisi dan agenda pertemuan di luar negeri sudah selesai. Jadi aku langsung ke cafe dan Pak Alvin kasih undangan show kamu, dia juga yang meyakinkan aku untuk langsung melamar kamu karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Aku langsung saja hubungi crew acara itu. Aksara Danendra, mereka langsung mengenal aku dan dengan senang hati mengiyakan rencana aku tadi."


Nada hanya mencibir. "Sombong sekarang."


Aksa semakin terkekeh. Wajah cantik tapi usil itu sekarang sudah menjadi miliknya. "Makasih ya Na. Ini semua karena kamu."


"Bukan. Ini karena usaha kamu sendiri."


"No, kalau bukan kamu yang bantu aku waktu itu, mungkin aku masih kerja di cafe sampai sekarang dan tidak bisa memperbaiki hidup."


Aksa menghentikan mobil itu di depan gerbang lalu dia turun dan membuka pintu gerbang dengan lebar. Setelah itu, dia kembali masuk dan melajukan mobil itu ke halaman rumah Nada.


"Yah, kok udah sampai sih."


"Kenapa masih kangen?" tanya Aksa sambil mematikan mesin mobil.


Nada menganggukkan kepalanya.


"Besok aja ya. Sekarang sudah malam. Besok kamu ada di rumah kan? Papa kamu juga?"


"Besok hari Minggu, gak kemana-mana. Kalau kamu mau ajak keluar, aku siap."


Aksa mencubit hidung Nada saking gemasnya. "Aku gak ngajak kamu keluar. Ge-Er."


"Ih, Aksa. Jahil banget sih."


Aksa tersenyum sambil menatap lekat Nada. "Udah lama gak lakuin ini."


"Apa?"


Dengan gerak cepat Aksa menahan tengkuk leher Nada, dia mendekatkan dirinya. Menyentuh bibir itu yang sudah lama tidak dia rasakan.


Sangat mendebarkan dan bagai tersengat listrik di sekujur tubuh saat bibir mereka saling memagut dan mempertemukan indera pengecap mereka. Saling melilit dan bertukar saliva.


Dok! Dok! Dok!


Ketukan di kaca mobil membuyarkan adegan 18 plus itu..


.

__ADS_1


.


🤭🤭🤭


__ADS_2