It'S My Dream (Aksara Dan Nada)

It'S My Dream (Aksara Dan Nada)
Harus Bagaimana?


__ADS_3

Nada meremas tangannya sendiri. Api emosinya kini semakin membara. Dia berjalan dengan cepat naik ke atas panggung dan berdiri di depan Aksara. "Lo mau apa sih?" tanya Nada dengan kesal.


"Gue mau lo nyumbang lagu di acara amal ini."


"Kalau lo mau, gak usah nyuruh orang."


"Bilang aja kalau lo masih amatiran."


Emosinya kini sudah meledak. Seketika dia duduk di depan keyboard piano yang sudah berada di tengah panggung.


Aksara tersenyum miring lalu memasang mic di dekat keyboard untuk Nada bernyanyi.


Nada mulai memainkan balok hitam putih itu. Memainkan intro you raise me up dari Westlife.


"Jangan itu terlalu mellow."


Lalu ganti lagu my love nya weslife juga.


"Lo pikir ini lagi di cafe. Lihat dong yang mau lo hibur itu siapa."


Astaga Aksa. Pengen gue tabok itu mulut!!


Nada semakin geram, dia kini justru memainkan lagu Indonesia Raya.


"Eh, lo pikir mau upacara. Lo bisa gak sih? Gue tahu, lagu yang lo bisa itu cuma itu-itu aja." Aksara semakin menjadi menghina Nada.


Nada berusaha untuk sabar. Ini di muka umum, seandainya saja saat itu tidak ada mahasiswa yang sedang menonton, sudah Nada tendang Aksara sampai dia jatuh dari panggung.


"Oke, lo mau lagu apa?"


"Lagu jawa."


"Ilir-ilir atau Gambang Suling?"


"Itu sih lagu daerah. Kayak lagu sobat ambyar gitu. Pasti mereka semua bakal nonton ke sini." Aksara ingin dengan sengaja membuat Nada malu. Dia yakin sendiri kalau Nada pasti tidak bisa memainkan lagu seperti itu.


"Oke, tapi bukan dari sobat ambyar ya. Ini lagu dari Nella."


Nada menghela napas panjang. Bagi dia yang sudah pro, sudah ratusan lagu yang dia pelajari. Tidak hanya lagu-lagu western tapi lagu berlirik jawa itu juga banyak yang dia bisa.


Tresnoku mung dinggo sliramu


Sing tak sayang ning atiku


Sak tenane aku wes cinta mati


Nanging kowe ra tau ngerti


Gede roso sayangku iki


Mendengar suara dan lantunan piano yang dimainkan Nada seketika Aksara menatap Nada. Dia tidak percaya, Nada bisa memainkan lagu itu dan suaranya yang khas, benar-benar telah menyentuh hati Aksara.


Tresnoku mung dinggo sliramu


Sing tak sayang ning atiku

__ADS_1


Sak tenane aku wes cinta mati


Nanging kowe ra tau ngerti


Gede roso sayangku iki


Aku kudu piye ngentoke awakmu


Aku kudu piye ben dadi bojomu


Gusti kulo nyuwun pangestu


Cintaku dari hati dan tak akan terganti


Walau berjuta rintangan kan tetap ku hadapi


Mendengar suara merdu Nada, seketika lapangan di penuhi oleh penonton. Benar-benar pertunjukkan dadakan yang spektakuler.


Aksara tak henti-hentinya menatap Nada. Dia tahu saat itu Nada menyanyikan lagu itu dari dalam hatinya.


Kini penonton sudah berteriak bahkan beberapa mahasiswa sudah mengikuti Nada bernyanyi.


Ada yang merekam, ada yang life story. Sudah pasti penampilan Nada akan menjadi trending topik.


Tresnoku mung dinggo sliramu


Sing tak sayang ning atiku


Sak tenane aku wes cinta mati


Nanging kowe ra tau ngerti


Gede roso sayangku iki


Nganti rambut memutih sayangku takkan mati


Tak jogo sak lawase roso tresno kang suci


Aku mung biso nyawang nanging ra biso nduweni


Jika ada kesempatan tak akan ku siakan


Tuk beranikan diri mencoba mengungkapkan


Cinta yang telah lama ku pendam dan ku harapkan


Semoga menjadi pasangan hidupku di masa depan


Aku kudu piye ngentoke awakmu


Aku kudu piye ben dadi bojomu


Gusti kulo nyuwun pangestu


Cintaku dari hati dan tak akan terganti

__ADS_1


Walau berjuta rintangan kan tetap ku hadapi


Tresnoku mung dinggo sliramu


Sing tak sayang ning atiku


Sak tenane aku wes cinta mati


Nanging kowe ra tau ngerti


Gede roso sayangku iki


(Lagu by Nella Kharisma - Aku Kudu Piye) yang mau tahu lagunya cari di youtube ya.


Ada setetes air mata yang berhasil lolos di pipi mulus Nada.


Ingin Aksara menghapus air mata itu tapi dengan kasar Nada menepis tangannya. Dia berdiri dan dengan cepat turun dari panggung.


Kini Aksara merasa bersalah. Dia harus mengejar Nada untuk memastikan kalau dia baik-baik saja.


Aksara gagal mengejar langkah cepat Nada. Apa gue udah keterlaluan sama Nada. Rasa menyesal terbesit di hatinya, sesaat. Hah, tapi kan dia ngeselin. Udahlah biarin aja, paling dia nangisin Pak Reno, bukan gara-gara gue.


Nada terus berlari, hingga tanpa sengaja dia menabrak seseorang di lorong kampus yang sepi.


"Nada..."


Suara itu, dia kenal. Nada mendongakkan kepalanya. "Pak Reno..."


"Nada, kamu.." Tangan Reno terulur untuk menghapus air mata Nada. "Jadi benar ini kamu..."


"Pak Reno kenal saya?"


"Karena Mira aku jadi sadar kalau itu kamu."


Bu Mira... Nada sudah tidak sanggup lagi jika harus berhadapan dengan ini semua. Daripada dia semakin terlihat cengeng, lebih baik dia membalikkan badannya dan pergi dari Reno.


"Nada tunggu!!"


Nada menghentikan langkahnya.


"Kita bicarakan ini semua? Aku tunggu di Cafe Ria, nanti malam jam 7. Aku harap kamu datang ya..."


Nada tak juga menjawab.


"Oke, aku akan tetap tunggu kamu di sana." Setelah itu Reno berlalu.


Nada kini berjalan ke depan kelas untuk mencari tempat duduk. Apa yang mau dibicarakan Reno? Tentang kejelasan hubungan yang hanya dia sendiri yang beranggapan serius.


Ditambah lagi, Tunggu dulu, Cafe Ria kan tempat Aksa kerja. Nada menghentak-hentakkan kakinya kesal. Mengapa hidup gue jadi kacau gini.


Nada ingin menangis sekencang-kencangnya saat itu juga.


"Idih, nangis kayak anak kecil." kata seseorang yang kini telah duduk di sampingnya itu.


"Ngapain sih lo!! Ganggu hidup gue terus!! Belum puas lo barusan." Nada semakin menangis sambil tangannya terus memukul dada bidang Aksara. "Gue benci sama lo. Gue benci!!" Nada terus saja memukul dada Aksara. Perasaannya memang tidak baik-baik saja ditambah dengan tingkah Aksara yang terus mengganggunya, tingkat emosional naik menjadi level 10.

__ADS_1


"Sstt, gak gini cara ngilangin sakit hati." Dengan gerak cepat Aksara merengkuh bahu Nada yang bergetar.


Begitulah Aksara yang mencari kesempatan dalam kesempitan...


__ADS_2