Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Pertemuan Kedua


__ADS_3

Aku melamun menatap ke arah luar jendela dan kenangan itu masih terngiang di ingatan ku.


Tak terasa perjalanan kami sudah dekat area kompleks perumahan papa. Sejak saat turun dari mobil sampai di dalam rumah aku masih bingung dengan maksud chat dari Gio. Dia terus mengirimi ku pesan singkat WA.


"P"


"Rumi"


"Rumi"


"Kenapa kamu nggak bales chat ku"


Pesan singkat beruntun yg Gio kirimkan. Aku masih diambang kebingungan. Rasa tak enak hati pun menghampiri. Akhirnya aku hanya membalas singkat pesan nya,


"Maaf Gi, aku udah sampai. Aku mau istirahat dulu ya. Aku capek. Maaf". balas ku singkat


Gio hanya membaca balasan ku. Mungkin dia mengerti kalau aku ingin istirahat. Mama pun juga menyuruh ku istirahat dan malam nya akan mengajak ku ke sebuah resto milik mama.


Aku tak heran bila orang tua kandung ku memiliki banyak aset properti dan lainnya. Mungkin itu alasan seseorang dulu menculikku dan membawa ku jauh dari jangkauan mereka, karna orang tua kandung ku adalah orang yg berpengaruh pada perekonomian kota D.


"Rumi sayang, kamu makan dulu nak, lalu istirahat." ucap papa


"Makasih pa, tapi Rumi tadi sudah makan siang diresort. Kalo gitu Rumi istirahat aja ya pa." jawab ku


"Iya sayang, papa berangkat kerja dulu ya, nanti kita ketemu di acara mama oke sayang." ajak papa ku sambil mengelus puncak kepala ku.


Aku mengangguk saja dan berlalu ke kamar ku. Aku merasa bahagia sudah bertemu orang tua kandung ku.


"Apa kau melihat nya mas? Nak, ibu sudah bertemu dengan nenek mu sayang." gumam ku bertanya sendiri dan mengingat suami dan anak ku. Aku bergegas menyegarkan tubuh ku karna di kota ini hawa nya sangat panas bagi ku yang tumbuh besar di desa B. Aku mengganti pakaian ku dan merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur.


Malam pun datang. Mama mengetuk pintu kamar ku dan masuk karna tak ada jawaban dari ku.


"Rumi, ayo bangun sayang." kata mama


"Iya ma." jawabku singkat yg masih mengerjapkan mata ku

__ADS_1


"Mandilah. Lalu ganti pakaian mu ya. Mama tunggu di bawah ya sayang."


"Iya mama. Makasih." jawab ku


Aku berlalu mandi dan mengganti pakaian yg di berikan mama. Dress cream bunga-bunga di bawah lutut berlengan pendek dan ditambah sebuah blazzer polos mutiara berwarna putih. Itu pilihan mama tapi mama tau aku tak terbiasa dengan pakaian yg terlalu berbuka.


Kami berangkat dan di antar oleh supir mama. Dan sampai di resto baru mama sekitar 20 menitan. Kami turun dan disambut para pekerja mama, dan acara pun akan segera di mulai.


"Jeng" Sapa teman mama


"Hai jeng udah lama ya sampe nya?" tanya mama balik


"Lumayan lah buat nyambut nyonya Latif. Ini dia jeng?" ucap teman mama yang memegang pundak ku.


"Iya ini anak kandung ku yg aku selalu ceritakan ke kamu. Dia Arumi, anak ku yg manis, nak salami tante ini sayang." kata mama memperkenalkan ku


Aku langsung menyalami tante itu dan tante menyium lembut kening ku. Seolah-olah sangat merindukan ku.


"Arumi tante, seneng ketemu sama tante." kata ku


"Baik tan- eh bunda cantik." jawabku


Kami tertawa bersama beberapa menit sebelum bunda Wilna memanggil suami dan anak nya untuk bertemu kami, mereka beriringan dan terlihat juga papa disana.


"Rumi kenalin ini Ayah Detha dan anak bunda yg tampan Zayn." kata bunda


"Selamat malam ayah Detha. Selamat malam Zayn..."


"Rumi"..


Kami menyebut nama berlawanan secara bersamaan.


"Kamu disini Rumi?" tanya Zayn heran


Aku hanya mengangguk dan kemudian bunda memperkenal kan ku pada ayah Detha dan Zayn.

__ADS_1


"Ayah, Zayn ini Arumi anak nya mama dan papa Latif yg pernah bunda ceritain minggu lalu. Inilah anak kandung mama dan papa Latif yg di culik itu." kata bunda dengan senyum dan memelukku.


"Selamat kembali nak. Kami sangat senang kamu disini." ucap ayah Detha


Zayn hanya melihat ku sekilas antara yakin dan tidak bahwa aku ini anak kandung mereka.


"Zayn kamu kenapa lihat Rumi gitu?" tanya mama ku


"Bukan kok ma. Hanya belum yakin aja." jawabnya ceplos karna dia tau aku ini seorang pramusaji di Resort B.


"Sayang, ini liontin satu-satunya perusahaan Latif dan mereka juga sudah melakukan test DNA zayn." ucap bunda


"Jadi positif?" tanya Zayn


"Iya nak." jawab mama dan papa serempak


Zayn lalu menarik pergelangan tangan ku dan mengajak ku ke balkon resto. Aku hanya mengikuti dan tak bisa melawan cengkraman Zayn.


"Kamu Rumi yg di resort kan?" tanya Zayn


"Iya tuan, saya yg di resort itu."


"Hei jangan terlalu formal ini bukan ditempat mu kerja." jawab zayn


"Kenapa kamu menarik ku kesini Zayn? Apa aku berbuat salah?" tanya ku polos


Zayn hanya tertawa dan mengacak-acak rambutku.


"Hei jangan berantakin rambut ku kaya gini."


"Kenapa? Malu? tenang saja kamu tetap manis kok." jawab zayn sekejap memegang dagu ku dan berlalu meninggalkan ku sendiri.


"Aneh." gumam ku


Aku kembali ke orang tua ku saat acara akan di mulai. Aku lihat Zayn tersenyum kepada ku dan aku membalas nya.

__ADS_1


"Siaalll kenapa senyumnya terus mengganggu ku? gumam Zayn dalam hati dan memalingkan pandangan nya di arah panggung.


__ADS_2