
" Oke aku Zayn Akbar bersumpah tidak akan menyentuh tubuh seorang janda untuk yg kedua kali nya. Apa kamu PUAS?!!!" Kata zayn dengan penuh kesombongan diri dan melepaskan jambakkan nya pada rambut ku.
"Tuhan, mohon beri aku jalan untuk lepas dari ikatan iblis ini" gumam ku dalam hati
¤¤¤¤
Setiap pagi selama hampir 11 bulan ini aku selalu melakukan ritual di dapur bersama bi wati, membuat teh, kopi dan menyiapkan sarapan di atas meja. Sarapan bersama dan tentunya juga aku selalu menyaipkan sarapan dan kopi hitam tanpa gula kesukaan nya. Aku ingat dulu dia sangat menolak, tapi setiap hari ku lakukan itu untuk nya dan kedua orang tua nya tanpa ada maksud apapun.
Sikap Zayn perlahan mulai meruntuhkan dinding keburukannya, Zayn sudah mulai tersenyum kepada ku, menyapa ku, bahkan tak segan jail kepada ku walau dia sesekali ingat akan kebencian nya kepada ku dan membuat sikap nya berubah dingin kembali.
Kring..... Kring..... Kring.....
HP ku berbunyi dan ku lihat dilayar nya ini telpon dari papa, aku langsung menerima panggilan nya.
"Iya pa ada apa?" tanya ku dahulu
"Sayang, papa dan mama akan keluar negeri menghadiri pesta pernikahan anak temen papa. Apa kamu mau ikut?" tanya papa balik dari seberang
"Maaf pa, resto dan caffe mama sedang sangat rame di minggu ini. Belum lagi resort kita di daerah T udah di booking karna ada wedding spesial. Rumi nggak bisa ikut pa. Maaf, ini juga waktu nya papa dan mama menikmati masa tua kan?" goda ku pada papa
__ADS_1
"Padahal papa ingin kita bertiga berlibur bersama." jawab papa lirih
"Pa, lain kali kita bisa wujudin itu kok. Sekarang waktu nya papa dan mama. Oke."
"Tapi kamu janji ya, harus baik-baik selama kita diluar negeri. kita akan berangkat lusa, karna mama ingin liburan beberapa hari di kota itu." tutur papa
"Iya pa, nggak apa-apa kok. Rumi janji bakal baik disini. Lusa Rumi yg anter kalian ke bandara ya. Oke." pinta ku
"Baik buk Direktur. Papa tutup dulu ya sayang."
"Iya pa." jawab ku dan papa mengakhir panggilan nya.
Anantha masuk dan memberikan sebuah undangan ulang tahun dari Esson dan acara Grand Opening hotel baru nya, tiga hari lagi.
¤¤¤¤
Hari ini keberangkatan mama dan papa. Aku pergi dan pamit pagi sekali tanpa membantu bi wati untuk menyiapkan makan, bahkan aku pun belum sarapan. Bergegas ke mobil ku dan melajukan nya ke rumah papa.
Pesawat sudah pergi meninggalkan landasan nya membawa sepasang orang tua yg aku cintai.
__ADS_1
¤¤¤¤
Hari ini adalah hari ulang tahun Esson dan pesta nya akan diadakan jam 8 malam nanti.
Aku meminta Gio menemani ku membeli sebuah hadiah untuk Esson di salah satu Mall mewah dan terkenal di Bali akan kualitas produk nya.
Aku memilih sebuah Alroji pria berwarna silver sedikit goldrose. Memang dari harga nya tak mahal dan juga tak bermerek terkenal. Dan aku yakin Esson tak akan memilih-milih barang pemberian orang lain.
Aku dan Gio juga pergi ke salon karna menurut Gio aku sudah lama sekali tak memanjakan diriku semenjak aku tinggal kembali di rumah Zayn. Selepas itu kami ke butik mama untuj mengambil gaun pesta selutut, simple nan glamour berwarna biru dongker kesukaan ku untuk aku kenakan di perayaan ulang tahin Esson.
Jam sudah amenunjukkan jarum nya di angkan 7. 25 menit, aku bergegas ke lokasi itu setelah mempersiapkan diri, menyesuaikan gaun dengan riasan wajah dan polesan lipmatte yg tipis.
Aku mendapat tempat parkir dekat denga. pintu masuk utama hotel. Berjalan diatas red karpet dan membuat semua mata menuju ke arah ku. Aku langsung menuju ke gedung acara.
Aku terhenti sejenak mencari keberadaan Esson, dan ku sapa dia setelah aku melihat nya bersama beberapa orang.
"Esson"
Esson membalikkan tubuh nya dan aku berjalan menuju Esson. Ada sebuah pemandangan yg membuatku terkejut.
__ADS_1