Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Kabur bertemu Rey


__ADS_3

" Hey berhenti!" ucap salah seorang penjaga


Aku berlari dengan kencang, berusaha mencari bantuan. Tapi sayang aku memilih tempat yg salah karna daerah itu tidak padat penduduk.


Sudah jauh aku berlari, mereka masih tetap mengejar ku juga.


" Alangkah bodoh mereka yg ikut mengejar ku dengan berlari." gumam ku tapi aku sangat bersyukur aku bisa terbebas dari gudang itu.


Aku berlari kencang tanpa melihat kearah depan sehingga aku tak melihat sebuah mobil menuju ke arah ku.


Ccciiiiiiiiikttttttttt


Suara rem mendadak mobil itu yg hampir saja menabrak ku. Aku menghampiri pintu kemudi untuk meminta tumpangan. Tapi aku salah, aku malah bertemu dengan bos para penculik itu. Dia menarikku masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil nya.


Aku meronta-ronta ingin melepaskan diri tapi tak berguna, aku mencari-cari celah untuk mengambil hape ku menelpon seseorang yaitu Zayn, aku harap Zayn mengangkat telpon ku dan mendengar semua teriakan ku meminta tolong, tapi bos penculik itu kembali membawa ku ke gudang itu dengan penjagaan yg lebih ketat lagi.


Sudah 3 hari aku di kurung di gudang itu, berita penculikkan ku juga sudah tersebar di berbagai media dengan pemberian hadiah bagi siapa yg bisa menemukan ku. Sudah tentu Gio, Rey dan Esson mendengar berita itu. Tak lain juga mama dan papa ku pasti sangat menghawatirkan ku. Ayah dan bunda juga berusaha sangat keras merayu Emily untuk memberikan informasi dimana dia mengurung ku, tapi hasil nya tanpa jawaban. Aku mendengar semua itu dari percakapan Emily dengan bos penculik itu.


Aku juga kembali mencoba untuk melarikan diri lagi, kali ini memang banyak kesulitan yg aku lalui walau aku berhasil juga melarikan diri. Aku berlari menuju pantai, karna aku yakin pasti akan bertemu beberapa orang disana. Aku berlari meminta bantuan seorang nelayan untuk meminjamkam telepon genggam nya untuk menghubungi salah satu dari mereka di sana.


Aku menekan asal nomor yg berada di luar kepala ku karna aku sangat tergesa-gesa dan takut akan di bawa kembali oleh para penculik itu.


" Hallo ini siapa?" tanya pria yg menjawab panggilan ku


" Rey tolong bantu aku Rey. Tolong!" pinta ku dengan nafas yg terengah-engah


" Kamu dimana Mi? Aku akan kesana. Kasi tau aku kamu dimana sekarang."


" Aku di kota N. Tepat nya lagi di desa M. Tolong cepet Rey, aku takut. Tolong." Pinta ku dan dengan cepat mematikan panggilan itu


Aku bertanya pada nelayan itu, dimana aku bisa menemukan tempat keramaian? Pak nelayan bertanya apa yg terjadi pada ku dan aku menceritakan semua kejadian yg aku alami dengan wajah takut dan nafas yg belum teratur. Beliau membantu ku menuju tempat keramaian pasar dan memberi ku tumpangan. Aku meminjam lagi telepon genggam pak nelayan itu dan mengirim pesan singkat pada Rey.


2 jam aku menunggu kedatangan Rey dengan perasaan yg berkecamuk takut.

__ADS_1


Aku mendengar keributan di jarak jauh. Aku berlari karna aku melihat wajah para penculik itu lagi. Aku berlari tanpa arah entah kemana lagi kaki ini mebawa ku. Aku berharap tak kembali ke tempat itu lagi.


♡♡♡♡


Dari kejauhan Rey melihat beberapa orang melakukan kekerasan di pasar itu dan orang itu juga bertanya siapa yg melihat perempuan dengan penampilan berantakan? Tolong serahkan.


Rey bergegas mengikuti beberapa langkah dari belakang agar dapat mendengar sedikit informasi dimana dia bisa menemukan ku karna dia yakin yg di cari beberapa orang itu adalah aku. Mata Rey pun tertuju saat melihat ku menabrak seorang pedagang buah tanpa sengaja. Rey mengejar ku hingga ke pantai.


♡♡♡♡


Aku masih berlari di sekitar pantai dan mencari tempat bersembunyi di bebatuan besar.


Ada sebuah tangan menarik lengan tangan atas ku dengan keras dan seketika menutup mulut ku saat aku ingin berteriak minta tolong.


" Jangan takut ini aku." ucap Rey


" Rey " Panggil ku dan setelah itu aku pingsan


Sudah lama kami bersembunyi, hari pun hampir gelap. Rey memikirkan cara bagaimana dia harus membawa ku ke mobil nya tanpa ada yg tau bahwa dia sedang membawa ku.


Akhir nya dia merobek dress yg aku pakai agar nampak seperti sudah terjadi hal buruk dan melempar nya ke laut. Rey memakaikan kemaja nya di tubuh ku yg mungil dan menutupi hingga setengah paha ku.


Rey memberi sebuah ciuman bantuan pernafasan untuk membuat ku sadar agar bisa dengan cepat pergi meninggalkan tempat ini.


Aku melihat pakaian yg berbeda dengan penuh tatapan tanya ku alihkan wajah ku ke Rey.


" Nanti aku jelasin, sekarang kita pergi dulu ya dari sini." Kata Rey dan aku hanya mengangguk saja.


Kami berlari kearah mobil Rey dan meninggalkan pantai dan pasar itu.


" Rey, antar aku ke villa di ujung jalan ini." pinta ku dan Rey hanya mengangguk menatap wajah ku yg masih dengan ekspresi takut.


Kita turun dari mobil, Rey menggendong ku membawa ku masuk ke dalam villa. Membawa ku ke kamar mandi di dalam kamar itu. Tanpa banyak fikir dia membuka semua pakaian ku, membawa ku ke bak mandi. Memandikan ku dengan air hangat. Aku tahu, tak ada lagi rasa malu di dalam diriku karna sampai saat ini rasa takut itu masih menguasai diriku, bahkan sekarang pun aku tak sadar Rey membantu ku membersihkan diri ku. Menggantikan pakaian ku, memasakkan makanan untuk ku yg sudah tak teratur makan selama 5 hari lalu.

__ADS_1


" Ayo makan. Buka bibir mu." perintah Rey


" Rey, jangan tinggalin aku. Aku takut" pinta ku dengan air bening yg sudah mengalir di wajah ku.


Rey menghampiri ku, memelukku agar aku tenang.


" Aku janji, aku nggak akan pernah ninggalin kamu. Aku janji aku bakal ada disisi kamu terus Mi." sahut Rey


" Ayo makan dulu, kalo nggak makan aku bakal pergi" sambung Rey dengan perintah nya yg sudah melepas pelukan


Aku membuka mulut ku untuk makan dan di suapi oleh Rey.


" Rey, makasih." Kata ku dengan memeluk tubuh Rey yg atletis itu.


Rey membalas dengan mencium kening ku dengan hangat. Sangat nyaman ku rasa. Jantung ku juga berdetak sangat cepat saat itu. Aku melepas pelukan ku pada Rey dan menatap mata nya. Rey membalas tatapan ku dengan lembut dan perlahan mendekatkan bibir nya dan mengecup lembut bibir ku, aku pun membalas kecupan Rey yg menjadi ciuman kami.


.


.


.


.


.


.


.


Untuk Reader mohon bersabar ya. Karna incess juga sangat berfikir keras supaya dapat menghasilkan karya yg tak membosankan.


Terima kasih juga sudah mau membaca karya incess

__ADS_1


__ADS_2