Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Penculikan ke 2


__ADS_3

" Lebih anggun seperti ini. Aku suka liat nya." puji Rey setelah pemilik salon memotong dan membersihkan sisa-sisa rambutku.


" Tapi aku merasa aneh Rey." tungkas ku


" Kamu inget ya, ini demi memanipulasi aja. Oke." sambung Rey


" Iya "


Kami membayar ke kasir salon dan pamit pergi lalu kami melanjutkan perjalan ke pasar untuk mengisi persediaan makanan sebelum Rey pulang ke Kota D.


¤¤¤¤


Di Villa


Rey membereskan barang nya yg akan dia bawa pulang ke kota D. Setelah itu dia mencari ku untuk pamit.


" Sayang, aku tinggal ya, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Rey


" Jangan panggil kaya gitu Rey. Aku nggak apa kok disini. Paling nggak cuma sebulanan aku bakal pulang kok." jawab ku dengan lrotesan panggilan Rey


" Ya udah aku berangkat ya. Jaga diri, jangan lupa makan yg teratur. Kabarin aku secepat nya kalo terjadi apa-apa." perintah Rey yg langsung mencium kening ku dan segera membalikkan tubuh nya yg akan pergi.


" Rey " Panggil ku cepat dan Rey membalikkan tubuh nya menghapad ku walau sedikit jauh


" Bolehkan aku panggil kamu Kak Rey? " tanya ku polos

__ADS_1


" Boleh, asal kamu seneng. Tapi aku bakal buat kamu manggil aku kaya gitu seumur hidup mu Mi. " jawab Rey dan mendekat lagi ke arah ku


" I Love U mi. " Ucap Rey lalu pergi membalikkan tubuh nya dan masuk ke dalam mobil nya lalu pergi.


Aku masih berdiri tegak disana yg masih mencerna perkataan Rey tadi.


●●●●


1 setengah bulan kemudian


Aku mempacking sedikit barang ku ke ransel karna aku akan pergi meninggalkan Villa dan pergi pulang ke kota D.


Mama papa sangat senang saat tahu aku akan pulang. Terlebih lagi Rey dan Gio yg selalu meminta ku pulang.


Aku keluar, mengunci pintu villa dan menuju kke mobil ku untuk menaruh barang-barang ku di bagasi belakang.


Aku menghirup obat bius dan pingsan. Tapi sebelum pingsan aku sempat melihat orang yg melakukan ini pada ku. Ya dia Emily dan Denis, sahabat-sahabat Esson dan Zayn.


Aku di seret ke dalam mobil mereka dan membawa ku pergi entah kemana, tetapi bukan ke gudang itu lagi. Aku di bawa ke sebuah rumah kosong yang jauh dari villa. Aku mulai sadar dan mulai membuka mata ku perlahan.


" Sudah sadar tuan putri?" tanya suara pria terhadap ku


" Aku dimana?" tanya ku melihat-lihat sekeliling ku.


" Tolong lepasin aku Denis. Aku salah apa sama kamu?" tanya ku lagi pada Denis

__ADS_1


" Kamu masih nggak inget salah kamu apa? Apa harus aku ingetin? " tanya Denis berteriak di depan wajah ku


Aku menutup mata ku saat Denis berteriak keras di depan wajah ku. Lalu dia pergi meninggalkan ku menghampiri seseorang yg duduk di balik sofa panjang yg sudah seperti tak layak di duduki jika di lihat dari belakang sofa.


" Ini udah malem sayang, sekarang kamu istirahat dulu ya." kata Denis


Tapi tak ada jawaban dari perempuan itu, dan yg terlihat ketika Denis mengambil sebuah benda kecil yg panjang nya sekitar 5 sampai 7 centimeter saja.


" Kamu hamil sayang?" tanya Denis dwngan bahagia pada perempuan itu yg hanya di jawab oleh anggukan saja.


" Tapi aku mau pake ini sebuah senjata ke Zayn dan pembalasan dendam ku selama ini pada jalang itu." sahut perempuan itu dengan mengecilkan suara nya tapi masih bisa ku dengar dengan jelas.


" Terserah kamu sayang, tapi tolong jaga anak kita baik-baik." pinta Denis pada perempuan itu dan pergi berlalu dengan Denis meninggalkan aku sendiri disana.


Senja datang menyambut malam. Aku masih bergulat dengan tali yg belum mau melepaskan diri dari ku. Segala cara ku coba untuk bisa melarika diri. Entah dari mana datang Kekuasaan Tuhan. Aku bisa melarikan diri dari sekapan penjagaan rumah kosong itu.


¤¤¤¤


Di sisi lain


Ternyata Rey dihampiri perasaan khawatir terhadap ku. Saat hari masih panas dan aku juga tak muncul-muncul sesuai janji ku menemui nya saat sudah sampai di kota D membuat Rey mengambil langkah cepat dengan menyusul ku ke villa.


Saat sudah sampai dia terheran-heran melihat mobil ku yg masih di halaman villa bahkan barang-barang ku masih di bagasi belakang. Tapi dia menemukan sebuah dompet hitam seperti dia pernah melihat dompet itu dan langsung membuka nya.


" Denis "

__ADS_1


Rey mengucap nama denis dengan amat banyak pertanyaan di otak nya dan bagaimana bisa dompet ini jatuh di halaman Villa?


Apa Denis juga menjadi dalang di balik kejadian ini semua?


__ADS_2