Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Power Rangger


__ADS_3

Pagi ini jam menunjukkan di angka 7. Kami bertiga sarapan bersama karena papa akan berangkat ke kantornya. Aku dan mama juga akan pergi jalan-jalan pukul 8 pagi nanti. Kami menikmati hidangan ala resto dan bercakap sesekali.


"Rumi ayo ikut papa ke kantor, nanti supir akan antar kamu pulang kesini jam 11, gimana?" tanya papa.


Saat belum aku menjawab, mama sudah lebih dulu membuka bibir nya.


"Maaf pa, kali ini mama yg akan ajak Rumi keluar, dan papa nggak bisa maksa." jawab mama berlagak dan papa hanya mendengus kesal. Papa bangkit dan beranjak menuju mobil nya dan akan berangkat.


"Sayang, papa jalan kerja dulu. Kamu baik-baik sama mama ya." Tutur papa, aku menganggu dan menyalami papa sebelum bergegas masuk ke mobil nya, dan mama melambai tangan nya.


"Sayang siap-siap gih, habis itu kita jalan, oke?" kata mama


"Baik buk boss" dengus ku


Kami berangkat dan diantar oleh supir mama. Hanya butuh waktu 30 menitan untuk sampai kesuatu tempat. Kami turun dan aku hanya celingukan seperti orang ndeso melihat salon mewah di depan mata. Lalu kami masuk menyapa pemilik salon.


"Hai jeng". ucap mama


"Hai jeng, duh anak ku manis juga ikut." sahut perempuan paruh baya yg masih sangan terlihat muda itu.


"Jeng, aku mau SPA dong, badan pegel dan sakit nih" tutur mama.


"Aku pasti bakal kasih yg terbaik deh buat kalian berdua, apalagi anak ku ini". tutur bunda Wilna yg menakup dagu ku


"Aku mau kamu bikin anak ku yg manis ini jadi Power Rangger yg lebih manis lagi ya jeng" tutur mama manja


"Siap jeng, pasti aku bakal bikin anak aku ini jadi power rangger yg wah pokok nya." lagak bunda dengan jawaban nya


Mama masuk ke ruang SPA dan bunda menyuruh ku duduk di kursi yang di depan nya ada cermin besar terpampang. Aku duduk dan bunda mulai mengobrak-abrikkan rambutku. Merapihkan nya dan memotong sedikit bagian bawah rambutku.

__ADS_1


Tak hanya itu, bunda juga memberi sedikit polesan di wajah ku dan melukis bibir ku dengan liptint yg warna nya tak terlalu mencolok.


"Akhirnya kelar nak." tutur bunda


"Ini Rumi anak aku jeng?" tanya mama


"Iya jeng, gimana menurut mu udah jadi Power Rangger manis belum?" tanya balik Wilna


"Duh manis nya anak mama, gini terus dong."


"Iya sayang, kamu manis banget deh. Bikin bunda naksir." goda bunda wilna padaku. Aku hanya terunduk malu, dan mengingatkan mama akan statusku.


"Ma nggak usah berlebihan kaya gini ma, mama tolong inget status ku. Aku ini janda ma, aku nggak mau dipandang sebelah mata dengan tampilan ku yg kaya gini." tutur ku sedih


Bunda yg akan menjawab pun berhenti membuka bibir nya karna pertanyaan seorang pria.


"Apa maksud kamu status janda?" tanya pria yg berdiri di dwkat pintu dan menghampiri kami bertiga.


Aku hanya diam tak menjawab, tapi bunda wilna lah yg menjawab.


"Itu benar zayn, kejadian itu udah sekita 2 atau 3 tahin yg lalu. Dan kamu Rumi sayang, nggak usah malu, nak. Biarkan mereka menilai karna kamu nggak seperti itu. Bunda tau itu sayang." jawab bunda.


Aku dan mama pamit setelah berncang sebentar dengan bunda wilna dan zayn. Karna memmang waktu sudah menunjukkan jam 11 siang dan waktu nya aku pulang ke desa B.


"Bun, apa bener Rumi itu janda?" tanya zayn lagi


"Kamu nggak percaya zayn? Apa perlu mama pinjemin KTP Rumi biar kamu percaya?" tanya balik bunda wilna


"Bukan gitu bund, cuma dari penampilan nya sih nggak kelihatan kalo Rumi itu berstatus janda."

__ADS_1


"Emang iya zayn, mama aja kagum sama dia, manis, baik, hormat sama orang. Dan kamu pasti kagum juga kan sama Rumi? kenapa kamu nggak nikah aja sama Rumi?" goda bunda pada zayn.


"Apaan sih bund..." zayn bergegas meninggalkan bunda nya yg terus menggoda nya.


¤¤¤¤


Aku dan mama sudah sampai di kediaman kami. Aku langsung pamit pada mama dan papa saat aku mampir kekantor nya untuk pamit pulang ke rumah ayah dan ibu.


Aku menyalami mama dan bergegas menghidupkan mesin motor ku sejenak sebelum beranjak pulang.


Beberapa jam sudah ku lalui dan aku sudah tiba dirumah ayah ibu. Ibu menghampiri ku saat mendengan suara mesin motor di depan rumah.


"Udah pulang sayang?" tanya ibu saat aku menyalami ibu ku


"Iya bu, aku udak kabgen nih sama ibu." goda ku


"Kamu ini. Istirahat dulu, mandi terus makan sama ibu sebelum berangkat kerja." ucap ibu.


Aku hanya mengangguk lesu karna merasa sedikit lelah karna perjalanan yg panas dan macet karna waktu nya para murid pulang sekolah mereka.


Aku berlalu ke kamar dan istirahat sejenak.


.


.


.


.

__ADS_1


Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.


Terima


__ADS_2