Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Tamparan Dari Esson


__ADS_3

Aku menangis, entah sudah berapa buliran air bening yg jatuh.


Saat itu juga sebuah tepukan tangan di bahu ku mendarat. Aku memalingkan wajah ku dan mengarahkan mata ku ke pemilik tangan itu.


Senyum bibir nya yg tipis dan mata hazzel nya yg indah menatap ku lekat, duduk di samping ku dan menyeka air mata ku.


"Jangan sedih, sifat dan sikap nya udah ditutupi dan di monopoli sama Emily. Jangankan kamu, zayn juga berani menentang orang tua nya demi Emily." Cerita Esson dan diam sekejap lalu melanjutkan bicara nya


" Apa kamu mau ngalah demi perempuan seperti itu?" tanya esson


" Apa yg salah dari kamu? Kamu bilang kalian bertiga sama-sama menyukai 1 perempuan kan? Apa kamu mau jadiin aku umpan balas dendam cinta mu?" tanya ku heran karna sejak awal apa yg di ucapkan esson berkaitan dwngan kejadian ini.


" Dulu aku emang pernah suka sama dia, tapi sekarang dia udah berubah. Bahkan beberda jauh seperti sahabat kami dulu. Bukan juga aku jadiin kamu umpan tangkapan ku. Aku cuma mau ingetin kamu untuk tidak lemah ketika kamu di injak yg kedua kali nya." tutur esson saat aku mulai yakin dan mengerti semua alur cerita yg sudah di tulis oleh Tuhan sebagai scrip.


" Mulai dari aku dibesarkan oleh orang tua angkat ku. Aku kehilangan suami dan anak ku. Aku bertemu mama dan papa kandungku. Bertemu ayah dan bunda, Zayn, Emily, kamu dan sahabat ku. Aku mulai mengerti kenapa Tuhan membagi beberapa peran untuk Antagonis dan Protahonis nya. Semua yg hidup di takdirkan memiliki drama nya masing-masing. Esson, apa boleh aku memilih keluar dari drama ini?" tanya ku lirih.


Esson menggenggam tangan ku dan mulai membuka bibir nya


"Mi, kamu pasti udah tau kenapa Tuhan memilih cerita ini untuk kamu, karna Dia tahu kamu kuat. Aku juga yakin itu. Jangan pernah berperasangka buruk kepada Tuhan, karna di balik cerita ini sudah disiapkan akhir cerita indah. Kamu janji ya sama aku, jangan pernah lari dari kenyataan ini. Ada aku disini." tutur nya

__ADS_1


" Tapi kamu sahabat Zayn, banyak kemungkinan buruk lagi yg akan terjadi." tungkas ku


" Siapa yg berhak mengatur siapa berteman dengan siapa? Apa zayn punya hak? Itu udah sangat lama. Sekarang berbeda. Aku pastiin kamu bisa percaya sama aku."


"Aku percaya kamu. Makasih udah nasihatin aku." ucap ku dan esson membelai rambutku dan menawarkan untuk mengantar ku pulang. Tapi aku menolak nya.


"Aku nggak mau pulang kerumah itu." pinta ku lirih


" Tapi barang-barang kamu disana. Apa kamu nggak mau membuktikan kamu bisa menerima dan menghadapi kenyataan?" lagak eaaon bertanya yg maksud nya ingin membangkitkan ku


"Aku yakin, nggak hanya aku yg melakukan dan mengingatkan ini sama kamu. Apa kamu juga mau melihat orang yg menyayangi kamu juga hancur. Ayo fikirkan!" sambungnya lagi


" Hey apa kamu mau gemuk kaya sapai hah?! Ini jam berapa?" tolak esson


"Tapi kan............" jawaban ku menggantung


"Nggak pake tapi. Ayo pulang." Esson membangkitkan diri nya dari bangku taman dan menawarkan tangan nya membantuku bangun.


Saat kami membalikkan tubuh kami, Ada sepasang mata geram menatap kami dan menghempaskan genggaman Esson.

__ADS_1


Zayn menarik kerah baju esson seperti akan menonjok nya. Tapi Esson tak menghindar, melainkan tersenyum sinis ke arah Zayn.


" Senyum mu itu sungguh manis Esson ku sayang." sindir zayn pada Esson


"Aku emang manis, tan lebih penting aku tidak tempramental buruk!" sahut Esson dengan penekanan nada pada 2 kata terakhir nya


"Hey kamu ini membela siapa? Janda ini? Apa nggak ada yg lebih terhormat lagi dari dia?" tanya zayn


"Oh iya itu benar. Dia memang janda sebelum kamu nikahin dia, tapi sekarang aku sangat menunggu janda nya dari kamu zayn. Dan bila aku mendapatkan nya, aku akan sangat bangga dan akan sangat menjaga nya." sahut esson dengan maksud membunuh kesombongan zayn. Tapi tak berguna


"Wah, kamu udah berapa kali tidur dengan nya? apa lebih enak di bandingkan tidur bersama ku?" tanya zayn kea arah ku


* PPLAAAAKKK*


Kali ini bukan tangan ku yg melayang di pipi zayn, tapi tangan Esson.


"Jaga bicara sombong mu itu. Kalo emang kamu nggak ada rasa sama dia tolong lepasin dia." pinta Esson geram


"Apa kamu tau kalo dia nggak bisa berpisah dari aku. Selama dia akan terkurung, selama nya dia akan menderita, selama nya dia nggak akan bahagia! Selamanya!!" teriak zayn yg masih memegang pipi nya.

__ADS_1


"Aku Harap kamu nggak akan menyesal zayn. Tunggu karma yg Tuhan berikan. Saat itu aku orang pertama yg akan menertawakan mu. Semoga Tuhan memberi kamu karma berlutut memohon cinta dan sayang dari Arumi. SEMOGA!!" bentak Esson dan langsung menarikku pergi meninggalkan Zayn dan mengantarkan ku pulang ke rumah Ayah bunda.


__ADS_2