
Saat pagi tiba dan alarm ku berbunyi jam 05.10 wita. Aku segera mandi dan wudhu lalu bergegas Sholat subuh di kamarku.
Aku bersiap-siap, mengenakan pakaian ku dan merias sedikit wajah ku agar lebih segar karna ini hari pertamu ku bekerja. Laluaku menuju dapur dan mencari ibu ku yang sedang membuatkan teh untuk aku dan ayah.
"Bu, hari ini aku akan bekerja, tak apakah kau sendiri dirumah?" tanyaku karna ayah juga akan bekerja.
"Berangkatlah nak, ada tetangga yang akan mengajak ibu mu mengobrol nanti dan menyulan benang nya itu" sambung ayahku saat ibu akan menjawab.
"Ayah, apakah aku tidak boleh mengobrol dengan tetangga ku?" protes ibu ku dan melotot sambil berkacak pinggang setelah meletakkan teh.
Aku dan ayah hanya tertawa setelah ayah menjahili ibu, aku membantu ibu didapur. Jam sudah menunjukkan 07.35 pagi dan aku berangkat kerja hari ini dan tak ingin terlambat.
"Bu, Yah aku berangkat kerja dulu" menyalami ayah dan ibu ku
"Bekerjalah dengan giat nak" ucap ayah ku dan mencium kening ku
Aku pergi ke Resort tempatku bekerja, pagi ini tamu-tamu yg menginap akan breakfast di restaurant. Aku membantu dan membagi tugas dengan pramusaji yang lain.
"Ada sepasang tuan dan nyonya lokal Bali yg menginap disini sejak kemarin Rumi, mereka sangat baik dan royal pada kami semalam namanya tuan dan nyonya Latif , dan kamu harus menjamu mereka dengan baik dan sopan ya". Kata Ani teman seprofesi ku, saat pertama di restaurant aku berkenalan dengan Ani dan teman-teman yg lain, Ani baik dan sopan dan kita seumuran tahun, itulah kesan pertamaku padanya dan membuat kita akrab.
"Baik An, aku pasti akan lakukan itu" Sahut ku dan tersenyum pada Ani.
"Mereka sudah kemari Rumi, Jangan lupa ya. Semangat 😁😁 " Ingat Ani padaku.
Aku hanya tersenyum, dan menyambut Tuan dan nyonya itu setelah memasuki restaurant untuk Breakfast.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan dan nyonya Latif, silahkan duduk. Saya Arumi, senang bertemu kalian dan ini menu Breakfast nya". sapaku pada mereka
"Ah terimakasih nona, cerahnya pagi ini ya? Dan saya mau buah segar, susu hangat dan kopi panas juga roti bakar dengan selai nanas untuk kami" Ucap nyona Latif dan berbincang sedikit dengan ku.
"Baik nyonya, mohon tunggu sebentar dan anda bisa menikmati cerah nya pagi ini". Pamit ku untuk mengambil menu yg mereka pinta.
"Aku kaku sekali" menepuk jidat ku sendiri.
Aku kembali dan membawakan menu tuan dan nyonya itu, saat berjalan, mereka menatapku dengan senyum dan akupun sebaliknya.
"Mengapa Nyonya Latif melihat ku dan tersenyum? Dan mengapa aku merasa dekat dengan mereka?" gumam ku di hati
Permisi tuan, nyonya ini sarapan kali, selamat menikmati nya tuan, nyonya. saya permisi bila ada yang di perlukan, anda bisa memanggil saya" pamitku dan tersenyum.
Mereka mengangguk dan tersenyum. Aku melirik mereka sedang berbisik,
"Iya ma, papa melihat mata mama didalam mata nona itu" tuan Latif yg merasa bingung.
"Apa mungkin dia pa?"
"Sudahlah ma, itu sudah 25 tahun lalu, bila ada takdir Tuhan maka kita akan bertemu nanti." sahut tuan latif
Melihat mereka tersenyum pada ku aku merasa memiliki suatu rasa bahagia di hati ini. Mereka baik kepada ku, ramah dan royal. Mereka juga menganggap ku sebagai anak mereka karna aku seumur dengan anak mereka yg hilang setelah tau dari nyonya Latif yg menceritakannya padaku. Nyonya latif melirik ke leher ku dan tuan Latif pun kaget.
"Nak dimana kau beli liontin ini?" tanya tuan Latif padaku dengan heran
__ADS_1
"Ah ini sudah saya miliki sejak bayi tuan, pemberian dari orang tua kandung saya." sahut ku
"Lalu kamu tinggal bersama siapa disini nak? " tanya nyonya itu
"Saya tinggal bersama orangtua angkat saya disini nyonya"
"Memangnya dimana orang tua kandung mu nak?"
Aku diam sejenak dengan wajah sedih, mereka menyadari itu.
"Maaf nak, maaf kami terlalu menanyakan hal yg sensitif" ucap nyonya itu sambil menyentuh jemari tangan ku.
"Tak apa nyonya, saya tidah marah, dan.... orangtua kandung saya, saya tidak tau dimana. Dulu orangtua angkat saya tinggal di kota D dan menemukan saya di teras rumah yg memakai liontin ini" curhat ku sedih
Dan dari sanalah tuan dan nyonya Latif merasa akulah anak kandung mereka yg diculik oleh saudara mereka 25 tahun yg lalu karena dendam dan rasa iri. Mereka sangat senang bertemu dengan anak yg hilang itu walaupun mereka belum sepenuhnya yakin.
.
.
.
.
Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.
__ADS_1
Terimakasih.