
Di sisi lain
Ternyata Rey dihampiri perasaan khawatir terhadap ku. Saat hari masih panas dan aku juga tak muncul-muncul sesuai janji ku menemui nya saat sudah sampai di kota D membuat Rey mengambil langkah cepat dengan menyusul ku ke villa.
Saat sudah sampai dia terheran-heran melihat mobil ku yg masih di halaman villa bahkan barang-barang ku masih di bagasi belakang. Tapi dia menemukan sebuah dompet hitam seperti dia pernah melihat dompet itu dan langsung membuka nya.
" Denis "
Rey mengucap nama denis dengan amat banyak pertanyaan di otak nya dan bagaimana bisa dompet ini jatuh di halaman Villa?
Apa Denis juga menjadi dalang di balik kejadian ini semua?
Rey kebingungan dimana dia harus mencari informasi kemana Denis membawa ku pergi karna disana dia tak menemukan satu pun petunjuk. Rey berfikir panjang hingga saat Esson menelpon nya dan dengan cepat sebuah ide masuk ke otak nya.
" Hallo Esson, pas banget kamu nelpon aku. " sapa Rey setelah mengangkat telpon Esson
" Iya Rey ada apa? Main nyeroscos aja. Mana Rumi? Ini om sama tante Latif nanyain. " Tanya Esson karna saat itu mama dan papa bersama nya.
" Son, Arumi di culik lagi dan..........."
" Apa? siapa lagi yg nyulik? " potong Esson yg terlupa sedang bersama mama dan papa. Bahkan saat itu mama panik dan khawatir pada ku. Dan apa segera menelpon orang-orang kepercayaan nya untuk mencari tahu keberadaan ku.
" Esson, aku belum selesai ngomong. Dengerin dulu, aku curiga dengan seseorang di balik penculikkan ini. Dan aku mau kamu bantuin aku! "
" Bantu apa? " tanya Esson.
" Aku baru sampe di Villa, mobil sama barang-barang arumi masih utuh di mobil ini. Aku cuma nemu 1 petunjuk, sebuah dompet, dompet Denis. Aku mau kamu tanya di mana Denis dan bilang kamu mau ketemu dia sekarang. " pinta Rey
" Apa iya kamu yakin itu Denis? " tanya Esson
" Iya, ini dompet dia, aku udah cek semua. Dan tolong kamu bantuk aku. Aku akan telepon Anantha untuk minta bantuan nya. Dan suruh Om latif temui Anantha sekarang. Aku tutup dulu telpon nya. Tolong cepat Esson. " pinta Rey lalu memutuskan panggilan nya dengan Esson.
__ADS_1
Rey segera menelpon Anantha dari HP ku yg tertinggal di dalam mobil.
" Halo Anantha, tolong bantu saya lacak posisi telepon seseorang, setelah ini akan saya kirimkan data nya dan tolong kamu ajak Pak Latif juga supaya beliau bisa membantu kamu menghubungi saya saat menemukan posisi nya. Tolong bantu saya dengan cepat Anantha, sekarang saya akan kirim data nya. " pinta Rey
" Baik Pak " jawab tegas Anantha dan memutuskan panggilan nya.
Rey masih berdiri dan mengirimkan data ke nomor telepon Anantha.
¤¤¤¤
Di sisi lain
Emily sudah meninggalkan Kota G sendiri karna Denis menunggui rumah itu.
Emily mencari Zayn untuk memberikan sebuah 'kejutan' yaitu kehamilan Emily. Emily juga mengatakan bahwa itu adalah anak Zayn agar dia mau bertanggung jawab dan segera di nikahi oleh Zayn.
" Zayn, kapan kamu nikahin aku? Aku nggak mau anak kita tanpa status yg jelas " rengek Emily
¤¤¤¤
Aku
Aku mengendap-endap melarikan diri agar tak di ketahui oleh Denis. Aku berlari karna jarak rumah kosong itu dengan jalan raya lumayan jauh. Aku harus berlari sepanjang 5 kilo meter untuk mencari bantuan.
Kira-kira aku sudah berlari lebih dari tiga setengah kilo meter dan saat itu Denis masuk keruangan tempat nya menyekap ku. Denis kaget celingukan mencari keberadaan ku yg tak ada disana. Saat itu juga Esson menelpon Denis dan mengajak nya bertemu.
" Sorry Son, aku lagi nggak di rumah. Besok aja ya ketemu. Aku lagi sibuk." Kata Denis
" Tumben banget kamu enggak anggep aku sahabat. Emang nya kamu dimana nis? Aku susul kamu. Aku lagi butuh kamu nis." Rayu Esson pada Denis
" Aku lagi di SxxxxRxxx Son. Sekarang aku bener-bener sibuk, Son."
__ADS_1
" Nis, aku susul kamu ya, barang kali kamu butuh bantuan ku disana. Sekalian kita cari cewek lah disana." ajak Esson agar telepon denis tetap aktif dan Anantha bisa menjangkau posisi nya.
¤¤¤¤
" Pak saya sudah menemukan posisi nya, tolong bapak hubungi Pak Rey ya, katakan posisi nya ada di Desa C. " pinta Anantha pada papa dan papa langsung mengidahkan permintaan Anantha.
Papa menelpon Rey dan memberi tahu dimana posisi penculik itu. Rey juga sedari tadi sudah meninggalkan villa agar lebih menghemat waktu untuk menyelamatkan ku.
" Baik Om, Rey udah deket posisi nya. Tapi disini ada persimpangan empat Om. Rey harus kemana? " tanya Rey pada papa dan memberi petunjuk pada Rey.
" Kamu ambil jalur lurus aja Rey, leboh menghemat waktu kamu." perintah papa
" Baik om." jawab Rey
Rey melajukan mobil nya lurus setelah lampu lalu lintas menjadi hijau.
Setelah melewati kurang lebih satu kilo, Rey menambah kecepatan mobil nya agar lebih cepat sampai untuk menyelamatkan ku.
Siapa sangka, dengan kecepatan mobil nya Rey tidak menghiraukan pengguna jalan yg lain termasuk aku yg saat itu berhasil membawa diri kejalan raya dan ditabrak oleh rey dari samping mobilnya.
Rey menghentikan mobol nya dan berdwcak kesal karna merasa waktu nya terhambat. Tapi dia tidak mungkin melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. Rey menghampiri ku yg sudah terluka dan di kerubungi banyak orang, bahkan mereka hampir menghakimi Rey saat itu. Tapi terlerai oleh seseorang.
" Cukup, beliau sudah bertanggung jawab dengan mau turun dan melihat korban nya. Mari pak, lihat mbak ini. " kata seorang bapak yg sangat berwibawa dengan pakaian adat Bali.
" Arumi!!! Bapak-bapak tolong bantu saya angkat dia ke dalam mobil pak. Tolong " pinta Rey dan tak terasa air mata nya menetes. Rey tak percaya bahwa dia menabrak ku dan membuat ku terluka karna terlalu ngebut.
" Terima kasih bapak semua, dimana ada klinik terdekat disini pak" Tanya Rey pada bapak berpakaian adat Bali tersebut.
Dan bapak itu mengatakan sekita 600 meter lagi ada klinik dokter umum dan Rey dengan cepat membawa ku yg bercucuran darah.
" Maafin aku Mi. " Ucap Rey dalam tangis nya.
__ADS_1