
Lalu aku membalikkan tubuh ku dan menangkup pipi Rey.
" Kak Rey ku sayang, ratu mu ini lapar." rengek ku pada Rey. Rey menggelengkan kepala, melepaskan pelukkan nya dan meninggalkan ku kedapur untuk menghangatkan makanan untuk ku.
" Janda ku makan siang udah siap. Hehehehe" canda Rey yg menyindir ku.
" Walaupun aku janda, tapi kamu udah kepincut." jawab ku jutek
" Jangan marahlah, aku bercanda. Ayo makan dulu." ajak Rey menarik dan mempersilahkan ku untuk duduk dan kami makan siang bersama.
¤¤¤¤
Di tempat lain,
Zayn masih dengan bukti-bukti yg ada di amplop coklat itu. Emily tak henti-henti nya memohon agar Zayn tak percaya pada ku. Ya, memang benar Zayn antara percaya dan tidak pada ku. Tapi dia adalah orang yg berpendidikan tinggi jadi mungkin saja dia sudah menyelidiki semua bukti-bukti itu.
" Mily, aku bener-bener gak nyangka kamu bisa manfaatin anak kamu demi tujuan busuk kamu. Aku menyesal sangat menyesal percaya sama kamu sampe-sampe aku TIDAK PERCAYA mana sahabat ku sendiri sekarang." bentak Zayn dengan menekan kata-kata yg di ucapkan sehingga membuat Emily tak henti menangis dan memohon ampun padanya.
" Sudah pernah bunda bilang dia TIDAK PANTAS untuk kamu. Tapi kamu??" sahut bunda cepat karna amat sangat kesal dengan prilaku Zayn hingga saat ini dia pun kehilangan ku sebagai menantu nya.
Ayah dan bunda pergi membiarkan Zayn menyelesaikan sendiri masalah nya. Beberapa detik kemudian Denis datang dengan ekspresi wajah yg cemas, seketika itu juga Zayn menarik kerah kemeja dan memberi hantaman yg mendarat di pinggiran bibir Denis.
BUGGGKKK
" Brengsek lu!!! Apa arti gue selama ini hah? Kalian bersekongkol misahin gue sama istri gue!!! "
BUGGGKKK
hantaman kedua tepat di posisi yg hampir sama dan Zayn tak tersadar dengan apa yg dia ucapkan tadi.
__ADS_1
" Zayn, gue tau gue salah. Gue minta maaf. Sangat minta maaf. Ini semua kemauan Emily, gue hanya gak mau dia gugurin anak gue dan kepaksa gue nurutin dia." protes Denis
" Terlambat! Gak ada kata selain itu buat kalian berdua! Brengsek!" lalu Zayn pergi meninggalkan Emily yg masih dengan tangisan dan permohonan maaf nya, juga Denis yg masih meraba-raba sudut bibir yg di hantam oleh Zayn tadi.
Zayn masuk kedalam dan pergi melajukan mobil kesayangan nya.
" SIAL! Kenapa dia baru kasi bukti nya dan buat aku menyesal sekarang!" umpat zayn pada dirinya sendiri
" Bodoh!! Aku sangat bodoh melepaskan dia!!" sambungnya lagi dengan perasaaan kesal nya.
Zayn memarkirkan mobil nya, tapi dia masih tetap di posisi kemudi. Zayn membentur-benturkan kepala nya di stir hingga dia tak sadar bahwa sedari tadi klakson mobil nya pun berbunyi.
" Pak tolong jangan buat keributan disini." Udap salah seorang pejalan kaki karna merasa tak nyama dengan bunyi klakson mobil Zayn. Xayn hanya menatap kesal, dia pergi karna malas berbalas ribut dengan orang lain.
Sampai di halaman rumah, dia memarkirkan mobil nya sembarang dan bergegas masuk kedalam, menuju kamar nya.
¤¤¤¤
Keesokan hari nya,
Aku dan Rey berencana pergi ke sebuah Mall setelah makan siang. Sebelum itu kita berangkat ke kantor masing-masing untuk bekerja.
Tok tok
" Masuk" pinta ku
" Bu, di ruang tunggu ada pak Zayn menunggu ibu." kata anantha
" Untuk apa dia kesini?" tanya ku
__ADS_1
" Saya tidak tahu bu. Tapi dia mau bertemu anda." sahut Anantha
" Bilang ke dia kalo saya lagi rapat." perintahku
" Baik bu" sahut Anantha lalu pamit keluar ruangan ku untuk menemui Zayn di ruang tunggu tamu.
Aku tak tahu apa yg terjadi hingga aku melihat ke arah pintu dengan masuk secara paksa. Aku terkejut dan sedikit kesal.
" Buat apa anda sekolah tinggi-tinggi tapi tak tahu sopan santun?!" tanya ku kesal
Zayn tak menyahuti perkataan ku, di melangkahkan kaki nya mendekati ku.
" Ada yg bisa saya bantu Tuan Zayn Akbar?" tanya ku lagi
" Mi, aku mau minta maaf. Aku tau aku salah dan nggak pernah percaya sama kamu. Aku nyesel, tolong maafin aku Mi." sahut Zayn dengan memelas dan mengatupkan kedua tangan nya.
Aku tak membalas setiap perkataan nya karna hati ku sangat sakit dan lebih bertambah sakit ketika Zayn mengirimkan surat pengadilan yg menyatakan bahwa dia ingin berpisah dengan ku. Walau rasa cinta ku saat itu mulai larut, tapi bagaimana pun seorang istri pasti akan terluka bila dia diceraikan oleh suami nya.
" Anggap saja aku maafin kamu. Kamu udah boleh pergi. Silahkan" pinta ku dengan membuka satu tangan ku ke arah pintu.
" Mi, aku tau kesalahan ku kali ini berat dan nggak semudah kata kamu maafin aku. Tapi aku bener-bener nyesel nggak percaya sama kamu. Aku minta maaf. Aku minta maaf." ucap Zayn lagi
" Maaf tuan, saya sedang banyak pekerjaan." kata ku lalu mendudukkan diri di kursi kerja ku dan menatap ke arah komputer.
Zayn melemas, lalu membalikkan badan nya dan berjalan menuju pintu ruangan, tapi sekejap dia berhenti lagi
" Aku nggak akan nyerah minta maaf ke kamu Mi." kata Zayn lalu membuka gagang pintu dan keluar meninggalkan ruangan ku.
" Zayn, mungkin saat ini Tuhan masih ingin kamu ngeradain apa yg dulu kamu lakuin." ucap ku lirih sambil melihat ke arah pintu yg baru saja Zayn lewati.
__ADS_1