Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Kejujuran Zayn


__ADS_3

Diperjalanan kembali ke villa, aku sibuk bervideo call dengan Rey yg sangat merindukan ku. Zayn hanya melirik dari jok kemudi nya, melirik seperti aku ini ABG yg tumben jatuh cinta.


" Kamu udah makan siang Mi? " tanya Rey dari layar


" Udah kak, Kak Rey udah makan kan? " tanya ku balik.


" Udah sayang, aku istirahat dulu ya, capek banget. Lagian disini sekarang udah malem. " ucap Rey


" Ya udah, mandi dulu pake air hangat habis itu langsung istirahat ya. " ucap ku dengan memberi perhatian pada Rey


" Iya sayang, aku tutup ya, jangan nakal apalagi sama yg disebelah. "


" Iya kak. Bye, selamat tidur. "


" Bye, aku matiin ya Mi. "


Aku hanya mengangguk tak bersuara lalu Rey memutuskan panggilan video kami. Zayn masih saja melirik ke arah ku yg membuat ku sedikit merasa risih.

__ADS_1


" Kenapa kak Zayn liat aku kaya gitu? " tanya ku ketus


" Nggak kenapa kok. Aku iri aja, dulu kamu nggak pernah seperhatian itu ke aku. " sahut Zayn dengan suara melambat lirih pada kalimat terakhir yg masih bisa samar jelas aku dengar.


" Coba aja dulu kamu anggep aku ada, sampe sekarang aku masih jadi istri kamu, kak. " sahut ku dengan nada sedikit tegas dengan maksud mengingatkan semua perlakuan Zayn pada ku dahulu saat masih menjadi istri nya.


" Aku terima kita menikah tanpa ada orang yg tau, Aku terima stelah kita nikah seperti apa perlakuan mu bahkan aku terima kamu ada hubungan dengan wanita lain. Itu karna aku sadar, mana ada laki-laki yg sepenuhnya terima kalo dia nikah sama janda. Apa lagi di jodohkan. Tapi, itu udah masa lalu kita kan? Sekatang udah nggak ada yg bakal gangguin kamu lagi kak. " sambung ku menambah ingatan tentang perlakuan buruk Zayn dulu.


" Tapi sejujur nya aku dulu udah punya rasa sama kamu? Mi. Tapi aku belum bisa ngartiin itu perasaan apa. Entah sejak Ily bilang hamil anak aku, aku lupa sama perasaan ku ke kamu. Aku bahagia karna mama pasti akan restuin hubungan ku sama Ily. Seandainya aku tau kalo Ily manfaatin Denis, aku nggak akan segegabah ini buang kamu. Jujur saat ini aku baru ngerti dan faham sama perasaan ku sekarang. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Aku nyesel, sangat nyesel. " ucap Zayn.


Setelah perkataan Zayn tentang perasaan nya, kami sama sekali tak membuka suara di perjalanan menuju villa sampai akhirnya kita sampai dan dia turun mendahului untuk membuka pintu mobil sebelah kemudi.


Esson sudah duduk di sofa dengan kopi dan cemilan nya. Aku pun menjatuhkan tubuhku di sebelah Esson. Aku sudah terbiasa dengan sikap agresifnya bahkan walau ada Rey. Esson merangkul kepala ku membawa keatas bahunya.


" Kenapa? Ribut sama Zayn di mobil? " tanya Esson dengan melanjutkan melahap cemilan nya hingga terdengar kunyahan garing.


" Son, kenapa baru sekarang dia ungkapin perasaan nya ke aku setelah dia kasih aku talak 3? " tanya ku lirih pada Esson, dan seketika dia menghentikan aktifitas nya.

__ADS_1


" Trus perasaan mu gimana? Ya, aku sedikit liat sih kamu masih ada perasaan sama Zayn. Tapi kalian udah nggak mungkin sampe kamu nikah lagi dengan orang lain dan cerai dengan dia. " papar Esson


" Aku tau dan faham betul. Tapi yg aku seselin bukan karna dia talak 3 aku. Kenapa dia nggak percaya sedikit pun ke aku? Aku nggak pernah niat mau nyelakain Ily sebelum dia tau itu anak Denis. Apa dulu aku hina banget dimata kalian sebelum aku dan Rey ketemu? " tanya ku dengan maksud persahabatan mereka pada kalimat terakhir.


" Iya! Terang aja kita nggak suka. Karna status kamu dulu janda. Dan kita fikir kamu dapat status itu karna kamu nakal. Tapi Zayn sama sekali nggak bilang kalo dapet musibah berat. Maaf Mi. " sambung Esson.


" Udahlah kenapa kamu minta maaf. Itu udah jadi nasib ku. Hemm boleh dong keripik kentang nya. Gemuk kok nggak ngajak-ngajak. Hahahha " sahut ku


Seketika saja Esson mendongakkan kepala ku agar berdiri tegak diatas leherku. Dengan tatapan heran Esson bertanya,


" Kamu ini cewek manis yg gila ya? Bisa-bisanya habis sedih mau rebut kebahagiaan orang lain. " Esson melirik tajam ke mata ku tapi dia tetap menyodorkan cemilan nya untuk ku.


Tap tap tap


langkah kaki Zayn memasuki ruang tv bersama tubuhnya.


" Enak nya kalian berdua. Bagi dong. " ucap Zayn. Aku dan Esson seketika saling menatap dan menerka-terka apa Zayn mendengar apa yg kami bicarakan?

__ADS_1


" Apaan sih? Mau minta cemilan aja pake saling tatap. Kalo nggak mau ngasi ya bilang aja! " sahut nya ketus


" Bo-boleh kok kak. Ini ambil. " sahut ku gagap ketangkap basah dengan Esson sedang memikirkan Zayn.


__ADS_2