
"Manis" gumam ku dalam hati. Ibarat melihat sebuah loli yg sangan ingin ku lahap.
*Malu juga sih kalo di liatin terus sama babang hazzel. Kan incess jadi ge-er. Penulis*
"Arumi sayang, kenalin ini rekan bisnis papa. Dia Esson, seorang pembisnis terkenal yg muda dan berbakat. Esson, ini anak saya Arumi, yg pernah saya ceritakan ke kamu." tutur papa yg memperkenalkan ku pada seorang pria muda yg memiliki mata hazzel yg sangan indah, dan senyuman manis.
"Esson"
"Arumi"
Kami berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing. Papa pun melanjutkan percakapan
"Rumi, kamu bisa belajar sama Esson tentang bisnis lebih dalam lagi, dia ini sangat berbakat sayang."
"Terima kasih Om, nggak perlu memuji esson kaya gitu. Ini nggak sebanding dengan om yg punya bisnis amat sangat maju. Esson iri dengan om." jawab esson menunduk
"Jangan gitu, sekarang kamu bisa nikmati hasil dari usaha mu Esson, om bangga." sambung papa
"Makasih banyak om, tolong ajarin juga esson." sahut esson dan menghadapkan mata hazzel nya ke arah ku. Aku tak bisa menghindari tatapan nya.
Papa melihat aku dan esson saling bertatapan, dan berkompromi dengan mama untuk meninggalkan kami berdua.
"Kalo gitu, Rumi sayang, kamu temani esson ngobrol ya. Dia baru datang dari L.A karna undangan papa" perintah papa
"Baik pa" jawabku singkat
Papa dan mama berlalu meninggalkan aku dan Esson. Rasa canggung ku rasakan saat ingin menyapa esson, tapi esson melihat dan merasakan karna itu dia yg pertama menyapa ku.
"Heeemmm Rumi, kamu anak nya om Latif yg hilang dulu ya?" tanya esson membuka percakapan
"Iya esson, kenapa?" tanya ku balik
"Nggak sih, aku cuma mau mastiin aja, takut nya nanti aku salah bicara." sahut esson
"Kan tadi papa juga udah nyebut." sahut ku
" Hehehe. Mi katanya kamu punya resto ya di desa B?"
" Iya, kenapa Esson?" tanya ku balik
"Aku mau ngadain acara, mungkin deal nya di resto kamu, denger-denger tempat nya juga nyaman ya?. Aku boleh minta nomor hape kamu nggak? Biar aku bisa langsung reservasi ke kamu aja karna acara nya agak mendadak, kira-kira kurang dari sebulan ini." tutur Esson
__ADS_1
"Oh oke aku tunggu, ini kartu nama aku, kami tunggu reservasi nya." ucap ku sembari memberikan kartu nama ku
"Okelah, kalo pasti aku akan kabari secepatnya. Maaf mungkin agak mendadak nanti." kata esson dan saat itu menaruh sendok dan garpu makan nya untuk menatap mata ku dengan mata indah hazzel nya itu.
"Kami tunggu, kami juga akan berusaha memuaskan konsumen agar balik dan balik lagi ke resto kami." penjelasan ku
Esson tersenyum menatap ku dan melanjutkan pembicaraan.
"Kamu berbakat, kompeten dan diusia muda kamu udah sukses. Darah Latif emang mengalir di kamu ya." puji esson
"Terima kasih Esson, tapi aku masih belum ada apa-apanya di bandingkan kamu yg lebih sujses bahkan hingga ke mancanegara, Aku harap bisa belajar banyak dari kamu."
"Santai aja, kita bisa belajar bareng kan?" tanya Esson
"Terima kasih" jawab ku sambil mengangguk.
Acara pun masih tetap berlanjut sesuai urutan, dan ini adalah penampilan terakhir dari pihak yayasan. Aku pamit meninggalkan Esson untuk kebelakang panggung karna pentas terakhir akan aku isi dengan 2 orang anak lelaki tampan dan imut.
Seorang bermain gitar dan seorang lagi bernyanyi bersama ku.
Anak lelaki itu membuka petikan gitar dan di sambung dengan iringan lagu teman nya
*Saat ku pejamkan kedua mata ku
Ku rasakan slalu hangatnya peluk mu itu
Dan ku genggam lembut kedua tangan mu
Seakan takut kehilangan mu
Ku ingin selalu hati mu untuk ku
Tak ada yg bisa
Menggantikan diri mu
Tak ada yg bisa
Membuat diriku, jauh dari mu*
Senyum anak lelaki itu kepada ku dengan isyarat aku menlanjutkan lagu itu
__ADS_1
Dan ku genggam lembut kedua tangan mu
Seakan takut kehilangan mu
Ku ingin selalu hati mu untuk ku
Tak ada yg bisa, haaaaa
Menggantikan diri mu
Tak ada yg bisa
Membuat diriku, jauh dari mu
*instrument*
Tak ada yg bisa
Menggantikan diri mu
Tak ada yg bisa
Menggantikan cinta mu
Tak ada yg bisa
Menggantikan hati mu
Tak ada yg bisa
Menggantikan diri mu
Tak ada yg bisa
Membuat diriku jauh dari muuu...
*Instrument*
Sorak tepuk tangan menghiasi acara. Kami membungkuk mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi menuruni panggung. Acara pun selesai dan ditutup oleh pengisi acara.
Aku kembali ke meja ku dan di sambut papa dan mama dengan bahagia.
__ADS_1
Mata hazzel itu tak berhenti menatap ku dan tersenyum.