
Acara sudah di mulai beberapa menit yg lalu. banyak hiburan yg sudah mengisi di setiap acara. Mulai dari musik, tarian tradisional dan yg bikin aku ternganga adalah penampilan seniman Suling yg melagenda di awal acara. Kini acara inti sudah di mulai dan kami bertiga naik keatas panggung.
"Kami mengucapkan amat banyak terima kasih untuk semua tamu yg sudah hadir, tak perlu menunggu lama saya akan memperkenal kan putri saya semata wayang yg baru kami temukan beberapa pekan lalu. Ini anak saya, Arumi Nazwa Latif, (aku sembari tersenyum kepada tamu) putri kami yg hilang 27 tahun lebih, putri kami adalah satu-satunya pewaris kami. Untuk itu mohon bimbingan untuk putri kami kepada semua rekan-rekan untuk membimbing putri kami. dan bla ....................bla................... bla ................... Sekian terima kasih" undur papa setelan bicara panjang lebar dan memperkenal kan aku sebagai anak dan penerus mereka.
Aku yg protes kepada papa tentang kejadian di atas tadi dan papa mengajak ku untuk bicarakan itu dirumah.
"Acara selanjutnya yaitu menikmati hidangan. Untuk para tamu di persilahkan menikmati hidangan-hidangan dari sang punya hajat. Selamat menikmati." tutur MC dan setelah itu di iringi musik-musik indah dan santai secara bergantian.
Kami bertiga duduk dan menikmati hidangan bersama dengan keluarga Zayn. Aku merasa sebuah mata melirik ku dan kami sempat beradu pandang sejak sebelum di buyarkan oleh bunda Wilna.
"Zayn sayang kenapa kamu liatin Rumi kaya gitu sih?" tanya bunda heran dengan senyum-senyum ke arah mama
"Mana ada sih bunda, ihhh." tungkas zayn.
Aku hanya merunduk malu sejak ucapan bunda tadi.
Acara sudah berakhir, kami bertiga menyalami dan mengantar tamu kami satu persatu yang pamit pergi meninggalkan pesta.
Setelah semua tamu sudah meninggalkan pesta, kami pun bergegas pulang.
Sampai dirumah, kami sempat duduk di sofa untuk membicarakan hal tadi. Walau jam sudah menunjukkan hampir jam 11 malam.
__ADS_1
"Rumi, mungkin bagi kamu ini semua mendadak. Tapi hanya kamu milik kami satu-satunya nak. Papa dan mama mau kamu yg meneruskan usaha-usaha kami." tutur papa dan melepas jas hitam yg dikenakan nya tadi
"Tapi pa, ma Rumi belum punya bekal sama sekali tentang bisnis. Dan kenapa mama dan papa nggak berunding dulu dengan Rumi. Mama dan papa kan tahu Rumi hanya tamat sekolah menengah atas saja." jawabku
"Kami tau nak kami tidak berunding dengan mu sebelumnya, tapi mama dan papa nggak ada pilihan lain sayang. Kami sudah tua." ucap mama sebelah ku dan merangkul pundakku
"Tapi ma, pa Rumi baru bekerja ini dan Rumi nggak punya pengetahuan sedikit pun tentang bisnis." elak ku
"Untuk itu kami meneruskan semua properti kami ke kamu nak, tolong dan mengertilah. Rumi bisa melanjutkan kuliah tentang bisnis, Management atau yg lain yg menyangkut ini semua. Mama papa akan membiayai nak." Tutur papa
"Iya pa Rumi tau umur bukan masalah untuk belajar dan makasih papa akan membiayainya. Tapi Rumi tinggal di desa B pa, dan itu memerlukan waktu yg lama untuk aku kesini. Dan lagi Rumi harus membagi waktu kerja Rumi."
"Tapi ma, itu tidak efisiens dan belum tentu semua pelajaran akan masuk di otak." tungkas ku
Kami berdebat kecil mengenai masalah penerus yg ditujukan ke aku.
Akhir nya hanya ada dua pilihan yg harus aku pilih tak boleh menolak menerima diri sebagai penerus.
"Kamu boleh memilih Kuliah di rumah ibu dan ayah juga masih bisa bekerja. Atau kamu boleh memilih tinggal sama papa dan mama juga resign dari kerja kamu dan kuliah dengan waktu yg efisiens." solusi dari papa yg buat aku dilema dan bingung.
Lama aku berfikir dan mengambil keputusan yg akhir nya aku tetapkan untuk bekerja dan kuliah dirumah.
__ADS_1
"Kalo gitu papa akan memfasilitasi kamu alat-alat kuliah mu dirumah nanti. Papa tidak keberatan kamu kuliah dirumah. Tapi akan lebih baik bila saat kuliah kamu langsung praktek di lokasi-lokasi itu." ucap papa
Aku hanya diam tak memberi respon. Dan kami kembali kekamar untuk beristirahat sebelum esok pagi datang dan perdebatan belum berakhir.
Aku membersihkan tubuh, berganti pakaian dan lalu merebahkan diri di pembaringan.
"Sekarang sudah naik pangkat yg membuat ku bingung setengah jiwa dengan segala pilihan." gumam ku dan langsung membuat ku miringkan tubuh dan menatap jam di HP ku yg menunjukkan jam 12 kurang 21 menit.
Aku pun beranjak melelapkan diri.
.
.
.
.
Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.
Terima
__ADS_1