Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Kencan Petama part 2


__ADS_3

" Halo sayang? Kok cantik aja nih pagi-pagi. " Ucap Rey dari seberang saat melakukan panggilan video pada ku


" Kamu lupa kalo ini kencan pertama ku sama mantan suami ku. " sahut ku ebteng dengan maksud memanas-manasi Rey


" Kamu ini mau bikin aku murka ya? Nggak adakan bahasa yg lebih jelek lagi dari kencan? " sahut Rey dengan eksperesi kesal dan mata melotot nya.


" Kamu mah jauh, jadi aku bebas kencan. Hehehehe " goda ku lagi dengan cengar cengir


" Awas aja kamu kalo aku udah pulang! " bentak Rey tapi tak mengeraskan suara nya


" Mau apa? Uweekkk " ejek ku lagi debgan menjulurkan lidah ku.


" Mau aku lamar dan aku bawa ke KUA! Aku nggak main-main! " sambung Rey


" Aku nggak mau. Ya udah aku mau kencan dulu ya sayang. Bye bye. " Sahut ku main-main seraya menekan layar untuk memutuskan panggilan tanpa menghiraukan Rey yg masih memanggil nama ku agar tak mematikan telepon nya.


" Untung aja Rey telpon, kalo nggak aku bakal sakit jiwa tadi mikirin Zayn. " ucap pada cermin saat memandangi diri sendiri.


Aku menuruni anak tangga satu persatu dan disambut oleh dua pasang mata yg tanpa berkedip sama sekali.


" Kenapa kakak ipar menggemaskan gini? Bikin aku kumat lagi dah ah. " ucap Esson dalam hati nya yg masih mengangakan matanya begitu juga dengan Zayn,


" Sial! Ternyata aku lepasin kerang yg menghasilkan mutiara indah. Nyesel banget aku Tuhan. Tolong kembalikan dia. Aku mohon. " pinta Zayn dalan hatinya.


" Hei, hei, hei kalian para bujangan! Tolong kondisikan mata kalian itu atau nggak aku bakal telpon Rey biar balik ke indo. " ancaman dahsyat ku layangkan sehingga membuat sepadan lelaki jantan, ah bukan lelaki kesepian itu gelagapan.

__ADS_1


" Duh bisanya cuma ngadu aja. " protes Esson dengan lirikan tajam nya.


" Hahaha makanya mata itu dijaga tau! Untung aja nggak ada Rey. Hahaha " aku gembira mengerjain Esson karna dia tak mau ada salah paham dengan Rey.


" Makanya jangan jadi cewek menggemaskan. Kan resiko kamu kalo banyak yg suka. " Sahut Zayn dengan mencubit pipi ku dengan mesra yg refleks di hempaskan oleh Esson.


" Heh! Tolong tangan anda dikondisikan ya pak duda kesepian. " demo Esson dengan menunjuk ketangan Zayn


" Iya makanya jangan jadi janda manis. Bikin gemeeeeessshhh " lanjut Esson yg mencubit pipiku yg dibalas dengan desahan oleh Zayn.


" Huh. Mencuri kesempatan dalam kepolosan seorang duda. " demonya dengan menyilangkan tangan nya didadanya. Kami bertiga pun tertawa bersama dengan lepas.


" Udah ah sakit perut ku. Ayo kita melancarkan aksi. Kalian bawa 1 mobil aja. Aku sendiri ngikutin kalian. " arahan yg diberikan Esson


" Nanti kita saling kabarin ya. Sekarang mereka udah tau posisi kita disini. Denis udah ngajak Ily ke cafe dibukit, jadi kalian kesana ngedate sesuai rencana sebelumnya. Oke? " lanjut Esson dengan mengalihkan pandangannya bergantian kearah ku dan Zayn.


" Kalian harus mesra biar mereka gak curiga. Harus dramatisir pokok nya, seakan-akan kalian balikan. Ya udah ayo berangkat, kalo ada apa-apa cepet kasih kabar. " Lanjut lagi arah dari Esson.


Aku dan Zayn semobil dengan perjalanan ke cafe tempat rencana dan Esson mengamati dari jauh. Bahkan dia sudah seperti seorang intel saat itu. Butuh waktu 25 menit untuk sampai dicafe bukit karena memang itu jalur tanjakan dan lumayan cukup jauh jika lewat dari villa, seperti arah memutar jauh.


Aku dan Zayn kini sudah sampai dicafe, kita melihat-lihat Denis dan Ily bahkan mereka sudah menghabiskan makanan yg mereka pesan sebelum kami datang. Kami mencari meja makan yg agak dekat dengan mereka tapi kami harus berpura-pura tak melihat mereka sesuai letak meja makan.


" Kak mau pesen apa? " suara yg sengaja aku perjelas agar mereka mendengarnya.


" Apa aja yg kamu pesen. " sahutnua dengan melingkarkan anak rambutku ke belakang telingaku. Ini bukanlah dari skenario, tapi aku tetap berfikir kalo ini hanya akting Zayn semata.

__ADS_1


" Kak jangan kaya gini di depan umum. " kataku dengan pipi yg sudah merona malu tanpa dibuat-buat.


" Kenapa sayang? Kamu malu? " tanya Zayn dengan menggenggam tangan ku diatas meja.


" Tapi kak, orang-orang taunya kita udah ceraikan? " serang ku pada Zayn dan melepaskan tangan ku sesuai skenario


" Buat apa aku buang uang ku banyak-banyak cuma buat akte cerai palsu itu kalo nggak boleh mesra-mesraan sama kamu mi? Disini kan gak ada yg tau kita kalo penampilan kita yg nggak mencolok kaya biasanya. " sahut Zayn serius dan memegang tangan ku lagi. Kami terdiam sejenak saat makanan yg kami pesan datang dan diletakkan diatas meja oleh pelayan.


" Silahkan tuan dan nona, selamat menikmati. " ucap pelayan itu dan permisi pamit meninggalkan makan yg ia bawa untuk kami.


" Ayo makan dulu, aku suapin ya? Buka mulut mu sayang. " pinta Zayn setelang menyendokkan nasi dengan lauk ayam bakar geprek kesukaan ku.


Aku membuka mulut ku dan Zayn menyuapi makanan itu, lalu Esson datang memaki-maki kami sesuai skenario.


" Arumi! Zayn! Apa yg kalian lakukan? Mi apa maksudnya ini? Tega ya kamu ke Rey! Apa artinya kebaikan Rey selama ini? Jawab! " bentak Esson pada kami dan dilihat oleh orang-orang yg kami bayar untuk jadi penonton di cafe itu.


" Tolong jangan anda bentak-bentak pasangan saya walaupun anda sahabat saya, saya tudak peduli! " bentakan balik yg diucapkan Zayn bahkan lebih keras dari Esson


" Kalian udah cerai, bahkan talak 3! Nggak semudah kalian kamu talak dia biar dia balik kesisi mu. Apa perlu aku panggil ustadz kesini hah?! " sahut Esson lagi dengan geram dan sombong


" Hahahahaha lucu. Sangat Lucu. Dan kakak kamu itu sangat bodoh! Bodoh banget. Dia cuma batu loncatan biar aku sama Arumi bisa balik lagi. Paham! " serangan skak mat yg dijabarkan oleh Zayn hingga membuat Esson kalah telak menyahuti.


" Kalian emang manusia gak punya hati. Mi, aku nyesel sama sikap kamu. Tolong jangan bawa-bawa Rey! teriak Esson didepan wajah ku.


" Maaf Son, aku nggak ada pilihan lain. Aku harus korbanin Rey biar aku dan kak Zayn bisa balikan. Maaf " jawab ku dengan sedikit akting menyesal.

__ADS_1


" Aku kecewa sama kamu mi. Sumpah aku kecewa. " ucapan Esson memelan lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan kami dengan makanan yg masih utuh diatas meja.


__ADS_2