
" Arumi!!! Bapak-bapak tolong bantu saya angkat dia ke dalam mobil pak. Tolong " pinta Rey dan tak terasa air mata nya menetes. Rey tak percaya bahwa dia menabrak ku dan membuat ku terluka karna terlalu ngebut.
" Terima kasih bapak semua, dimana ada klinik terdekat disini pak" Tanya Rey pada bapak berpakaian adat Bali tersebut.
Dan bapak itu mengatakan sekita 600 meter lagi ada klinik dokter umum dan Rey dengan cepat membawa ku yg bercucuran darah.
" Maafin aku Mi. " Ucap Rey dalam tangis nya.
Rey sudah membawa ku ke klinik, aku sedang di periksa dokter dan dokter sedang membersihkan luka ku. Tapi belum juga sadar. Akhir nya dokter keluar menemui Rey dan mengatakan bahwa aku harus di bawa kerumah sakit karna luka terjadi cukup serius di bagian kepala ku. Rey menelpon dan meminta ambulans rumah sakit yg di rujukkan oleh dokter untuk menjemput ku dan membawa ku ke sana. Rey juga memberikan kabar kepada mama dan papa ku juga meminta maaf dengan apa yg terjadi.
" Rey, jangan salahkan dirimu. Pentingkan Arumi, Om akan langsung kesana dan nanti kita bahas disana. Oke. " perintah papa yg langsung mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban Rey.
Rey bergegas mengikuti Ambulans menuju rumah sakit yg membawa ku.
Beberapa puluh menit sudah dan akhir nya mereka sampai dan langsung membawa ku ke ruang ICU. Rey menunggu di luar ruangan untuk mendengar penjelasan dari dokter.
Dokter keluar ruangan dan meminta Rey untuk ikut ke ruangan nya.
" Pak, seperti nya memang ada masalah di bagian kepala ibu Arumi. Dan itu juga bisa mengakibatkan bu Arumi kehilangan ingatan nya. Saat ini dia memang sudah sadar, tapi saya mohon, jangan buat bu Arumi tertekan dulu dan memaksa nya mengingat masa lalu nya. "
Rey terkesiap dengan pernyataan dokter tentang diriku. Dia tak habis fikir bahwa dia sudah mencelakai aku dan membuat ku kehilangan ingatan ku.
Satu setengah jam kemudian mama dan papa sudah sampai di rumah sakit, sudah di sampaikan kepada sepasang orang tua itu yg tadi di katakan dokter tentang ku. Mereka sangat terkesiap dan Rey semakin merasa bersalah. Akhir nya mereka pun masuk bersama-sama ke ruangan ku.
Aku memiringkan sedikit kepala ku, melihat siapa yg datang karna aku merasa tidak kenal sama sekali. Lalu papa membuka percakapan.
" Jangan takut sayang, aku dan dia adalah orang tua kandung kamu, papa dan mama. " ucap papa sambil memegang pundak mama.
" Mama papa " Aku sedikit tak percaya karna memang tak mengingat sedikit pun, tapi tak mungkin mereka berbohong hingga menunggui ku di rumah sakit?
" Ini? " sambung ku bertanya dan menunjuk ke arah Rey.
Saat Rey akan menjawab nya, terlebih dulu papa menyahuti nya.
__ADS_1
" Dia suami kamu sayang, suami yg paling kamu cintai. " jawab papa dan Rey langsung menengok ke arah sepasang orang tua itu.
" Kak Rey " panggilku dan dengan cepat Rey menghampiri ku.
" Iya Mi, ada apang sayang?" tanya Rey
" Aku laper kak, aku mau makan. " rengek ku pada Rey
" Kamu mau makan apa Mi? " tanya Rey lagi
" Apa aja lah Kak, yg penting makan bareng kak Rey. " jawab ku senyum
Rey berlalu pergi meninggalkan ruangan ku untuk membeli makan malam untuk kami berempat. Papa tak henti-henti nya memeluk dan mencium ku. Papa dan mama banyak menceritakan hal-hal bahagia mereka bersama ku, bahkan mereka tak ingin kehilangan ku untuk kedua kali nya yg membuat ku semakin yakin mereka lah orang tua ku.
Rey datang dengan bungkusan kantong plastik di tangan nya dan membagikan untuk mama dan papa. Rey menyuapi ku makan dan aku pun sangat bahagia, nyaman dan terasa tanpa beban.
" Kak Rey juga makan ya, aku bisa sendiri. " pinta ku pada Rey
" Nggak sayang, biar aku suapin kamu ya. Dari dulu kan kamu selalu aku suapin. " ucap Reu bohong agar bisa menyuapi ku dan membuat ku lebih banyak makan.
¤¤¤¤
Denis masih mencari-cari keberadaan ku dengan teliti, karna dia takut kejahatan nya akan terbongkar. Dia meneliti setiap inci jalan yg dia lalui namun tak mendapatkan hasil yg diinginkan nya.
Denis segera menelpon Emily untuk memberi kabar bahwa saat ini aku kabur dan Denis tak dapat menemukan ku, tapi Emily sama sekali tak menjawab panggilan nya karna HP nya sedang di mode diamkan. Denis frustasi, dan menelpon Esson untuk menanyakan apa Emily bersama nya atau tidak.
" Nggak bro, aku lagi dirumah. Coba kamu telepon Zayn. " jawab Esson dan Denis mengiyakan nya lalu segera menelpon Zayn.
Tapi seketika Denis memutuskan panggilan nya dan memikirkan alasan untuk menanyakan Emily pada Zayn.
Tetapi, Zayn menelpon balik Denis saat panggilan nya terputus tadi.
" Halo nis, kenapa bro? " tanya Zayn
__ADS_1
" Zayn, lu sama Emily kan? " tanya Denis
" Iya nih, kenapa?" tanya balik Zayn
" Kasi gua ngomong bentar sama dia. " pinta Denis tanpa kecurigaan Zayn karna memang mereka bersahabat dari kecil.
" Halo nis " sapa Emily
" Yang, dia kabur lagi, dan sampe sekarang aku belum nemuin dia. Gimana ini? " tanya denis pelan agar tak di dengar Zayn yg berada di dekat Emily
" Oh ya sudah nanti aku bantu kerjakan nis. " jawab Emily untuk menghidari kecurigaan Zayn dan menutup telpon nya.
Zayn tak menanyakan apapun tentang panggilan dari Denis dan mereka kembali melakukan romansa bahagia mereka karna Emily sedang hamil dan Zayn tak mau membuat nya Sedih.
¤¤¤¤
" Halo Rey, kamu di mana?" tanya Esson di telepon
" Aku di rumah sakit Son. " jawab Rey
" Apa yg terjadi? Kamu nggak apa-apa kan? " tanya Esson
" Bukan aku, tapi Rumi. "
" Apa yg terjadi? Ceritain ke aku Rey. " perintah Esson
Rey menceritakan bahwa dia menabrak ku dengan kecepatan yg lumayan tinggi karna ingin lebih cepat bisa menyelamatkan ku dari Denis. Tapi tak disangka terjadi hal buruk dan fatal bagi ku karna aku kehilangan ingatan ku saat ini walaupun aku masih sehat, tanpa ada patah tulang dan hanya sedikit luka di bagian kepala.
Esson terkesiap, dia tak menyalahkan Rey bahkan dia menasihati kakak kandung nya itu.
" Rey, ini lah rencana Tuhan yg tak ingin Arumi mengingat masa lalu nya yg menyakitkan. Yg akan dia terima itu cuma kebahagiaan yg akan kamu kasih ke dia. Jangan pernah kamu lepasin dia Rey. Aku tau kamu memiliki rasa sama dia tanpa harus kamu kasi tau aku. Rey, jaga dia, dia perempuan baik. " pinta Esson
" Iya, dan saat ini juga om dan tante Latif ada disini. Kamu bisa kesini beaok pagi, beaok juga akan aku kirimkan alamat nya ya. Jaga diri kamu, jangan lupa minum obat ya. Aku udahin dulu telepon nya. Arumi panggil aku ini. " Rey mematikan panggilan nya setelah Esson mengiyakan nya.
__ADS_1
Rey menyambangi ku yg memanggilnya untuk menemani ku tidur karna ini sudah sangat larut.
" Aku janji, aku akan ada di sisi kamu Mi. Aku nggak akan biarin kamu di sakitin lagi. Maafkan kami yg harus membohongi mu. Kami hanya ingin kamu aman." Ucap Rey mengelus-elus rambut sepunggung ku yg sudah terlelap tenang.