Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Akhirnya


__ADS_3

" Kenapa diem? Kamu mau lihat sendiri buktinya? Denis, lu sahabat gua yg lebih lama gua kenal di banding Esson dan psikopat ini. Kenapa lu bodoh hah? Lu anggap gua siapa? Gua saranin lu cari perempuan yg lebih baik, nikah dan punya anak secara terhormat dan lebih penting lagi lu di akuin sebagai ayah. " sambut Zayn


Denis tersentak mendengar semua perkataan Zayn, hingga membuatnya sedikit sadar dengan apa sudah dia lakukan selama ini demi Ily tapi tetap saja Ily tak mau menikah dengannya.


" Nis, gua tetep anggep lu sahabat gua setelah semua yg lu lakuin ke gua dan Rumi. Gua nggak ada dendam sama sekali. Tapi coba lu fikirin sedikit tentang perasaan lu, apa lu nggak mau bahagia hah? Kalo emang lu cinta Ily, ya lu ungkapin. Tapi kalo Ily tetep nolak lu, lu pantes bahagia sama orang lain. Inti nya tanggung jawab lu yg utama. " nasehat dari Zayn untuk Denis dengan pegangan lembut di bahu Denis.


" Ily cinta nya sama lu bukan sama gua! Gua mohon sama lu, tolong kasih anak gua kehidupan yg layak, yg terhormat. Gua mohon Zayn. " Tangisan Denis pecah saat itu, sebelum nya mereka bertiga belum ada yg melihat Denis meneteskan air matanya sampai detik permohonan ini.


" Gua mohon Zayn, gua mohon. " sambung Denis dengan berlutut di hadapan Zayn. Zayn tak bisa berkata apa pun, dia hanya meminta agar Denis tak seperti itu dihadapan banyak teman-trman mereka.


" Ily, kamu sayang kan sama anak di perut kamu? Dia buah hati kamu walaupun kamu cuma mau manfaatin keberadaan nya biar Zayn balik lagi ke kamu. Tapi dia nggak salah, dia nggak pantes nanggung resiko perbuatan kalian. Tolong fikirin baik-baik Ily, setidaknya kasih dia status yg sah walaupun kamu nggak ada rasa ke Denis. Tapi suatu saat cinta Denis yg tulus akan bikin kamu bahagia. Percayalah Ily. " Ucap Zayn dengan masih memeluk Denis.


" Tapi Zayn, aku cinta banget sama kamu. Aku nggak mampu kali harus kehilangan kamu. " sahut Emily dengan terisak


" Ily, jujur aja dulu aku sayang bahkan cinta banget sama kamu. Tapi setelah kamu bohongin aku, apa lagi manfaatin nyawa yg nggak bersalah demi dapetin aku, sejak itu rasa aku memudar buat kamu. Bahkan aku sangat nyesel percaya kalo Arumi sengaja mau buat kamu keguguran. Sampe-sampe aku nggak sadar talak 3 Arumi. Aku nyesel. Sangat nyesel. Jadi tolong jangan harepin aku lagi Ily, kasihani anak di perut kamu. " sahut Zayn panjang lebar.


Aku, Esson dan teman-teman hanya menyaksikan sebuah reality show dihadapan kami. Bahkan ada yg meneteskan air matanya karna terharu. Ada juga yg menyesali perbuatan Ily karna keegoisan Ily sendiri

__ADS_1


Zayn menarik tangan kanan Ily dan menyatukan nya di telapak tangan kanan Denis.


" Berjanjilah kalian demi persahabatan kita, Berilah anak kalian kehidupan yg pantas. Jaga dan rawat dia, aku bakal sangat berterima kasih karna itu. Bayi itu tetep ponakan ku. Aku mohon demi bayi kalian. " ucap Zayn dengan serius.


Denis dan Ily masih terisak sedih karna perlakuan mereka sendiri. Tetapi bagaimanapun mereka harus tetap bertanggung jawab.


" Pulanglah kalian. Mintalah restu mama papa kalian, aku tetep bakal dukung kalian berdua. Kita ini sahabat kan? " tanya Zayn tersenyum dan si sambungi senyuman Denis dan Ily.


Esson menghampiri mereka bertiga, mereka berempat berpelukan dengan hangat dan tangus haru mereka pun pecah. Ini adalah cobaan persahabatan, cintalah yg menjadi penghancurnya.


Ily berpelukan dengan Denis, lalu mereka pamit pulang menemui orang tua mereka untuk meminta restu. Ily mengorbankan cinta nya demi anak dikandungannya walaupun dia akan menikah dengan lelaki yg belum dia cintai dan dia adalah sahabatnya sendiri.


" Akhir nya kelar hidup ku. " ucap Zayn dengan helaan nafas lega.


" Iya, capek aku, tapi aku bahagia mareka akhirnya ngerti apa itu pengorbanan. Semoga aja ending nya sesuai pengorbanan kita juga. " sahut Esson.


" Mi kok kamu diem aja? Senym-senyum lagi. Bahagia ya Zayn nggak jadi nikah sama Ily? " goda Esson lalu Zayn pun memandang ku.

__ADS_1


" Eitsss nggak usah godain aku. Aku senyum bahagia karna ya emang aku bahagia. " sahut ku dengan senyum menggeleng ke kanan. Esson dan Zayn belum juga sadar kalau Rey sudah kembali dari Paris.


Aku beranjak berdiri dan menghampiri sosok lelaki yg sedari tadi tersenyum lembut pada ku.


" Mi kamu mau kemana? Siapa cowok itu? " teriak Esson memanggil dan bertanya pada ku.


Aku hanya mebggelengkan kepala ku dan menyahutin teriakan Esson dengan senyuman.


" Kak Rey " sapa ku


" Sayang, aku kangen. " dengan cepat Rey memelukku hingga menjatuhkan jas kerja nya ke tanah.


" Aku juga kak, kangen banget. " sahut ku melepaskan pelukan Rey dan Rey menciumin kening ku.


Dari bangku besi, Esson dan Zayn melihat kami berpelukan, karna cahaya remang-remang membuat wajah Rey tak terlihat jelas, hingga mereka menafsirkan kalau aku menduakan Rey.


Mereka berlari bahkan Zayn menarik tangan ku untuk menjauhi lelaki dihadapan ku.

__ADS_1


" Apa-apaan kalian hah? " geram Rey


" Reyhan? " ucap ucap mereka berdua berbarengan.


__ADS_2