
Dari bangku besi, Esson dan Zayn melihat kami berpelukan, karna cahaya remang-remang membuat wajah Rey tak terlihat jelas, hingga mereka menafsirkan kalau aku menduakan Rey.
Mereka berlari bahkan Zayn menarik tangan ku untuk menjauhi lelaki dihadapan ku.
" Apa-apaan kalian hah? " geram Rey
" Reyhan? " ucap mereka berdua berbarengan.
" Kenapa syok banget aku pulang? Takut nggak bisa deket-deket Arumi lagi? " Rey mengintrogasi mereka berdua.
" Emang harus izin kamu? " tungkas Esson
" Pengen di bogem hah? " Rey mengancam dengan mengepalkan tangan kanan nya
" Udah-udah! Ayo kita pulang! " aku segera mengajak mereka untuk kembali ke villa dan melerai candaan mereka. Ketiga lelaki tampan itupun mengiyakan ajakan ku karna memang ini sudah waktunya untuk istirahat malam.
" Mi, kamu semobil sama aku! Mobil kamu biar di bawa Zayn atau Esson. " Rey memerintah adik dan sahabat adiknya itu agar mau mengendarai mobil yg ku pakai ke taman tadi.
" Emang nya kita montir hah? " jawaban ketus Esson mampu membuat Rey mengabaikan jawaban nya karna dia betapa sangat merinduku. Aku mengiyakan dan pulang kembali ke villa bersama Rey.
¤¤¤¤
Di villa
" Sayang, besok kita udah harus balik ke Denpasar. Kerjaan kamu udah numpuk, Kasihan kan mama sama Anantha. " solusi dari Rey yg karna memang sudah lama aku tak mengurusi kantor secara langsung.
" Tapi kak, aku masih kerasan banget disini. Villa kak Rey bikin adem. " komentar ku dengan maksud ingin lebih lama di villa itu.
" Tapi sayang, kamu punya tanggung jawab kan? " Rey mengingatkan ku bahwa banyak sekali pekerjaan sudah menunggui ku di depan mata. Tetapi aku hanya diam mempertimbangkan perkataan dari Reyhan.
__ADS_1
" Ya udah, ayo istirahat. Besok aku ajak ke suatu tempat yg indah banget. Oke. " Rey merayu ku dengan kedipan mata yg berulang-ulang.
" Beneran kak? Nggak lagi bohongin aku kan? " aku memancing Rey dengan pertanyaan agar mau jujur jika ingin mengerjai ku.
" Enggaklah wanitaku. Inti nya besok kita berdua akan pergi. " Rey menyahuti petanyaanku dan tangan nya menyentuh kedua pipi ku untuk meyakinkan.
" Oke kalo gitu kita lest go! " ajakan ku dengan penuh semangat.
Kami semua sudah sampai di villa, masing-masing sudah masuk ke kamar pilihan. Aku membersihkan diri di balik kamar mandi klasik dengan aksen kayu-kayu jati dengan ranting sebagai sarana menggantung pakaian atau handuk. Setelah itu aku pergi ke pembaringan untuk beristirahat karna hari itu memanglah sangat panjang kami lalui.
¤¤¤¤
Kami berempat sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan, karna setelah itu kami semua akan pergi meninggalkan villa dan kembali pada kehidupan normal masing-masing. Setelah sarapan kami kembali ke kamar masing-masing untuk mengemasi barang yg kami semula bawa ke villa.
" Sayang kamu udah selesai? " tanya Rey yg tiba-tiba datang karna pintu kamar terbuka setengahnya.
" Ayo berangkat biar nanti nggak kena macet di jalan. " Esson muncul di balik pintu.
" Iya ini baru kelar. " Rey menjawabnya.
Kami berangkat tepat pukul 10 wita, karna perjalanan akan lumayan memakan waktu lumayan lama, maka itu kita pulang lebih awal.
Kami bertiga aku, Rey dan Esson mengendarai satu mobil, sedangkan Zayn mengendarai mobil pribadinya.
Sore menjelang sudah tiba, kami baru saja memasuki kota Denpasar, dan di jamsore seperti inilah akan terjadi kemacetan di kota ini, karena jam 4 sore waktu nya para perkerja dan siswa dari sekolah ful waktu juga akan pulang.
Lelah rasanya didalam perjalan yg lumayan lama, apa lagi sesekali kami berhenti untuk sekedar beristirahat atau mencari sesuatu yg bisa kami nikmati. Tetapi lelah kami sejenak pergi setelah beberapa lama pergi dan akhir nya bisa berkumpul dengan keluarga dan kehidupan menjadi kembali normal.
Rey dan Esson mengantar ku ke rumah papa tanpa mampir, selain mereka juga lelah dan ingin cepat bertemu orang tua mereka juga.
__ADS_1
" Pa " aku menyapa papa yg duduk dengan buku tentang bisnis yg lumayan tebal.
" Kamu udah pulang sayang? " papa menoleh kearah suara yg menyapa nya lalu meletakkan buku yg sebelumnya papa baca.
" Papa sangat kangen kamu! Apa masalah kalian udah kelar nak? " memelukku lalu melepaskannya lagi untuk bertanya.
" Alhamdulillah pa udah lebih baik. Semoga aja Denis dan Emily bahagia. " aku menjawab dengan melihat ke arah koran di atas meja di ruang keluarga.
" Ya syukurlah kalo gitu. Kerjaan kamu udah manggil-manggil itu. Kasihan Anatha dan Gio. " perkataan papa yg membuatku bergejolak bahwa sekarang aku akan kembali pada tanggung jawab ku.
" Sayang, besok kita meeting dulu ya dengan Klien baru kita, dia datang khusus dari Dubai yg akan kerja sama dengan kita. " terang papa memberikan petunjuk agar aku dengan segera mengambil labgkah.
" Iya pa, dimana rencana pembangunan nya? "
" Anantha dan Gio memberikan dua pilihan yg sama-sama bagus. Dan besok akan ditentukan langsung oleh tuan Nizam Malik. Istirahatlah nak, persiapkan dirimu untuk besok. Oh ya, mama sedang melakukan kunjungan perusahaan di ubud, jadi mama nggak bida nyambut kamu. Mama minta maaf. " papa menyampaikan informasi serta pesan dari mama ketika aku akan kembali kerumah ini.
" Iya pa, Rumi ngerti. Makasih pa, aku istirahat dulu. Sayang papa. " Berlalu pergi pamit dari hadapan papa untuk beristirahat setelah melewati kehidupan yg penuh dengan drama.
.
.
.
.
Mohon maaf karna episode nya terbalik. Dan ini adalah episode sebelum episode Tuan Nizam.
Sekali lagi mohon maaf.
__ADS_1