
" Zayn, mungkin saat ini Tuhan masih ingin kamu ngeradain apa yg dulu kamu lakuin." ucap ku lirih sambil melihat ke arah pintu yg baru saja Zayn lewati.
Aku melanjutkan pekerjaan ku hingga waktu menunjukkan senja nya dan menandakan waktu pulang untuk para pekerja.
Aku mengendarai mobil ku ke arah rumah mama dan papa karna memang biasa nya aku tinggal di apartement ku.
Aku mengetok pintu, bik iyah membukakan dan mempersilahkan ku masuk. Aku menyapa mama ke kamar nya dan mengajak nya turun ke ruang keluarga karna sebentar lagi papa pulang dan waktunya kita untuk makan malam.
Kami makan malam bersama, setelah itu bersenda gurau, berkangen-kangenan, dan lebih parah nya aku ingin sekali tidur bersama mama dan papa.
Mereka pun menggelengkan kepala karena pirmintaan ku yg bukan main, sedang aku sudah dua kali menyandang status janda.
Oh ya, aku juga mengatakan besok aku akan ke rumah ibu dan ayah, sudah lama sekali aku tak menjenguk mereka, sejak penculikkan ku yg kedua aku jarang sekali mengunjungi mereka.
Aku berangkat ke Desa B sendiri tanpa Rey atau mama dan papa.
Aku juga ingin memantau kondisi caffe ku disana, sekaligus temu kangen dengan Ani dan Arka yg sudah menikah saat aku di culik Denis. Aku bahagia karna sahabat ku sudah menikah, bahkan sudah mengandung 5 minggu.
Aku menyarankan Ani agar beristirahat, Arka pun mengiyakan. Tapi aku setuju jetika dia mengatakan pasti akan bosan bila dia hanya berdiam diri saja dirumah tanpa aktifitas.
Aku kembali kerumah ibu dan ayah. Aku menginap disana malam ini, sejak sore hape ku tak hentinya berbunyi. Ku lihat nama seseorang di layar hape ku dan segera aku menerima panggilan nya
" Apa kamu serindu itu tuan pangeran?" tanya ku pada penelpon itu
__ADS_1
" Sangat. Aku sangat merindukan ratu ku. Kamu kapan pulang sayang?" tanya Rey balik
" mungkin besok siang. Kenapa? " tanya ku balik
" Nggak ada. Oh ya aku mau mandi dulu ya. Aku baru aja pulang dari kantor." pinta Rey
" Mandi apa mau telponan sama cewek lain?" goda ku
" Ratu ku, hanya kaulah yg ada di hati sang pangeran." Rengek Rey lalu pamit dan memutuskan panggilan nya.
¤¤¤¤
Di tempat lain,
Zayn masih frustasi dengan kejadian beberapa hari yg lalu. Dia sering meminta Esson menemaninya ke Bar. Andai saat itu Esson menolak, entah apa yg akan terjadi dengan Zayn ketika dia sedang mabuk berat.
Zayn masih saja mengigau dalam mabuk nya, dan Esson tak memperdulikannya dan fokus mengendarai mobil nya.
Keesokan hari nya Zayn sadarkan dirinya hampir siang hari. Dia mengerjapkan matanya karna silau. Dia juga merasakan bahwa kepala nya sangat sakit, Zayn mencoba bangkit untuk membersihkan dirinya agar lebih segar. Lalu pergi keluar untuk membeli isi perut nya.
Zayn menuju sebuah resto yg dulu sering aku kunjungi bersama nya. Dia melihat sekeliling resto itu.
" Tak berubah sama sekali, masih seperti dulu waktu aku sering makan sama Arumi di sini." ucap Zayn lirih
__ADS_1
Zayn menuju ke meja favorit kami, dia juga memanggil pelayan dan memesan makanan kesukaan nya karna sudah tak tahan dengan lapar nya.
Makanan datang dan menggoda nafsu Zayn agar segera menyantapnya.
Saat ketika iya ingin memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, ada satu suara mencegahnya dan mebuat Zayn kesal.
" Waow sang duda sedang makan enak sendirian. Kemana calon istri dan anak mu tuan?" goda Rey memancing amarah Zayn namun tak di gubris oleh Zayn. Dia melahap makanan nya tanpa memperdulikan ocehan Rey.
" Sepertinya tuan duda sekarang sudah tak punya malu." goda Rey lagi dan sontak saja kalimat itu membuat Zayn bangkit dari duduk ya dan dan menggeprak meja makan itu.
Rey hanya tertawa dan pergi meninggalkan Zayn yg sudah tersulut emosin.
Zayn ingin sekali menghampiri Rey dan membalas semua perkataan nya itu, namun dia urungkan setelah melihat ku masuk dan duduk bersama Rey untuk makan siang.
Rey semakin gemas membuat Zayn emosi, dia berlaku mesra pada ku untuk membuat Zayn marah dan cemburu.
Aku tak tahu itu niat Rey karena memang aku sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh Rey.
" Arumi aku ingin bicara." sapa suara seorang perempuan dan aku langsung menoleh ke arah nya.
" Emily!! " aku terkejut melihat nya menyapa ku dan ingin berbicara dengan ku
" Kalo kamu mau bicara, silahkan bicara aja disini" perintah Rey
__ADS_1
Emily tak menyahuti perkataan Rey, tapi dia langsung memandang ku dan meminta ku dengan mimik mata nya, lalu aku mengiyakan nya dwngan mengangguk.
Emily mengajak ku berbicara empat mata di pojok resto itu. Ternyata disana ada dua pasang mata yg mengamati kami dari kejauhan. Satu nya adalah Rey dan satu lagi adalah Zayn tanpa sepengetahuan ku.