
" Sayang, besok kita meeting dulu ya dengan Klien baru kita, dia datang khusus dari Dubai yg akan kerja sama dengan kita. " terang papa memberikan petunjuk agar aku dengan segera mengambil labgkah.
" Iya pa, dimana rencana pembangunan nya? "
" Anantha dan Gio memberikan dua pilihan yg sama-sama bagus. Dan besok akan ditentukan langsung oleh tuan Nizam Malik. Istirahatlah nak, persiapkan dirimu untuk besok. Oh ya, mama sedang melakukan kunjungan perusahaan di ubud, jadi mama nggak bida nyambut kamu. Mama minta maaf. " papa menyampaikan informasi serta pesan dari mama ketika aku akan kembali kerumah ini.
" Iya pa, Rumi ngerti. Makasih pa, aku istirahat dulu. Sayang papa. " Berlalu pergi pamit dari hadapan papa untuk beristirahat setelah melewati kehidupan yg penuh dengan drama.
¤¤¤¤
Matahari pagi menyambut kota Denpasar dengan penuh senyum cerah dan kebahagiaan. Ya bisa di simpulkan seperti itu dalam bentuk tulisan.
Membuka jendela kamar dan menarik nafas panjang sebelum kembali dengan kesibukan dan tanggung jawab yg akan aku mulai lagi di hari ini.
Setelah membersihkan tubuh, memilih pakaian terbaik dan sopan adalah menu berikutnya, beberapa kali memilah hingga membuat seisi lemari ku berterbangan di atas ranjang.
" Sayang, boleh mama masuk? " izin mama di balik pintu kamar ku.
Ceklekk
" Boleh ma, ayo masuk. " aku mengajak mama masuk ke kamar ku setalah membukakan pintu.
" Minum dulu susu nya nak. Heran mama sama kamu, milih baju aja sampe seratus tahun, krang tua nungguin buat sarapan malah belum siap-siap anaknya di kamar. " Omelan mama mebuat ku dan mama terkekeh geli, diletakkannya susu cokelat hangat itu di nakas ranjang lalu mama kembali satu titik padaku.
" Ma, Arumi itu bingun mau pake pakaian yg mana, sedangkan meeting kali ini dengan orang luar, jadi ya aku harus sopan kan? " terang ku menjawab pertanyaan penasaran dari mama.
__ADS_1
" Sayang, jangan pedulikan penampilan. Kamu cantik luar dalam. pribadi mu sudah membuat kamu cantik alami. Jangan kamu rendahkan diri kamu dengan status kamu saat ini. Bagi mama, anak mama sudah sangan cantik dengan sifat nya yg cantik juga. "pujian mama melayang masku ke telinga ku dan tertampung di hati ku hingga membuat ku merona malu walau mama ku sendiri yg memberi pujian itu.
" Ma, Arumi hanya ingin tampil sopan dan memberikan kesan menarik pada klien kita. " dengan masih memilah baju yg cocok aku menjawab pertanyaan mama.
" Sayang coba kamu pake celana ini aja sama kemeja krem kerah bunga itu. " dengan menunjukkan hasil pilihan mama.
" Apa bagus ma? "
" Iya kan bisa di coba dulu sayang. Kalo nggak cocok pake yg kamu suka aja. " mama memberikan solusi yg lumayan untuk aku pertimbangkan.
Aku berlalu meninggalkan mama untuk mencoba pakaian pilihan mama. Dan tepat sangan pas ditubuh ku. Lalu aku keluar dan menunjukkan pada mama.
" Wah anak mama cantik banget. Ini baru nama nya sopan plus cantik. " pujian kembali mama lontarkan.
¤¤¤¤
Anantha dan Gio dengan riuh turun ke lobby kantor untuk menyambut raja sang pembisnis muda dari Dubai. Aku tak ikut menyambut tuan Nizam di lobby, aku menyambut dan menungguinya di pintu utama ruang meeting kami.
" Selamat siang tuan Nizam, semoga anda terkesan datang ke perusahaan kecil kami. " Salam dan sapaan sopan itulah yg pertama aku lontarkan dan tuan Nizam menyahutinya dengan senyuman.
" Maaf tuan, ini adalah putri saya, yg dahulu pernah saya ceritakan. Nama nya Arumi Nazwa Latif, anda bisa memanggilnya senyaman anda tuan. " papa memperkenalkan ku pada tuan Nizam.
" Nazwa. Bagaimana kalau saya panggil anda nona Nazwa saja? " dengan suara khas timur tengah, tuan nizam menyahuti papa.
" Terima kasih tuan, mari silahkan masuk. " aku mengajak dan mempersilahkan tuan Nizam, papa berserta staf dan rombongan pejabat dari Dubai
__ADS_1
Meeting di mulai dengan menggunakan bahasa inggris. Aku bersyukur bisa menunjukkan kemampuan ku pada orang luar selain staf yg berkerja di perusahaan papa.
" Baik, sepertinya saya tertarik dengan Ubud. Pemaparan dari nona mambuat saya kagum sekaligus bangga dengan Bali yg memiliki banyak tempat wisata. Saya sudah menentukan, ini akan di bangun di Ubud. " pilihan tuan Nizam yg sudah di serahkan langsung oleh papa setelah meminta rekomendasi dari Anantha dan Gio.
Perusahaan tuan Nizam memiliki 30 persen saham di perusahaan papa karena bantuan dari sahabat nya papa yaitu papa dari tuan Nizam, hingga perusahaan papa maju pesat seperti sekarang. Hingga sekarang papa tak pernah melupakan jasa sahabat dari luar negara nya walaupun kini sahabatnya sudah tak baerada di dunia ini bersama nya sejak 3 tahun lalu, kemudian tuan Nizam lah yg memimpin perusahaan mereka.
" Baik, karena tuan Nizam sudah mengambil keputusan, maka meeting hari ini dicukupkan dahulu. Nanti akan kembali di bahas pada meeting selanjutnya mengenai pembangunan. Mari kita tepuk tangan semua. " papa mengakhiri meeting perusahaan kami dengan perusahaan sahabatnya.
Semua staf kantor papa pamit pergi kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Aku, papa, tuan Nizam da asisten pribadinya masih duduk di ruang meeting.
" Tuan, mohon maaf atas sambutan kami yg kurang berkenan. Semoga anda berkenan berlama-lama dinegara kami. " menundukkan kepala ku dengan hormat sebagai permintaan maaf.
" Jangan sungkan nona, saya sudah sangat puas dengan presentasi anda. Anda berbakat dan luar biasa. " pujian dari tuan Nizam ditambah dengan simpul senyum diwajahnya.
" Mengapa anda sangat manis nona? Ini pertama kali nya saya melihat perempuan berbakat dan santun seperti anda. " gumam tuan Nizam dalam hatinya dengan bibir masih dihiasi senyuman.
.
.
.
.
Mohon maaf sekali lagi. Episode ini adalah episode setelah episode Kembali Normal. Akan tetapi incess tidak dapat berbuat apa-apa, karna pihak mangatoonlah yg mereview. Sekali lagi mohon maaf.
__ADS_1