Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Pesta yg Berantakan


__ADS_3

" Mbak dia siapa?" tanya ku pada asisten itu


" Dia tuan Reyhan mbak. Kakak nya tuan Esson." jelas asisten nya


Aku diam memikirkan betapa ia sangat mirip dengan Esson seperti saudara kembar.


Tapi seperti nya sifat dan sikap nya berbeda.


" Mbak, udah selesai." kata asisten itu


Aku berdiri menatap lekat diriku di cermin. 'sangat berbeda dengan penampilan ku sebelum nya'. Pria itu berdiri di balik pintu dan tatapan kami bertemu melalui cermin. Dia tersenyum menghampiri ku, menawarkan tangan kanan nya untuk ku dan mengajak ku masuk ke tempat pesta itu lagi.


" Kenapa kamu bantu aku?" tanya ku lirih menundukkan kepala ku


" Aku cuma mau lihat sebenarnya seberapa kejam hati kamu setelah berkali-kali jatuh." jawab nya


" Apa kamu tau semua? Apa kamu tau aku?" tanya ku lagi


" Iya, aku banyak menghabiskan waktu ku untuk menguntit mu. Hahahha" jawab nya serius dengan nada bercanda


" Aku serius, aku sama sekali nggak tau kamu." tungkas ku


" Seharus nya kita ketemu lebih awal, tapi waktu pesta amal yg kamu adakan aku nggak bisa dateng, jadi aku minta Esson yg gantiin aku." jawab nya tegas

__ADS_1


" Aku Reyhan, rekan bisnis om dan tante latif sebelum mereka ketemu kamu, anak kandung mereka yg hilang. Tapi aku jarang ada di Indonesia. Aku pulang ke Bali karna ulang tahun Esson. Ayo turun, keluarkan kekejaman mu Arumi. Ada aku yg akan bantu kamu. " Sambung nya dengan senyuman penuh dendam, entah itu untuk siapa.


Aku hanya diam menuruti tuntunan nya dengan menatap wajah nya. Satu persatu tangga kami turuni dan semua mata melirik ke arah kami. Banyak suara ku dengar memojokkan ku, membicarakan sesuatu yg buruk tentang ku saat aku melangkah. Akhir nya saat di tengah-tengah pesta Esson menghampiri kami.


" Rey kok kamu sama Arumi?" tanya Esson penuh keheranan


" Kenapa kamu kaya keberatan gitu? Aku sama siapa bukan urusan kamu kan adik ku sayang!" jawab Rey dengan sinis


" Tapi dia istri Zayn!" tungkas Esson dengan nada penekanan


" Terus kenapa kalo dia istri zayn? Kenapa Zayn sama Emily? Apa Rumi nggak boleh sama cowok lain?" Jawab Rey dan bertanya balik dwngan suara yg sengaja di keras kan agar terdengar oleh Zayn.


Dan ya, Zayn menghampiri kami.


" Jadi target kamu sekarang kakak beradik ya?" tanya Zayn pada ku


Reyhan berbisik pelan di telinga ku.


" Tunjukkan kekejaman mu itu sayang" bisik nya dengan senyuman penuh dendam ke arah Emily. Yg membuat ku tanpa sadar melangkah ke arah Emily.


PLAAAKKK


" Iya, Reyhan adalah salah satu target aku setelah puas menikmati indah nya yg Zayn punya. Mungkin setelah itu, kakak kamu akan jadi target ku atau mungkin Esson dan Denis setelah nya. Tapi Aku akan pertahankan Reyhan di genggaman ku, karna akan ada hati yg pasti lebih sakit nanti." ancam ku pada Emily setelah menapar lagi ke wajah nya

__ADS_1


" Murahan! dasar janda murahan!" bentak nya dengan keras


" Oh aku murahan ya? setidak nya waktu itu aku murahan di tangan suami ku sendiri. Terus kamu apa? Apa yg mahal dari kamu? Kamu dan Zayn sama-sama murahan! Satu nggak bisa lepasin status, yg satu kasihan di gantungin terus di bawah status itu." Jawab ku dengan senyum ejekan ke arah Emily


Aku kembali ke Rey, dan Rey mengelus rambut di telinga ku dan mengecup kening ku sesuai dengan rencana yg kita buat sebelum nya di atas.


☆ flashback ☆


Aku membuat rencana di ruang pribadi dengan Rey karna dia sangat benci dan dendam dengan Emily, terutama Zayn. Aku berusaha menghadang nya agar tak menyakiti Zayn, tp dia tegas protes kepada ku walau dia tahu di hati ku nasih ada nama zayn.


Rey hanya meminta ku berlaku sombong dan memperlihatkan awal kekejaman benci ku pada mereka.


☆ flashback off ☆


Zayn memerah dan mata nya menajam ke arah ku juga mengepalkan keras tangan nya.


" Hey Zayn, nggak perlu seperti itu. Cepat atau lambat kamu sendiri yg akan lepasin janda ini untuk aku nanti. Aku tunggu dengan sabar deh. Sama seperti dulu kamu yg sabar merebut Emily dari pelukan ku ini." Kata Rey yg bermaksud menyindir perselingkuhan Emily dengan sahabat nya sendiri.


" Apa?!" tanya Esson seakan tak percaya dengan apa yg dia dengar dari bibir saudara kandung nya itu


" Kamu tanya aja sama sahabat mu ini. Dan sekarang giliran ku Zayn" Jawab Rey untuk Esson dan Zayn


Reyhan mengecup lagi kening ku dan mengajak ku pergi meninggalkan pesta yg berantakan sebelum di mulai. Aku menoleh ke arah Zayn, dia terlihat marah dan masih setia dengan kepala tangan nya.

__ADS_1


Reyhan memalingkan wajah ku ke arah nya dengan tangan kiri nya.


Kami pergi berdua ke sebuah caffe klasik. Sebelum nya Reyhan meminta kita pergi dengan mobil ku saja, karna takut bila aku meninggalkan mobil ku di hotel Esson akan terjadi sesuatu yg tak terduga, dia sangat hafal dengan sikap ketiga sahabat adik nya karna mereka selalu menghabiskan waktu dirumah Esson dan Reyhan.


__ADS_2