
Bunda sampai dirumah kami, tanpa memperdulikan orang, bunda menerobos pintu dan langsung menaiki tangga yg menghubungkan kamar ku.
Mama dan papa terkesiap melihat bagaimana sikap sahabat nya itu, yg masuk kerumah orang tanpa permisi.
"Rumi buka pintu nya sayang" pinta bunda sambil mengetuk pintu.
Aku pun bergegas membuka pintu dan yg tak mengenali suara siapa itu.
Bunda menerobos pintu saat setengah terbuka.
"Bunda" sontak aku menyeka air mata ku
"Apa yg terjadi? Ceritakan semua ke bunda sekarang Mi." pinta bunda
" Akuu...." air mata ku tak terbendung lagi, belum sempat ku lanjutkan mama pun menerobos pintu. Mereka pun saling bertatap wajah, wajah kesal dan penasaran.
"Rumi melihat zayn berselingkuh depan mata nya sendiri. Apa kamu percaya? Rumi ku sudah berkali-kali melihat itu. Apa yg akan kamu katakan sekarang jeng? Nggak usah kamu bela zayn lagi. Dia salah!!" ucap mama menghakimi bunda
"Jeng, aku beneran nggak tau apa yg terjadi. Karna zayn bilang mereka bahagia setiap hari. Kalo kamu nggak telpon aku tadi aku juga nggak tau kejadian hari ini." tungkas bunda
"Itu karna anak mu yg selalu menutupi kelicikan nya" geram mama pada bunda
__ADS_1
"Rumi, ceritain ke bunda semua nak." pinta bunda
"Bun, Rumi salah apa sama kak Zayn? selama ini Rumi mencoba menjadi istri yg baik buat dia. Tapi apa balasan nya bund? Rumi melihat semua penghianatan kan zayn, bahkan sejak beberapa minggu setelah kita menikah. Dan aku adalah orang ketiga di antara kak Zayn dan Emily." tutur ku dengan berlinang air mata
"Apa? Emily?" bunda terkesiap
"Iya bund. Emily. Mereka bertemu di resto Rumi tanpa mereka ketahui kalo rumi ada disana juga. Dan Emily minta kak Zayn untuk secepatnya ceraikan Rumi."
"Nggak akan sayang. Nggak akan pernah ada perceraian antara kamu dan zayn. Hanya kamu mantu bunda satu-satunya. Nggak akan ada tempat untuk cewek jahat kaya Emily. Apa kamu sayang sama kami sebagai orang tua mu?" tanya bunda
"Bun, kalo pun kami bercerai bunda dan ayah tetap orang tua Rumi."
"Tapi akan bunda pastiin kalian nggak akan cerai" tungkas bunda
"Tenang saja, tolong dukung dan percaya sama aku." jawab bunda
Bunda menemani ku di kamar hingga aku tertidur. Lalu bunda pamit pada mama dan papa untuk pulang.
Bunda tak langsung pulang, dia mencari Zayn dan ingin berbicara. Saat di lampu merah, bunda melihat ke arah luar jendela mobil nya. Dia melihat zayn bersama Emily di sebuah distro, saat lampu berubah warna bunda dengan cepat menuju zayn.
"Zayn" panggil bunda yg baru turun dari mobil nya
__ADS_1
"Ouh bener ya sekarang pun bunda lihat sendiri kamu sama perempuan liar kaya dia ini."
"Bunda, ini nggak seperti yg bunda lihat."
"Jangan menentang bunda, Bunda tunghu di rumah sekarang!!!" teriak bunda dan meninggalkan zayn dan Emily yg masih berdiri ketakutan.
"Sayang aku harus pergi dulu, Aku harus biar rencana kita berjalan lancar."
"Tapi zayn...." jawaban Emily menggantung daat melihat zayn sudah berjalan ke arah mobil nya dan dia berlalu pergi meninggalkan Emily.
¤¤¤¤
Di rumah Bunda
"Apa yg kamu lakukan Zayn? apa kamu sadar hah?! Apa ini yg kamu terima dari didikan bunda dan ayah? Apa kami yg salah melahirkan anak!!" geram bunda dan menangis mengingat yg ku tuturkan
"Bun ini nggak seperti yg bunda nilai." tungkas zayn
"Bunda nggak mau kamu bercerai dwngan Rumi, titik!!!" bentak bunda pada zayn
"Tidak akan!! Aku nggak akan cerai sama Rumi. Karna Zayn dan Rumi punya perjanjian saat setelah kita nikah!!" zayn pun membentak bunda
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Kalo kamu nggak mau cerai jangan lakukan ini? Kamu memperdaya istri kamu dengan perjanjian hah?!" geram ayah yg tak terima dengan perlakuan Zayn
"Iya, apa kalian sudah puas?" tungkas Zayn