
Maaf anak-anak kalo incess update nya lama. Karna ada suatu halangan beberapa hari ini. Mungkin setelah natal akan diusahakan update setiap hari.
Terima kasih sudah setia menunggu dan membaca setiap episode nya.
Salam dari incess. 🤗🤗🤗
♡♡♡♡♡
Emily tak menyahuti perkataan Rey, tapi dia langsung memandang ku dan meminta ku dengan mimik mata nya, lalu aku mengiyakan nya dengan mengangguk.
Emily mengajak ku berbicara empat mata di pojok resto itu. Ternyata disana ada dua pasang mata yg mengamati kami dari kejauhan. Satu nya adalah Rey dan satu lagi adalah Zayn tanpa sepengetahuan ku.
" Arumi aku mohon bantu aku, Aku nggak mau anak aku tanpa ayah. Aku mohon." Ucap Emily dengan meneteskan air mata nya dan menggenggam tangan ku
" Maafkan aku Ily, aku nggak bisa berbuat apa-apa. Mintalah pertanggung jawaban Denis. Dia mencintai kamu dengan tulus." sahut ku
" Tapi aku tak mencintai Denis, aku mencinta Zayn. Tolong bujuklah Zayn." pinta Emily lagi
" Aku udah bercerai dengan kak Zayn, aku udah nggak pantes minta apa-apa dari dia. Tolong mengertilah Ily. Maaf aku lagi makan siang dengan Kak Rey, aku tinggal dulu. Sekali lagi maafkan aku Ily." Sahut ku menggenggam balik tangan Emily lalu pergi meninggalkan nya.
Tepat saat aku meninggalkan Emily dan Emily pergi meninggalkan resto itu, sejak itulah aku tahu bahwa Zayn memperhatikan kami berbicara. Tapi aku berpura-pura tak melihat nya walau baru saja mata kami saling menatap. Bukan maksud apa-apa, aku hanya tak ingin mengingat sakit hati yg baru saja melewati waktu. Yg saat ini ada hanya orang yg duduk di hadapan ku yg selalu membuat ku tersenyum.
Bahkan, dia tak ingin mengulur waktu yg lama setelah masa iddah ku berakhir, tapi aku menolaknya secara halus. Dia tahu bahwa sulit menghadapi dua kali merasakan status yg sama di usia ku yg masih muda. Untuk itulah Rey selalu mengajak aku, mama dan papa tentang masalah jenjang hubungan kami selanjutnya.
" Kak Rey aku nggak nyaman disini. Apa boleh kita pindah?" tanya ku dengan wajah kebingungan
" Ada apa sayang? Apa yg bikin kamu nggak nyaman hah?" tanya Rey balik
__ADS_1
" Ya inti nya aku mau pindah" sahut ku, lalu berjalan mencari meja yg nyaman.
Rey mengikuti ku dan meminta pelayan memindahkan makan siang kami. Saat itulah aku tak tahu apa yg di lakukan Zayn.
¤¤¤¤
Ting...
Suara telepon genggam Denis berbunyi.
* Dia nggak mau menuruti permintaan ku. *
isi pesan singkat itu
^ Biar nanti aku yg coba sayang ^ balasan Denis
^ Jangan sakiti dia. Baiklah, akan aku lakuin untuk kamu dan anak kita ^ balasan Denis
* Baiklah. Makasih * balasan dari Emily untuk mempengaruhi Denis agar aku mau membujuk Zayn untuk menikahi Emily.
Setelah itu Denis mengambil langkah instan, dia memanggil seorang yg dia percaya melalui pesawat genggam.
" Rai, bla bla bla bla......... Gua mau lu lakuin itu secepatnya dan jangan sampe lu kecolongan. Cewek itu nggak bisa lu anggap remeh." Ucap Denis panjang lebar menceritakan rencana nya
" Baik bos, kami bakal usahakan yg terbaik asal sesuai yg kami dapatkan." sahut orang itu dari seberang
" Masalah duit itu gampang. Yg penting cewek dan anak gue bahagia. Gua tunggu hasil baik dari lu. Jangan bikin gua kecewa." ancam Denis lalu memutuskan panggilan nya.
__ADS_1
Selama pembicaraan nya dengan orang kepercayaan nya itu, Denis tak sadar, bahwa pada saat itu Esson menguping. Rencana nya Esson akan memberikan kejutan ulang tahun untuk Denis, namun ia urungkan saat mendengar pembicaraan Denis.
" Arumi, lu bakal nyesel main-main sama gue." ucap sinis Denis dengan senyuman kecut nya.
Seketika itu Esson mundur beberapa langkah untuk mengulurkan waktu nya memberikan kejutan untuk Denis. Esson mengambil Telepon genggam nya dan mengirimkan pesan singkat ke Reyhan untuk membawa ku pergi beberapa hari saja untuk memanipulasi Denis.
" Terkirim! Sekarang saat nya beri kejutan dan awal pembalasan untuk mu dan Ily." ucap lirih Esson lalu bergegas mengetok pintu ruangan itu
Tok tok tok.....
Denis berjalan perlahan membuka pintu ruangan pribadi nya. Dan....
" Happy birthday Denis. Happy birthday Denis. Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Denis. " seruan ucapan Esson
" Esson, lu? Nggak nyangka gua. Makasih banget bro. Bahagia gua." Ucap Denis terharu
tanpa dia sadari dan dia ketahui sangatlah geram dan amarah Esson sudah hampir menggunung tapi aku ingin memberinya nilai 100 saat itu karena akting nya yg sangat memukau.
¤¤¤¤
" Sayang, kita harus cepat pergi dari sini. Denis berencana dan dia juga udah nyuruh anak buah nya nyulik kamu lagi" panik Rey di hadapan ku saat dia membaca pesan singkat dari adiknya itu dan bergegas menemui ku di kantor tanpa berfikir panjang.
" Dia cuma mau menggertak aja kok. Karna Denis akan lakukan apapun demi Ily." sahut ku
" Itulah maksud ku. Dia akan lakukan apapun demi Ily, walaupun Ily nggak menyuruhnya melakukan hal jahat. Kita pergi dulu, bawa barang-barang penting kamu. Nanti kita bakal ketemuan sama Esson dan bikin rencana matang. Oke" ajak Rey
" Baiklah sayang" aku merapihkan barang-barang penting dan mengikuti Rey yg akan membawaku menjauh beberapa hari ini.
__ADS_1