Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Sadarkan Diri


__ADS_3

TV masih menyala, dan mama iseng memindahkan channel nya ke acara gosip.


" Kali ini ada berita yg tidak mengenakkan dari jagat Bali. Salah seorang pengusaha terkenal di Bali menuliskan akan bercerai dengan istri nya dan akan menikah dengan sahabat nya. Zayn Akbar menulis kabar ini sendiri di akun Instagram pribadi nya. Sangat di sayang kan, kita semua tahu bahwa putra putri perusahaan besar di bali ini menikah bukan karna bisnis. Bahkan kami melihat postinga-postingan bahagia Arumi Latif dengan Zayn Akbar. Mari kita lihat kilas nya." ucap presenter itu dan tayangan selanjutnya di tampilkan.


Tayangan foto dan caption Zayn dengan Emily yg nampak bahagia.


Semua orang di dalam ruangan itu memandang satu sama lain lalu memandang ke arah ku. Rey mematikan siaran TV nya dan menghampiri ku.


Mengelus lembut kening ke rambut ku lalu membangun kan ku sesuai janji nya karna akan mendapat kan hadiah.


Aku mengerjapkan mata ku dan melihat sekeliling ku. Ada lagi sepasang orang tua yg manis. Satu adalah pria paruh baya dari luar Indonesia dan yang satu lagi wanita paruh baya cantik asli Bali yg tersenyum pada ku.


¤¤¤¤


Di rumah Zayn


" Zayn apa yg kamu perbuat hah?! Apa kamu mau bunuh orang tua kamu sendiri?" bentak ayah Detha pada Zayn setelah mendapati berita perceraian nya dengan ku.


" Untuk apa mempertahankan hubungan sedang orang nya udah mati! Dan sekarang Emily lagi hamil yah, aku nggak mau anak ku terlahir tanpa ayah." tungkas Zayn


" Sampai kapanpun saya tidak akan merestui hubungan kalian.!!" bentak ayah lagi dan bunda menangis melihat pertengkaran suami dan anak nya tanpa bisa berbicara satu kata apapun.


" Terserah ayah, Zayn tetap akan nikahin Emily!" balas Zayn

__ADS_1


"Kalo kamu bersikeras, saya doakan kamu tidak bahagia menikah dengan perempuan itu!!" bentak ayah lagi lalu menarik bunda dan membawa nya pergi meninggalkan Zayn yg penuh dengan naik pitam.


"Semua karna janda sialan itu!" bentak Zayn mengumpat keras


¤¤¤¤


" Rey, mama ingin bicara sama kamu." ajak mama ku


" Iya ma. Mi, aku keluar dulu ya." sahut Rey


Aku sendiri di kamar ku setelah kepulangan ku 2 minggu yg lalu dari rumah sakit. Aku menjangkau remote control TV di atas laci kamar dan menekan tombol on/off nya dan aku menonton siaran siaran di TV. Sekira nya sore itu jam 6 lebih selalu ada siaran kehidupan selebritis tanah air yg selalu ku tonton setiap hari sebelum aku mengalami kecelakaan dan penculikkan selama ini.


Setelah beberapa segment aku melihat dan mendengar satu berita yg membuat ku bingung. Iya, karna saat itu aku sedah hilang ingatan. bahkan aku sama sekali tak percaya dengan berita itu bahkan aku tak percaya apakah Rey dan para orang tua kami bersekongkol membohongi ku dan tak tahu apa maksud nya.


" Ada apa Mi?...... Ada apa sayang?...... " tanya Rey dan mama berbarengan.


Aku hanya memegang kuat kepala ku yg terasa sangat sakit. Rey dan mama melihat ke arah TV dan melihat berita itu lagi. Berita yg mengatakan bahwa pengadilan sudah memberi ku beberapa surat panggilan namun aku tak datang bahkan tak ada pengacara yg mewakilkan.


Kepala ku semakin terasa sakit tatkala foto ku , Zayn, dan Emily terpampang di layar TV.


" Siapa aku? Siapa? " tanya ku dengan meremas rambut dan kepala ku


Mama memelukku erat dan isak tangis kami pun pecah. Rey pun tak sanggup menahan air mata nya lalu dia keluar dan memanggil dokter keluarga dan memanggil papa Latif melalui ponsel nya.

__ADS_1


" Pa, bisa pulang sekarang? Arumi sakit pa." kata Rey


Papa terkesiap mendengar pintaan Rey dengan suara yg sedang menangis dan papa mengiyakan nya.


Semua sudah berkumpul di kamar ku. Dokter memeriksa keadaan ku dan memberi ku obat penenang.


" Pak, Bu saya minta tolong jangan terlalu memaksa ibu arumi mengingat masa lalu nya. Jika pasien bertanya anda bisa mengajak nya berbicara, mengajak nya ke suatu tempat agar ingatan nya terangsang. Anda juga bisa memberi beberapa bukti untuk membantu nya mengingat masa lalu nya. Tapi saya tekan kan untuk tidak memaksa. Itu saja bu, pak tolong tetap berikan obat sesuai resep yg sudah saya berikan. Saya permisi pamit. Tutur dokter dan pergi pamit meninggalkan kami di kamar ku.


" Ma, kamu harus ambil tindakan dan percepat perceraian Arumi. Minta pengacara papa bantu mama." pinta papa


" Rey, papa minta tolong jagain Rumi selama kasus ini berlangsung. Papa mohon." pinta papa dengan mengatupkan kedua tangan nya di hadapan Rey


" Pa, kalian bukan om dan tante lagi. Tapi sudah ku anggap orang tua ku. Rey akan jaga Arumi dengan baik disini. Rey serahkan semua ke mama dan papa. " sahut Rey


Papa dan mama bergegas mengambil gerak cepat.


Keesokkan pagi nya aku mulai sadarkan diri dari obat penenang itu karna biasan cahaya matahari yg menyilaukan mata ku.


Aku melihat Rey yg selalu tidur di sofa panjang setiap pagi. Ku hampiri Rey dan ku belai ramput hingga ke wajah nya.


" Seandainya aku tak hilang ingatan, apa kamu tetap disisi ku Rey? Aku sedikit ingat kalo aku nggak mencintai kamu sebelum aku hilang ingatan. Dan sekarang aku nyaman, aku cinta, aku sayang, dan aku gak mau kamu jauh dari aku. Tapi aku takut saat ingatan ku kembali aku kehilangan kamu, kehilangan rasa bahagia saat kamu selalu ada buat aku. Aku takut itu. Kalo aku boleh pilih, aku ingin tetap hilang ingatan dan melupakan semua kenangan buruk masa lalu ku agar kamu tetap di sisi ku Rey. Aku tak peduli orang menganggap ku jadiin kamu pelampiasan, tapi aku salah, perlahan aku ingat semua, semua yg udah aku alami dimasa lalu. Tapi Rey aku nggak nyesel aku pernah mencintai kamu dan itu masih aku rasain. Aku harap kamu juga mencintai aku Rey. " ucap ku lirih karna tak ingin Rey bangun dari tidur nya yg selalu menjaga ku di setiap malam.


Aku tak menyadari, sebenar nya Rey sudah bangun dari tidur nya. Saat aku beranjak ingin pergi, Rey menarik tangan ku keras hingga aku tersungkur di atas tubuh nya. Kita saling bertatap mata dan senyum lepas hingga Rey mencium kening ku hangat.

__ADS_1


" Aku sangat mencintai mu Mi, sangat. Udah sejak dulu dan aku nggak mau kehilangan kamu lagi." ucap rey di telingaku setelah menciumi kening ku.


__ADS_2