
Aku beranjak masuk kerumah bersama ayah. Malam ini agak terasa gerah dan panas. Aku bergegas menyegarkan tubuh dan beranjak pergi ke pembaringan.
Dan ya, gerah dan panas ini membawa hujan turun membasahi atap rumah, taman, dan tanah.
Aku merasa sejuk mulai menghampiri sekarang. Membuat ku nyaman dan menenangkan sehingga aku bisa terlelap dengan cepat.
Pagi ini terasa nyaman, sejuk dan indah.
Aku bangun dan menuju kamar mandi, bersiap-siap dan mencari ibu ku di dapur dan membantu nya.
"Bu aku bantu ya."
"Emang nya kamu tidak kerja sayang?" tanya ibu
"Kerja bu, tapi ini masih jam 6 jurang, Rumi mau membantu ibu dulu ya."
"Baiklah, tolong buatkan ayah mu teh ya nak" pinta ibu
"Baik bu" sahut ku
Aku membuatkan teh untuk ayah ibu dan aku. Saat setelah aku menyeduh dan akan mengaduk nya, aku mengingat pria itu.
"Kenapa aku mikirin bulan yg tak mungkin terjangkau?" gumamku. Dan aku tersadar dari lamunan ku saat ibu menyentuh pundak ku dan memberi tahu agar membawakan teh untuk ayah.
Sudah jam 7, aku bergegas bersiap diri akan bekerja. Dan jam 07.40 aku berangkat di antar oleh ayah.
Saat sampai di tempat kerja, kami mengabsen diri dan bersih-bersih di area karena pagi ini akan banyak tamu yg breakfast.
__ADS_1
Breakfast berlalu dan tamu hanya ada beberapa di area restaurant dan pool (kolam berenang) karena memang dekat.
HP ku berbunyi dan aku melihat nama nya
"Mama" gumam ku dan aku segera menerima panggilan dari mama.
"Selamat pagi sayang. Kamu sedang kerja ya Rumi?" tanya mama
"Pagi juga ma, iya Rumi sedang bekerja ma. Kenapa ma? Papa dimana?"
"Tidak ada apa-apa sayang, papa sudah di kantor nya. Rumi, bisakah saat kamu libur kerja, kamu tinggal di rumah mama nak?" tanya mama
Belum sempat aku menjawab dan mama sudah melanjutkan percakapan kami.
"Mama ingin sekali jalan-jalan bersama mu sayang, mama dan papa juga kangen sama kamu Rumi" pinta mamaku
"Iya Rumi, nanti kalau kamu akan libur kabari mama dan kita akan jemput kamu ya nak."
"Iya ma nanti Rumi akan telpon mama atau papa ya." jawabku
"Baiklah sayang, kerjalah dulu, jangan lupa makan siang ya nak. Mama mau ke restauran dan ke butik dulu untuk cek data-data disana. Ingat ya nak jangan lupa makan siang."
"Iya mama ku, nanti aku akan makan siang disini. Mama juga jangan lupa makan siang. Ya sudah aku tutup telpon nya." Sahut ku dan mematikan telpon dari mama.
Aku kembali ke pekerjaan ku, makan siang bersama Ani dan mengobrol bersama di tempat makan karyawan resort. Aku juga bertemu teman-teman dari departemen yang lain. Kami makan bersama, dan berkenalan dengan teman-teman baru dan lama yg bekerja di resort ini dari semua departemen.
"Hai An, mbak bolehkan kami duduk disini, karna penuh". ucap dua orang pria yg berasal dari departemen HK. Aku dan Ani mengangguk dan mempersilahkan mereka duduk.
__ADS_1
"Mbak baru ya diresort ini?" tanya seorang pria berkaca mata dan berlesung pipi.
"Iya kak, saya baru beberapa hari bekerja di resto" jawab ku dengan senyum
"Oh Mbak diresto bareng Ani ya?" tanya pria satu nya
"Iya kak" jawab ku dan menoleh ke arah Ani. Seketika Ani membuka bibir nya dan memperkenal kan ku dengan dua pria teman nya itu.
"Rumi kenalkan yg berkaca mata ini adalah Gio dan si tinggi ini adalah Arka. Gio, Arka ini temen ku Rumi dan kalian jangan saling panggil mbak dan kakak. Kita berempat ini seumuran dan hanya beda beberapa bulan saja." kata Ani memperkenalkan kami dan kami bertiga menganggukkan kepala.
"Ah salam kenal Rumi, semoga kamu betah ya kerja disini dan betah berteman dengan si cerewet ini" Ucap Arka yg sambil menunjuk Ani dengan dagu nya yg lancip.
"Salam kenal juga Arka, Gio. Semoga kita bisa berteman ya". jawab ku sopan
Gio hanya melirik ku ketika minum saat Ani mengenalkan ku pada mereka berdua. Dia pun tersenyum pada ku dan aku juga membalas senyum kepada mereka bertiga.
Hari-hari berlalu sangat cepat, aku melakukan aktifitas ku seperti biasa saat dirumah dan di tempat kerja.
.
.
.
.
Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.
__ADS_1
Terimaka