Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Pengganti posisi Papa


__ADS_3

Hari ini aku bekerja waktu sore. Aku merasa sesuatu berbeda pada diriku karna di Make Over bunda tadi. Ibu dan teman-teman juga melihat ku seperti ada yg aneh.


"Hei Rumi, kok kamu beda hari ini?" tanya Ani


"Beda apanya sih?" tanya ku balik


"Beda lah, bikin Gio tambah gila lihat kamu." jawab seorang lelaki yaitu Arka


"Maksud kamu apa Ka?" tanya ku


"Hiuuhh dia pura-pura nggak tau apa emang belum tau sih An?" tutur Arka


Aku bingung ada apa ini sebenarnya? Aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu dari ku.


"Nanti kamu tau sendiri lah Mi." jawab ani yg tau akan fikiran ku.


"Serah kalianlah. Yg penting kalian seneng." jawab ku enteng dan melanjutkan makan ku.


Gio datang, dan duduk di sebelah ku, aku menggeser sedikit duduk ku agar menjauhi Gio karna aku tak ingin orang berpikir yg tidak-tidak antara aku dan Gio.


Sudah bertahun-tahun ku lalui. Aku masih tetap bekerja, tinggal di rumah ibu dan hilir mudik ke rumah mama dan papa. Aku sudah menyelesaikan sidang kuliah ku dan aku mendapat nilai yg menurut ku itu baik. Walaupun aku kuliah dirumah secara online, tapi tak mengurungkan niat ku untuk belajar demi mama dan papa yg menurut ku ini singkat.


Aku melangsungkan wisuda ku di kota D di sebuah gedung mewah yg berisikan para wisudawan yg akan di wisuda hari ini. Mama, Papa, Ibu dan ayah juga datang menemaniku. Tak terkecuali Keluarga Zayn yg juga datang ingin melihat ku di wisuda.


Acara wisuda telah berakhir, dan waktu mempersilahkan kami berfoto-foto.

__ADS_1


Aku berfoto bersama ke empat orang tuaku. Tak hanya itu Bunda dan Ayah Detha juga berfoto bersama ku. Mereka sangat bahagia.


"Zayn, sekarang kamu dan Rumi foto berdua." pinta bunda dan ayah Detha


"Nggak usah bunda, kasihan zayn udah kecapen." tungkas ku


"Ayolah, ini cuma 1 kali saja. Kamu nggak mau foto sama aku?" ajak zayn


Aku diam, dan ternyata 6 orang tua itu mengambil foto ku yg berbincang dengan zayn secara diam-diam.


"Ini akan jadi senjata." tutur mereka.


¤¤¤¤


Aku resign dari tempat ku bekerja dan memenuhi keinginan mama dan papa yg sudah di setujui oleh ibu dan ayah bahwa itu juga menandakan ku harus meninggalkan mereka.


"Ma ayo kita berangkat sekarang. Aku udah siap." tutur ku


"Iya Rumi sebentar."


Kami berangkat bersama ke kanto papa dan hari ini adalah awal ku menginjakkan kaki di dunia bisnis.


Kami sampai. Dan segera menuju ruangan papa


"Anantha, tolong ajak anak saya berkeliling dan jelaskan sedikit. Rumi, ini adalah Anantha, dia manager disini dan kamu berkeliling dulu nak. Dan tolong nanti ajak Rumi ke ruangan itu tepat waktu." perintah papa dan Anantha mengiyakan nya.

__ADS_1


"Mari nona saya bantu." tutur Anantha


Aku berkeliling melihat seluruh kantor di temani Anantha dan dia menjelaskan sedikit prosedur pekerjaan.


Waktu sudah di tuju. Anantha mengantar aku ke sebuah ruangan yg luas dan sudah diisi oleh beberapa orang disana.


"Baik karena semua sudah disini saya akan mulai pertemuan ini." tutur papa


Aku melihat dengan seksama saat papa bicara panjang lebar, disana ada Mama, Ayah Detha dan para staf-staf jabatan tinggi.


"Ini adalah Arumi, anak kami. Dia yang akan menggantikan posisi saya disini. Tapi karena ini masih awal, saya masih akan tetap melihat situasi disini sampai putri saya sudah bisa berdiri. Untuk itu saya mohon kepada yg ada diruangan untuk membagi pengalam ke pada putri saya. Dan untuk mu nak, Ini adalah serah terima, kamu bisa tanda tangan disini." kata papa


Aku menandatangani dan semua bertepuk tangan dan memberikan selamat bergabun kepada ku.


Sudah berbulan-bulan aku melalui tantangan ringan dan berat untuk menjadi posisi yg di inginkan papa dan mama.


Akhir nya itulah yg membuat ku berada di puncak, tapi mama dan papa selalu mengingatkan ku untuk tidak menyombongkan diri setelah mendapatkan semuanya.


.


.


.


.

__ADS_1


Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.


Terima


__ADS_2