
"Jangan pernah kamu berani sentuh Arumi. Harusnya kamu sadar siapa kamu antara dia dan suami sombong nya ini" Ucap geram Gio pada emily dan masih memegang tangan Emily
Emily menurun kan tangan nya dengan paksa.
"Aku diantara mereka? Apa aku nggak salah denger, hah?!" bantah Emily
"Yg ada perempuan janda ini yg ada di antara aku dan Zayn. Dasar janda tidak ingat status!!" Sambung emily
Dengan cepat aku mengangkat tangan dan mendaratkan nya di pipi kanan Emily.
Aku tak sakit hati dia mengambil Zayn dari ku bila itu mau Zayn. Tapi aku tak terima dengan perkataan nya itu. Aku merasa sakit. Aku merasa tak ada arti nya, seakan semua nya hancur.
Tak hanya itu, ini adalah awal dari kehancuran rumah tangga ku dan Zayn yg sudah kita lalui hampir 3 tahun. Emily bilang aku ada diantara mereka.
"Apa itu artinya mereka bersama sebelum kami menikah." gumam ku dalam hati.
"Zayn, kamu bisa secepat nya ajukan dan bawa surat cerai mu ke pengadilan." Tutur ku dengan rasa yg berkecamuk tanpa bisa berfikir positif. Bahkan aku tak ingat sama sekali dengan perjanjian yg pernah ku tanda tangani.
Secepat kilat aku pergi, dan Gio menyusul ku.
"Mi tenang lah, jangan gegabah." ucap Gio dan menarik tangan ku.
__ADS_1
"Gi, aku udah cukup sabar dengan ini. Dan sekarang aku muak. Bener-bener muak!" jawab ku seperti orang gila
"Fikirkan dulu, fikirkan orang tua mu. Apa karna ini kamu akan ngaku kalah dari perwmpuan liar itu?" tanya Zayn
"Biarkan. Biarkan saja mereka, aku udah nggak peduli!."
Aku pergi dan meninggalkan Gio sebelum dia bisa mengejarku. Aku pergi ke Kota D tepat nya ke rumah kami. Aku mengambil semua barang-barang ku, pakaian dan perlengkapan kerja ku. Lalu aku pergi kerumah papa dan mama sambil menangis sendu akan penghianatan ini. Aku membuka pintu, papa dan mama sangat terkejut melihat ku seperti ini.
"Rumi kamu kenapa sayang? Ceritain ke mama nak." mama menyambutku dan memeluk ku erat.
"Rumi, kenapa kamu kaya gini? Apa yg terjadi? tanya papa
Aku masih menangis tak tertahan
"Kenapa zayn? Apa yg dia buat sampe kamu pulang nangis-nangis kaya gini hah?" tanya papa tak sabar
"Rumi ingin cerai pa."
Aku pergi ke kamar ku, aku hanya bisa menangis di kamar, aku tak menyangka aku sudah merebut zayn dari wanita lain, tapi kenapa aku yg sangat merasa sakit?
¤¤¤¤
__ADS_1
Di ruang tamu
Mama bergegas nengambil HP nya dan segera menelpon Bunda untuk menanyakan apa yg sebenarnya terjadi.
"Hallo jeng, Apa yg terjadi sama Rumi dan Zayn? Rumi pulang ke rumah sambil nangis-nangis dan minta cerai sama Zayn." tutur mama
"Maksud mu apa jeng? aku nggak ngerti." sahut bunda di seberang
"Kamu nggak tau apa yg anak kamu itu lakuin ke Rumi? Aku nggak terima dengan ini."
"Tapi aku bener-bener nggak ngerti jeng, tolong jelasin dulu sebelum kamu marah ke aku jeng." tungkas bunda
"Lebih baik kamu tanya sama anak kamu itu" kata terakhir mama dan segera menutup panggilan nya.
¤¤¤¤
Di rumah Bunda
"Apa maksud nya jeng Tiara? Aku sama sekali nggak paham. Aku bakal telpon Zayn." tutur mama pada diri nya sendiri karna heran
tuuutttt tuuuuttt tuuuuuttttt
__ADS_1
Suara itu terdengan rapi dan ada jawaban dari Zayn. Entah sudah berapa kali bunda menelpon Zayn tapi Zayn tak mengangkatnya.
Bunda tak mau banya berfikir dan menunggu, dia langsung pergi ke rumah papa dan mama untuk menemui ku untuk menanyakan langsung apa yg terjadi dan bunda pun melajukan mobil nya.