
Rey menyambangi ku yg memanggilnya untuk menemani ku tidur karna ini sudah sangat larut.
" Aku janji, aku akan ada di sisi kamu Mi. Aku nggak akan biarin kamu di sakitin lagi. Maafkan kami yg harus membohongi mu. Kami hanya ingin kamu aman." Ucap Rey mengelus-elus rambut sepunggung ku yg sudah terlelap tenang.
Rey pun tidur di sofa ruangan itu, menemani, menjaga ku karna mama dan papa harul pulang dan besok akan kembali lagi.
¤¤¤¤
Pagi itu
Esson datang dan berangkat pagi-pagi sekali untuk menggantikan Rey menjaga ku. Entah bagaimana mereka memperlakukan ku sepeti seorang ratu yg tak ku ingat sama sekali.
" Mi, ini Esson , sahabat kamu dan dia adik kandung aku." terang Rey
" Itu arti nya dia juga adik ipar ku kan kak Rey?" tanya ku setelah di perkenalkan dengan Esson oleh Rey.
Esson membelalakkan mata nya dan berbisik ke telinga Rey.
" Kamu berhutang penjelasan!" ancam Esson
Mereka berdua menghiburku agar aku tak tertekan. Esson menggantikan Rey menjaga ku sebelum mama dan papa datang. Rey pamit untuk beristirahat setelah semalaman bergadang menjaga ku.
" Mi ayo aku antar jalan-jalan ke taman kota. " Tawar Esson
" Boleh. Jauh nggak?" tanya ku
" Nggak, seberang rumah sakit ini adalah taman kota S. Gimana?" tanya Esson balik
" Ayo. Aku bosen ni." jawab ku sembari bangun dan membawa serta kantung infus ku.
Aku dan Esson berjalan-jalan menikmati udara sejuk pagi itu di taman kota.
__ADS_1
" Mi, kamu inget apa aja tentang kak Rey?" tiba-tiba tanya Esson
" Aku nggak inget sama sekali Son, malah aku lupa dia suami aku. Nghak hanya itu, mama dan papa juga aku lupa. (mendudukkan diri di bangku taman) Bahkan aku pernah denger dokter bilang kecelakaan yg aku alami itu bisa di bilang tidak terlalu parah, tapi fatal nya ya di kepala ku. " cerita ku pada Esson.
" Mi seandainya, suatu saat ingatan kamu kembali dan kamu inget semua yg terjadi di masa lalu, masihkan kamu dengan kami?" tanya Esson yg membuat ku penasaran
" Apa maksud kamu?" tanya ku
" Suatu saat nanti kamu akan tau dan akan aku jelasin. Tapi enggak sekarang, ini waktu nya kita seneng-seneng kan? Apa kamu di larang jajan sama dokter?" tanya Esson.
Aku menggeleng bingung dengan semua perkataan Esson. Tapi aku tak mau ambil pusing karna bila di paksakan kepala ku akan sakit dan aku tak bisa lagi menikmati suasana di luar rumah sakit.
Esson kembali, membawa dua cup salad buah kesukaan ku. Dan kita menikmati nya bersama dengan senda gurau. Beberapa menit setelah itu Rey datang menepuk satu pundak ku dan satu pundak Esson saat kami tertawa.
" Kak Rey mau salad?" tawar ku
" Boleh, tapi kamu suapin ya." pinta Rey
" Apa masalah nya? Apa aku pengganggu disini?" tanya Esson dan seketika aku dan Rey kerbahak mendengar protesan dari Esson
Aku menyuapi salad buah itu ke mulut Rey, dengan posisi Rey di kiri ku dan Esson di posisi kanan ku yg memegang kantung infus ku karna salad buah Esson sudah habis.
" Kak Rey kok gak tidur aja? kan semaleman udah jagain aku."
" Aku gak mau istri ku yg manis ini di godain Esson." ledek Rey pada adik nya
" Duh tau aja deh kalo aku mau menggoda sugar mommy ku " tungkas Esson dan kembali lagi kami bertiga tertawa bahagia.
Rey mengajak ku kembali ke rumah sakit, tapi aku merengek tidak mau. Rey bilang aku masih dalam tahap perawatan, tidak boleh berada di luar sangat lama.
Aku terpaksa kembali ke rumah sakit dan berbaring bosan di ranjang ku.
__ADS_1
" Sayang bentar lagi mama dan papa dateng bawain hadiah buah kamu. " ucap Rey
" Yg bener kak?" tanya ku
" Iya tapi sekarang kamu istirahat dulu, karna mama dan papa masih di perjalanan. Nanti aku bangunin kamu ya sayang." perinta Rey dan aku menganggukkan kepala ku ke depan dengan semangat seperti anak kecil yg akan mendapatkan hadiah.
Rey, menemani ku sejenak, menyalakan siaran TV agar aku tak bosan dan Rey meminta izin keluar menemui adik nya yg duduk di depan ruangan ku.
" Kamu masih hutang penjelasan " kata Esson
" Sebener nya bukan aku yg ingin seperti ini. Tapi Om latif yg bilang ke Rumi kalo aku adalah suami yg paling dia cintai. Aku mau jelasin ke Rumi sebenernya saat itu tapi di larang om dan tante karna nereka gak mau anak mereka di sakitin lagi. " Cerita Rey
" Aku dukung kamu dapetin dia, tapi ini cara yg salah Rey. Aku yakin kamu gentle. " sahut Esson dengam menepuk punggung kakak kandung nya itu.
Mama dan papa akhir nya sampai di rumah sakit tapi bersamaan dengan orang tua Rey dan Esson.
" Mami, Papi " ucap dua bersaudara itu dengan berbarengan
" kami kesini mau liat mantu kamu. " kata Mami Letti dengan tertawa.
Kami semua masuk dan duduk di sofa ruangan rawat inap ku. Rey memberi kode pada yg lain agar tidak bersuara sedikit pun, karna aku baru saja terlelap setelah sarapan dan minum obat.
TV masih menyala, dan mama iseng memindahkan channel nya ke acara gosip.
" Kali ini ada berita yg tidak mengenakkan dari jagat Bali. Salah seorang pengusaha terkenal di Bali menuliskan akan bercerai dengan istri nya dan akan menikah dengan sahabat nya. Zayn Akbar menulis kabar ini sendiri di akun Instagram pribadi nya. Sangat di sayang kan, kita semua tahu bahwa putra putri perusahaan besar di bali ini menikah bukan karna bisnis. Bahkan kami melihat postinga-postingan bahagia Arumi Latif dengan Zayn Akbar. Mari kita lihat kilas nya." ucap presenter itu dan tayangan selanjutnya di tampilkan.
Tayangan foto dan caption Zayn dengan Emily yg nampak bahagia.
Semua orang di dalam ruangan itu memandang satu sama lain lalu memandang ke arah ku. Rey mematikan siaran TV nya dan menghampiri ku.
Mengelus lembut kening ke rambut ku lalu membangun kan ku sesuai janji nya karna akan mendapat kan hadiah.
__ADS_1
Aku mengerjapkan mata ku dan melihat sekeliling ku. Ada lagi sepasang orang tua yg manis. Satu adalah pria paruh baya dari luar Indonesia dan yang satu lagi wanita paruh baya cantik asli Bali yg tersenyum menyapa ku.