
"Esson"
Esson membalikkan tubuh nya dan aku berjalan menuju Esson. Ada sebuah pemandangan yg membuatku terkejut.
Ku hentikan langkah ku tepat setelah memanggil nama esson. Esson menghampiri ku bahkan aku tak sadar dia sudah ada di depan ku. Tapi aku terus saja menatap ke arah kumpulan orang-orang di depan ku.
" Zayn sama Emily lagi. Apa gunanya aku di dekat nya lagi?" gumam ku di dalam hati
" Rumi, kamu udah dateng? Om sama tante Latif mana?" tanya esson pada ku sambil melihat ke kanan dan kiri ku
" Mama sama papa di luar negeri, di undang ke acara nikahan anak temen nya papa. Dan mungkin itu juga bantuan dari Tuhan, yg nggak ingin papa dan mama lihat kejadian di dean mata ku ini." jawab ku
" Maaf Mi, ini semua di luar kendali ku. Karna yg aku tahu km udah baikan lagi sama Zayn dan aku kira ini nggak bakal terjadi." tungkas esson dengan memegang kedua lengan ku
Langkah kaki dengan beralas hight heels mendekati aku dan Esson.
" Wah wah...... Seneng ya jadi janda yg bisa dipegang sama banyak cowok." ucap Emiy dengan sombong nya.
Seketika mata ku mengarah kan nya ke mata Zayn. Dia tampak tenang penuh senyuman manis di bibir nya.
Kali ini semua sudah mulai.
__ADS_1
" Nggak usah kamu lihat Zayn, dia milik aku!!" bentak Emily pada ku.
Dan aku langsung mengalihkan pandangan ku ke wajah Esson dengan penuh kekecewaan dan tuduhan kepada nya yg dengan sengaja membantu mereka menggunjing ku di hadapan banyak mata.
Aku tanpa berfikir panjang dengan kelakuan Emily, aku memberikan hadiah dari ku dan papa untuk Esson. Esson pun menerima nya dengan rasa tak enak hati.
Aku membalikkan tubuh ku karna tak ingin berlama-lama di pesta itu. Belum sempat aku melangkahkan kaki ku Emily menyiram tubuh ku dengan seember air lumpur tanah. Semua bibir yg ada dipesta itu tertawa dengan terbahak-bahak seolah-olah aku ini seorang badut lucu.
Emily tertawa dengan amat sangat bahagia dan bertepuk tangan. Aku merasa ada 1 kekuatan yg merasuki tangan ku agar melayang ke wajah nya dengan sangat keras.
PLLAAAKKK
Zayn menghampiri Emily dan memeluknya, Emily mengadukan apa yg dia terima dari ku.
Aku menatap Zayn dengan penuh kesombongan. Tapi apa yg di lakukan Zayn pada ku? Sungguh diluar dugaan Emily dan para penghuni pesta.
Zayn menarik ku dan membawa ku pulang. Tapi saat di luar hotel aku menghempaskan tangan nya dan meminta nya masuk ke dalam gedung.
"Aku mohon, jangan deketin aku lagi. Udah cukup sampe disini hinaan yg kamu kasi dan pacar kamu itu. Tolong lepasin aku, ceraikan aku sekarang. Aku mohon." pinta ku dengan menyatukan kedua tangan ku
"Nggak bisa Arumi, kamu selama nya milik ku entah bahagia atau nggak kamu nggak bisa lepas dari aku." jawab zayn dan berlalu pergi meninggalkan aku dan kembali ke gedung pesta.
__ADS_1
Air bening menetes di pipi ku saat melihat zayn meninggalkan ku.
Aku berbalik badan menuju ke mobil ku tapi di hadang oleh badan besar di depan ku, sehingga jas indah nya ternodai lumpur di badan ku. Menarik tangan ku dan mengajak ku masuk ke hotel itu lagi.
" Mbak tolong bantu dia bersihin badan nya dan ganti gaun nya dengan gaun ini. Buat sesempurna mungkin." perintah lelaki itu kepada asisten nya.
"Baik kak." jawab asisten nya
Aku melihat pria itu dan dia hanya memberikan senyuman nya yg indah.
Mata nya juga indah seperti mata hazzel Esson.
Apa dia Esson?
" Mbak dia siapa?" tanya ku pada asisten itu
" Dia tuan Reyhan mbak. Kakak nya tuan Esson." jelas asisten nya
Aku diam memikirkan betapa ia sangat mirip dengan Esson seperti saudara kembar.
Tapi seperti nya sifat dan sikap nya berbeda.
__ADS_1