Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Terungkap


__ADS_3

"Bu, apa ibu tak bertanya aku mendapatkan foto ini dari mana?"


"Ibu tau pasti kau mengambil nya dari album kan?" kata ibu ku sambil tertawa.


Sejenak aku diam dan mengingat sebelum nya aku telah mencari foto ini di album keluarga kami. Tapi aku tak menemukan nya.


"Bu, aku dapat foto ini dari Nyonya Latif."


Seketika ibu ku diam dan menerka-nerka seperti ku.


"Mungkin mereka benar nak" ibu menyentuh puncak kepalaku.


Ya aku ingat sebelum itu nyonya itu berkata ingin melakukan test DNA dengan ku dan menulis alamat mereka dan nomor telepon mereka. Aku berdiam dikamar sejak setelah berbincang dengan ibu tadi. Aku berfikir apa aku harus melakukan nya? Aku dilema. Aku mengambil wudhu dan sholat serta berdoa memohon petunjuk Yang Kuasa.


Dan akhirnya aku mengambil keputusan ku. Dan esok paginya,


"Selamat pagi nyonya, Maaf mengganggu anda pagi ini" Sapa ku du telpon


"Ahk pagi juga nak, tak apa kami sedang tidak sibuk. Ada apa nak?"


"Nyonya saya sudah memikirkannya dan bisakah hari ini?" kataku pelan


"Apa kau yakin? Aku tak memaksa mu." kata nyonya Latif

__ADS_1


"Tidak nyonya, saya juga ingin tahu kebenarannya, mungkin pagi ini saya aku menuju alamat yg nyonya tuliskan"


"Baiklah nak, segera kabari kami ketika kamu sampai. Kami tunggu"


Pembicaraan berakhir dan aku bergegas pergi. Menyalami orang tuaku. 2 jam sudah aku sampai di kota D, ini lama karena bertepatan dengan jam berangkat sekolah dan kantor untuk perkerja. Aku mengambil HP ku dan menelpon nyonya Latif.


"Nyonya saya sudah sampai di rumah sakit A" aku memberitahu nya


"Kamu dimana, aku menuju mu nak".


Kami bertemu, dan bercakap kabar sebentar lalu kami bergegas menuju satu ruangan khusus. Kami melakukan test itu dan menunggu hasil nya.


"Nyonya, tuan dan nona mungkin test nya akan keluar besok, apa kalian bisa menunggu?" tanya dokter


Nyonya dan tuan menawarkan aku untuk menginap dirumah mereka, dan aku pun setuju. Aku mengabari ibu dan Ani agar memintakan aku izin tukar sift besok karna aku harus menunggu hasil nya besok pagi.


Sampai saat dirumah keluarga Latif aku ternganga melihat rumah mewah bertingkat bak hotel berbintang. Aku merasa canggung tapi mereka memanjakan ku dan saat ketika kami mengobrol ada panggilan dari rumah sakit A dan mengatakan hasil nya sudah keluar dan bisa di ambil besok pagi.


Kami menjadi tegang dan memikirkan hasil nya. Tuan latif mendekati ku, dan berkata


"Bila hasil nya positif, biarkan kami bertanggung jawab nak, kami sudah berusaha selama 25 tahun untuk mencari anak kami yg hilang di culik. Kami dilema, dan hampir putus asa sebelum bertemu dengan mu. Rumi seandainya kamu anak kandung kami, biar lah kami menebus 25 tahun itu nak. Dan bila sebaliknya, jangan lupakan kalau kita saling mengenal ya nak." tutur tuan Latif seakan merasa antara bahagia dan takut


"Tidak akan tuan, sekalipun hasilnya negatif, kalian tetap ku anggap orang tua ku. Kalian begitu baik dan sayang padaku saat pertama kita bertemu." hiburku pada meraka.

__ADS_1


Kami berbincang sebentar dan aku pamit untuk tidur. Dan kami sekua juga penasaran akan hasil test itu.


Pagi tiba dan kami bergegas pergi setelah sarapan bersama. Kami sampai dirumah sakit A dan langsung menemui dokter kemarin.


"Tuan, nyonya dan nona ini hasil test nya dan kalian bisa melihat nya sendiri." kata dokter yg memberikan amplom berisikan hasil test tersebut.


Kami membuka dan membaca bersama hasil test itu. Dan hasil nya adalah "TERUNGKAP" bahwa aku anak kandung mereka.


Aku terdiam sedikit tak percaya bertemu dengan orangtua kandung ku sendiri.


"Orang tua ini sangat bahagia. Apa aku tak bahagia?" gumam ku


Mereka memelukku bahagia sangat bahagia.


.


.


.


.


Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2