
"Apa kamu tak bahagia nak? Apa kamu tak bisa menerima kami? Kami tau kami tak bisa menjaga mu dulu dan tak bisa menjadi orangtua yang baik untuk mu sejak kamu dilahirkan" ucap tuan latif sedih
Aku diam agak lama, berfikir jernih.
"Akulah yg menerima ajakan mereka untuk test. Aku harus menerima hasilnya. Aku tak seharusnya bersembunyi" gumamku dalam hati
"Bukan seperti itu tuan, saya sepenuhnya hanya belum menyangka ini semua." sahutku
"Nak maafkan kami yang tak bisa menjaga mu dulu" kata nyonya Latif yg berlutut di depan ku. Aku membantu nya agar berdiri. Dan kami berpelukan lama dan menangis bersama.
"Jangan meminta maaf padaku nyonya" kataku sambil melepas pelukan.
"Panggil aku Mama nak, berilah aku kesempatan mendengar nya dari bibir mu Rumi" pinta nyonya Latif yg adalah mama ku.
"Benar nak, izinkan kami mendengar panggilan itu dari mu" sambung papa
"Baik ma, pa jangan bersedih lagi kita harus bahagia sekarang karna sudah bertemu" sahut ku
"Terima kasih nak" jawab mama papa ku
Kami pulang kerumah mama papa. Kami bahagia dan tak menyangka. Kami bersyukur kami dipertemukan. Tak hentinya bersyukur. Mama memintaku untuk tinggal bersama mereka,
"Rumi, bisa kan kamu tinggal dsini bersama mama dan papa?"
__ADS_1
"Maaf ma pa, Rumi sudah bekerja, dan baru beberapa hari. Rumi juga memiliki orang tua disana. Mereka merawat ku hingga aku sudah seperti ini sekarang. Aku tak mau menyakiti mereka" kataku menunduk
"Apa mama dan papa tak boleh tinggal bersama mu Rumi?" tanya papa
"Iya nak, apa mama dan papa tak pantas merawat mu dan tinggal bersama mu? " ucap mama ku
"Bukan seperti itu ma pa. Aku juga harus menjelaskan pada mereka hasil test ini dan aku tak mau melukai hati mereka dan pergi meninggalkan mereka setelah menemukan orang tua kandung ku. Mereka sangat menyayangi ku, aku tahu itu" sahut ku
" Kalau begitu mari kita jelaskan sama-sama nak. Mama juga akan meminta izin untuk merawat mu dan berterima kasih pada mereka nak"
Aku mengangguk dan bersiap untuk pulang agar cepat bisa menceritakan nya pada orang tua angkat ku. Aku meninggalkan motor ku di rumah mama dan papa. Aku pulang bersama dengan mama papa menaiki mobil mereka.
Kira-kira satu setengah jam kami sampai di desa B. Kami bergegas turun dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah sederhana ini.
"Assalamualaikum bu, yah Rumi sudah pulang." aku masuk dan mencari orang tua ku
"Maaf mengganggu anda bu, saya Latif dan inj istri saya. Sebelum nya maaf atas kedatangan kami kemari yang membuat bingung." ucap papa ku dan menyalami ibu dan ayah ku.
"Tidak apa pak, kami sudah mengerti dan Rumi sudah sedikit menceritakan nya, mari kita bicarakan dengan hati tenang dan supaya sudah jelas". ajak ayah ku
"Mari bu, pak" ajak ibu sambil membawa teh untuk kami.
Kami berlim duduk dan membicarakan tentang hasil test dan mama papa ku juga berterima kasih kepada ibu dan ayah karna telah merawat ku, mereka meminta maaf dan mohon izin untuk mengajak ku tinggal.
__ADS_1
Ibu ku nampak sedih, walaupun aku bukan anak kandung nya, tapi dia sangat menyayangi ku dan aku tak pernah jauh dari ibu ku sejak aku kecil. Raut wajah nya tak bisa ia sembunyikan. Begitu juga ayah ku. Tapi mama dan papa ku tak memaksa mereka menyetujui ini sekarang karena memang ini hal yg tak terduga.
Aku pun sudah menjelaskan kepada mereka berempat aku masih ingin tinggal bersama ibu dan ayah karna aku baru di terima bekerja dan aku masih mau menikmati nya.
"Baiklah bu, maaf akan merepotkan kalian lagi untuk menjaga anak kami. Kami pamit karena Rumi juga akan berkerja. Izinkan kami datang kesini lagi besok." ucap mama ku dan berpamit
"Bu, anda jangan sungkan. Rumi juga anak kami." sahut ibu dan ayah
Mama dan papa pamit untuk pulang. Aku memeluk ayah dan ibu ku. air mata ku tak terbendung.
"Yah, bu apa ini jalan hidup yg Tuhan berikan? Apa iya ini kenyataan?" tanya ku dan air mata ku menetes lagi
"Nak inilah bukti Tuhan menyayangi mu. Bersiaplah mandi dan berangkatlah bekerja" jawab ayah
Aku melihat ibu ku masih menahan sedih nya. Aku diam dan segera masuk ke kamar ku dan bersiap untuk berangkat bekerja.
.
.
.
.
__ADS_1
Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.
Terimakasih.