
"Kenapa dia disini Son? Rencana jahat apa yg mau dia praktekkan disini?!" tanya Rey
"Bukan Rey. Zayn yg bakal bantu kita buat ngelawan Denis. Karna Ily sangat mencintai Zayn, dan Denis mencintai Ily, maka nya aku minta bantuan Zayn." sahut Esson dengan enteng nya
"Jadi dia ini batu loncatan? Pantaslah! Asal dia gak macem-macem ke Rumi ku, aku bakal bersikap normal." sambung Rey lagi di tambah dengan ancaman.
" Tenang aja. Aku gak bakal macem-macem. Jadi tolong kerja sama nya." Sahut Zayn yg membuat Rey diam dan tersenyum kecut.
¤¤¤¤
Kami berempat duduk bersama membahas rencana Denis. Rey yg awalnya dingin sejak Zayn menginjakkan kaki nya di villa itu perlahan bersikap normal hanya karena rencana balas yg di usut oleh Esson dan dialah yg meminta Zayn membantu kami.
Bla... Bla... Bla... Bla........... Entah sudah berapa puluh menit kami membahas rencana ini, tetapi belum mendapatkan planning yg bagus.
Tik.... Tik.... Tik....
Jarum jam terus berjalan dan berbunyi. Esson sudah menyimpulkan rencana nya dan yg akan sangat berperan di layar depan adalah aku dan Zayn. Itu membuat Rey amat sangat tidak terima, dia bahkan mengusulkan planning lain tapi tak di setujui oleh Esson karena dia tau apa yg akan Denis lakukan dan dia tak mau aku berada dalam bahaya walaupun Rey bersedia melindungi ku apapun yg terjadi.
"Ini adalah solusi yg tepat. Meminimkan sifat kriminal nya Denis. Dan Rey, kamu gak harus posesif kaya gitu." Ucap Esson meyakinkan saudara nya itu
" Tapi kenapa harus dia? Kenapa nggak dia sendiri yg dateng kesana dan terima aja perempuan itu? Ini nggak seharus nya kan nyeret-nyeret Arumi?" tungkas Rey yg tak terima dengan kesimpulan Esson
Aku faham, selain dia cemburu dia juga ingin menjaga ku. Tapi ancaman demi ancama Denis sudah nampak satu persatu yg membuat Rey terpaksa menyetujui nya meski dengan seribu pertanyaan penolakkan nya di lontarkan untuk adik kandung nya itu?
Iya, benar juga, Mengapa harus aku yg berperan dengan Zayn? Mengapa dia tak langsung menemui Ily agar Denis berhenti mengancam ku?
__ADS_1
Rey kesal dan menarikku untuk mengikuti nya ke kamar,
" Aku tau kamu marah, tapi Kak Rey kamu bener. Kenapa Zayn gak langsung nyamperin Ily? Kenapa harus bawa-bawa aku? " tanya ku pada Rey yg terlihat masih kesal
" Aarrgghh!! Aku juga nggak ngerti sayang, inti nya ini rencana yg bakal bikin Ily dan Denis menikah. " jawab Rey
" Tapi kak, itu nama nya kita yg bantu mereka. " tungkas ku yg ikul kesal dan menyilangkan tangan ku di atas perut ku
" Ikutin aja dulu ya sayang. Eemmm dari pada bahas itu, kita ngobrol yuk di teras sana." ajak Rey sambil menunjukkan jari nya ke arah balkon luar kamar.
Kami duduk di sebuah kursi ayunan, bercerita berbagai macam masalah bisnis, kuliner, liburan, seni dan pribadi.
" Kak Rey, aku boleh tanya? " ucap ku memberikan pertanyaan
" Kak, bisa nggak kamu ceritain masalah pribadi mu yg menyeluruh?"
" Emang nya kenapa?" tanya Rey lagi
" Aku cuma ingin tau aja kak. " jawabku
Rey mendekatkan wajah nya di hadapan ku dan mengecup kening ku
" Sayang, pasangan akan mengenal pasangan nya tanpa harus tau CV nya. Kita jalanin aja. Apa perlu aku melamar mu biar kamu bisa mempelajari aku luar dalem?" sahut Rey dengan kata-kata sedikit menggoda ku dengan jahil
" Apa salah nya cuman cerita?" protes ku hingga membuat ku mengerucutkan bibirku
__ADS_1
" Baiklah sayang ku. Bikin gemes ajah. " jawab Rey dengan mecubit kedua pipi ku yg tembam.
' Reyhan Scott adalah anak sulung dari dua bersaudara, adik nya adalah Esson Scott.
Mereka berdua adalah pengusaha muda yg terkenal sukses, tampan dan sangat populer bahkan hingga ke luar pulau Bali.
Mereka juga adalah keturunan dari darah Jerman hingga semua tak heran dengan ketampanan mereka serta mata Hazzel mereka yg sejuk.
Rey dan Esson sama-sama bergelut dunia bisnis, tapi ada beberapa perbedaan mereka.
Reyhan adalah pria berumur 27 tahun saat itu, dia adalah pria dermawan, baik, sopan dan ramah. Banyak gadis-gadis keturunan kaya dan sosialita yg mengejar Reyhan. Dulu dia terkenal dingin dengan hal yg berbau cinta sebelum kami bertemu sekalipun dia ramah dengan lawan jenis nya.
Reyhan juga sangat pintar bergelut di dapur, apapun yg dia masak selalu enak, hingga membuat ku sangat iri dengan rasa makanan nya. Dia adalah orang yg supel dan telaten.
Rey juga orang yg cerdas, walaupun IQ nya masih di bawah adik nya, tapi dia tak berkecil hati dan selalu berusaha dengan tenaganya sendiri hingga mengantarkan kesuksesan seperti sekarang. Rey mengenyam pendidikan SD dan SLTP nya di sekolah internasional di Bali. Melanjutkan SMA nya di Yogyakarta dan kuliah di U.S.A hingga mendapat julukkan siswa berprestasi di fakultas nya. Dan yg detik ini baru aku ketahui adalah, Reyhan juga seorang dokter kandungan. '
Selain pebisnis sukses dia juga seorang dokter dermawan.
Jika saat itu aku tak bertanya masalah pribadi nya, mungkin aku tidak akan pernah tahu bahwa seorang Reyhan Scott pebisnis muda sukse adalah seorang Dokter. Kandungan juga.
" Kak Rey, kenapa kamu tertarik jadi dokter kandungan?" tanya ku lagi
Rey hanya diam, berfikir dan berdiri berjalan kearah tas nya. Mengambil sebuah benda dan memberikan nya kepada ku.
" Karna sebuah foto? " tanya ku dengan penuh keheranan.
__ADS_1