Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Ayah dan Bunda


__ADS_3

Esson pamit dengan menitipkan beberapa lembar uang untuk kru-kru yg membantu mempersiapkan acara Esson tadi.


Aku bergegas pergi mencari Gio, aku memberikan tugas itu ke Gio karna dia pimpinan nya. Apalagi dia adalah orang yg jujur dan adil.


"Gio aku mau nawarin kamu sesuatu." Ucap ku serius


"Apa? coba bilang?" pinta Gio sambil menggenggam tangan ku. Aku tak risih dengan sikapnya itu, karna dia adalah sahabat ku dan dia yg lebih peka terhadap ku walaupun orang akan berfikir kalau 'ada udang di balik sikap nya itu' *Hehehehe* tapi dia tak pernah menyakiti ku.


"Aku mau nawarin kamu pindah ke kota D untuk ngurus salah satu resto baru aku disana. Gimana? kamu bisa fikirkan kan itu dulu." kata ku


" Kenapa aku harus mikirin lagi? Asal deket kamu aku bersedia." jawab nya dengan serius


"Beneran? Aku nggak mau kamu nyesel ntar. Kamu fikirin ya." perintah ku sambil memegang tangan Gio


"Mi apa pernah kamu dan aku nggak saling percaya?" tanya Gio


"Iya Aku percaya, tapi......" sahut ku terputus


"Aku bakal siap-siap besok aku bakal telpon kamu kalo aku udah di kota D. Jadi aku mau kamu percaya aku lagi dan lagi. Oke!"


"Iya aku percaya. Aku tunggu kamu besok, aku juga bakal suruh Anantha siapin tempat buat kamu." jawab ku


Hari sudah mengakhiri senja nya, gemerlap binta datang menyambut. Petang ini aku berlalu pulang ke kota D dan mengurus kepindahan Gio dirumah.


¤¤¤¤


Di rumah


"Akhir nya selesai juga kerjaan ini. Oh ini masih jam 9 lebih, mandi dulu lah." ucap ku pada diri sendiri dan beranjak membangunkan diri dari meja ku, denting HP ku berbunyi 2 kali


"Arumi"

__ADS_1


"Sayang"


Aku membuka chat singkat itu dan langsung membalasnya.


"Iya bunda, ada apa bund?" balas ku bertanya


"Sayang, bisa ketemu nggak sekarang di Caffe X?" balas bunda


"Penting ya bund?" balas ku lagi


"Iya sayang, kalo kamu bisa bunda dan ayah akan tunggu kok." balas bunda lagi


"Oke bunda, tunggu bentar ya, Rumi mandi dulu." balas ku


"Oke sayang." balas bunda terakhir tanpa ku balas lagi aku bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap dengan pakaian cassual saja.


Sekitar 10 menitan aku sudah sampai di caffe X dan segera mencari keberadaan bunda dan ayah.


"Nggak apa sayang, kita juga lagi ngobtol santai aja. Duduk yg manis nak." Pinta ayah yg mempersilahkan ku duduk berhadapan dengan mereka.


"Ada penting apa yah, bund? Apa yg Rumi bisa bantu?" tanya ku to the point


"Eeemmmmmm bunda binda bingung mau ngompng nya dari mana." kata bunda dengan kebingungan


"Bund, jangan sungkan. Rumi anak kalian kan?" tanya ku


"Tapi kamu dengerin dulu ya, setelah itu baru kamu kasi pendapat." jelas papa dan aku hanya menganggu sopan dan tersenyum


"Jadi gini sayang, ayah dan bunda ada rencana untuk menyatukan kamu dan zayn lagi......." belum sempat bunda melanjutkan perkataan nya, aku dengan segera melayangkan gugatan ku


"Bunda nggak usah repot karna itu, Zayn udah benci banget sama Rumi dan udah ada Emily di samping nya." tungkas ku

__ADS_1


"Denger dulu sayang" pinta ayah


"Maaf yah, Rumi jadi kebawa suasana" jawab ku lirih


"Dengerin dulu ya Mi. Bunda dan ayah bukan nya mau ngatur hidup kamu. Tapi kami sayang sama kamu dan kami nggak mau ini berlalu tanpa perubahan yg baik. Kalo boleh kami mengutaran perasaan kami sekarang, kami sangan sedih, menyesal, marah dan lebih nya lagi kami nggak bisa berbuat apa-apa. Tapi kami nggak mau kalian seperti ini terus, jadi kami memutuskan untuk meminta kamu tinggal bersama kami sementara waktu dan dengan itu kita bisa menumbuhkan cinta zayn lagi buat kamu." jelas bunda


"Bunda kan udah tahu apa yg terjadi, dan bunda juga tahu seberapa benci nya zayn sama rumi. Rumi nggak mau ini makin rumit." jawab ku


"Kita belum coba kan sayang? Jadi kita belum tau kan hasil nya." tungkas ayah


"Tapi yah......." belum selesai perkataan ku dan bunda sudah mengambil alih


"Bunda mohon sama kamu, kita coba selama 1 tahun aja, kalo masih saja kaya gini atau lebih buruk lagi, bunda nggak akan mempermasalahkan tindakan kamu selanjutnya sayang." mohon bunda dengan menyatukan tangan nya sehingga sakit rasa hati mu menolak walau dengan cara halus sekali pun, karna aku tau mereka sangat menyayangi ku.


"Baik bun, Rumi akan coba, tapi kalo lebih parah dari ini, rumi mundur. Dan apa nggak bisa kurang dari 1 tahun?" tanya ku


"Sayang, semakin kita bersama maka akan semakin terbiasa dan memungkinkan cinta akan tumbuh lagi." sahut bunda


"Dan kamu juga harus tinggal bersama kami nak." sahut ayah lagi


"Ayah apa itu harus?" tanya ku


"Iya sayang." jawab ayah


¤¤¤¤


Aku duduk diam memimirkan perundingan antara aku dengan ayah bunda di caffe.


Aku fikir itu juga adalah solusi yg baik, tapi aku tak mau memperburuk keadaan dan meningkatkan kebencian zayn untuk ku.


"Ini bikin aku sengsara!!" Geram ku dengan keadaan ini

__ADS_1


__ADS_2