
Pertunangan sudah berlalu. Para orang tua memilih tanggal yg cantik sebagai tanggal yg sakral nanti.
14 Februari adalah tanggal yg di sepakati. Kurang dari 2 bulan menuju hari bahagia ku dan Zayn. Setelah pertunangan kami sudah digeluti kesibukan menuju hari pernikahan. Prosesi Foto Prawedding, Cetak dan sebar undangan. Fitting baju pengantin dan jas untuk Zayn.
Kami melakukan Foto Prawedding di tempat pilihan ku. Di sebuah air terjun indah di kabupaten B. Aku hanya memakai dress putih di bawah lutut dan Zayn memakai kemeja putih dengan jeans pendek nya. Kami bahagia karna tema out door nya sesuai pilihan kami. Tak hanya di sekitar air terjun indah itu. Kita juga melakunan sesi itu di desa J yg bernuansa pepadian hijau nan asri.
Sudah puas mendapatkan hasil yg kami ingin kan. Kami juga berkunjung dan temu kangen ke rumah ibu dan ayah. Kami ngobrol-ngobrol santai membahas pernikahan ku dan Zayn.
Ayah dan ibu sangat bahagia karna melihat ku sudah mulai membuka hati dan melalui hari-hari yg bahagia.
"Kamu nggak kasi Ani undangan ya Mi?" tanya ibu
"Nanti di kasi bu, kan undangan nya belum di cetak. Nanti Rumi langsung yg ngasih Ani dan 2 ekor nya itu." Sahut ku ibu hanya tertawa mendengar itu.
"Bu kami pamit pulang ya. Karna masih banyak yg harus kami lakukan besok." Pamit zayn karna memang hari ini sudah petang.
"Iya bu, kita pamit dulu ya. Nanti Rumi kesini lagi sekalian bawa undangan buat Ani."
Ibu mengangguk, kami menyalami ibu dan ayah lalu bergegas pergi..
Undangan sudah di cetak dan disebarkan. tak banyak yg kami undang, hanya rekan-rekan bisnin. Keluarga dan sahabat.
¤¤¤¤
Semua persiapan sudah hampir menginjak 90%. Yg kurang hanya mempelai nya.
__ADS_1
"Zayn, kamu temani aku ke rumah ibu ya aku mau kasi undangan-undangan ke sahabat ku. Please.!!"
"Iya. Sayang tapi nggak nginep. Besok udah prosesi pesiraman."
"Iya kak Zayn." rayu ku
"Ihh mulai kapan kamu manggil aku kakak?"
"Iya kan aku hanya menghormati kamu."
"Ya udah ayo berangkat." ajak zayn dan aku mengangguk cepat.
Kami berangkat agar tak terlalu malam sampai kerumah mama dan papa. Kami telah sampai di rumah ibu. Aku bergegas masuk dan menyalami ke dua orang tua itu. Kami berberbincang bersama bertanya kabar dan menyebar undangan untuk keluarga dan sahabat disana.
"Bu aku mau ke resort dulu bawain undangan buat Ani dan 2 ekor nya itu." tuturku
Kami bergegas dan sekitar 5 menit sampai di resort, aku bergegas mencari ani. Aku mencari Ani di resto dan ternyata mereka di kantin.
"Ani, Gio Arka kalian aku cari-cari malah disini." jengkel ku
"Kenapa mi? Kangen sama kita?" tanya Arka
"Iyalah sekalian aku mau ngasi kalian undangan pernikahan aku."
"Calon suami mu mana?" Tanya Gio
__ADS_1
"Ini dia. Kenalin ini Zayn calon suami aku." tutur ku
"Salam kenal, Aku Zayn calon nya Rumi." ucap zayn saat memperkenalkan dirinya.
Kami bercakap ria bersama membahas pernikahan hingga bulan madu yg membuat ku geli. Akhir nya kami pamit pulang karna hari menunjukka senja.
Kami kembali kerumah ibu, ayah dan pamit karna kami akan kembali ke rumah mama.
¤¤¤¤
Hari pernikahan sudah menyambut. Aku di bangunkan pagi sekali oleh mama. Hair do penata busana dan perias sudah sampai.
Mereka bergegas bergulat setelah aku membersihkan tubuh.
Jam menunjukkan di angka 9. Ini menandakan ijab qabul sudah menunggu.
Aku bersimpuh di sisi Zayn. Papa dan Zayn saling menjabat tangan mereka. Zayn pun menirukan dan mengulangi ucapan papa.
"Saya terima nikah dan kawin nya Arumi Nazwa Latif dengan seperangkat mas kawin tersebut di bayah tunai." ucap zayn
"Bagai mana saksi-saksi?" tanya penghulu
"Sah sah sah."
Kami mengucap syukur kepada Tuhan. Aku menyalami Zayn dan Zayn mencium kening ku.
__ADS_1
"Hari ini adalah awal kita bersama. Kita akan lalui ini bersama apapun itu ya sayang." ucap Zayn.
Aku memgangguk. Aku melihat semua yg ada di gedung ini amat sangat bahagia. Terutama ke tiga pasang orang tua ku itu.