Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Tuan Nizam part 2


__ADS_3

Semua staf kantor papa pamit pergi kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Aku, papa, tuan Nizam da asisten pribadinya masih duduk di ruang meeting.


" Tuan, mohon maaf atas sambutan kami yg kurang berkenan. Semoga anda berkenan berlama-lama dinegara kami. " menundukkan kepala ku dengan hormat sebagai permintaan maaf.


" Jangan sungkan nona, saya sudah sangat puas dengan presentasi anda. Anda berbakat dan luar biasa. " pujian dari tuan Nizam ditambah dengan simpul senyum diwajahnya.


" Mengapa anda sangat manis nona? Ini pertama kali nya saya melihat perempuan berbakat dan santun seperti anda. " gumam tuan Nizam dalam hatinya dengan bibir masih dihiasi senyuman.


" Terima kasih atas pujian dari tuan Nizam. " senyuman terbalut di kedua ujung bibir ku.


" Tuan, apakan anda ingin mengelilingi pulau yg indah ini? " asisten pribadi tuan Nizam mengajukan pertanyaan sekaligus solusi.


" Oh iya, mungkin itu adalah yg menarik. Tolong kamu carikan saya pemandu wisata terbaik disini. " jawaban dan perintah yg bersemangat.


" Anda tidak perlu melakukan itu tuan, Nazwa dan asisten nya yg akan menemani kalian berkeliling Bali. " jawaban papa yg diterima dengan suka cita oleh tamu asal Dubai kami.


" Paman, jangan sungkan. sudah tidah ada para karyawan paman disini. berhentilah memanggil ku dengan sebutan tuan. " Nizam meminta dengan sopan, lalu melanjutkan jawaban nya


" Apa Nizam tidak merepotkan Nazwa nanti? Karena setau Nizam dari internet kalau Nazwa pebisnis muda yg sukses dan sangat sibuk, Nizam hanya tidak mau mengganggu pekerjaan dan merepotkan orang lain. " lsambung Nizam.

__ADS_1


" Nak, mungkin sebelum nya kalian memang belum pernah bertemu. tapi percayalah putri ku bukan seperti itu, selagi masih bisa ia lakukan maka akan ia lakukan. Dan disini masih ada Anantha yg akan mengerjakan pekerjaan Nazwa. Iya kan sayang? " Papa menjawab pertanyaan dari Nizam dan setelah itu bertanya kepada ku dengan maksud agar aku tak menolak permintaan nya untuk mengantar Nizam berkeliling.


" Iya pa. Saya tidak keberatan selagi Anantha mampu melakukan pekerjaan disini maka saya dan Gio yg akan mengantar tuan Nizam berkeliling. " jawaban ku untuk papa dan juga Nizam.


" Tolong panggil saja nama ku, Nizam. Kau pasti tau kan aku siapa dan apa hubungan ku dengan paman Latif. Jadi panggillah saja nama ku. " Nizam merespon dan memberi jawaban yg sama untuk ku seperti untuk papa tadi karna memang waktu privat seperti ini, Nizam lebih suka di panggil dengan sebutan nama dari pada sebutan tuan.


" Tapi itu tanda nya saya tidak sopan pada anda tuan. " jawaban ku dengan cepat untuk Nizam.


" Tidak apa-apa karna aku lebih suka di panggil Nizam jika dengan orang yg sudah ku anggap seperti keluarga. " lembut suara Nizam menyahuti jawaban ku sebelum nya.


" Baiklah Nizam. " aku mengangguk mengiyakan pernyataan Nizam tadi.


" Kalau begitu nanti sehabis makan siang kalian bisa berangkat jalan-jalan nya. Dan sekarang kita makan siang dulu di cafe 'mama Latif'. " ajakan papa pada kami karna waktu sudah menentukan jam makan siang.


Akhir nya kami mengajak tamu dari Dubai kami ke Bedugul, Jatiluwih, Kintamani dan Panglipuran. Hanya saja kami tak berlama-lama karena jarak dari kota Denpasar menuju ke Bedugul lumayan jauh sehingga kami akhiri kunjungan di Panglipuran, desa yg masih etnic dengan adat dan budaya yg masih kental.


" Bisakan kita berfoto bersama sebagai kenang-kenangan? " Nizam meminta berfoto bersama ku hanya berdua saja.


" Baiklah, silahkan. " aku menjawab singkat mengiyakan pemintaan Nizam.

__ADS_1


Cekrekkk


" Pemandangan yg indah. Aku sangat suka dengan tempat-tempat yg kalian antarkan tadi. Aku sangat senang. Terima kasih Nazwa. " ucapan terima kasih di lontarkan Nizam lalu mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel milik nya.


" Ini sudah tugas kami. Apa ada yg ingin kamu kunjungi lagi Nizam? " aku bertanya kepada Nizam dengan maksud penolakan tersembunyi jika doa ingin mwngunjungi tempat lainnya lagi. Bukan maksud apa-apa, tapi saat itu hari sudah mulai gelap dan suhu udara di Kota Bangli juga mulai dingin.


" Tidak ada. Hari juga sudah mulai gelap dan aku sudah mulai merasakan lelah. " Nizam menjawab pertanyaan sesuai keinginan ku. Aku sangat senang waktu itu karna aku pun sangat merasa lelah.


" Baiklah ayo kita pulang. "


" Gio, ayo balik. Tamu kita udah capek, terlebih aku. " menjawab dan mengadu pada Gio.


" Sama, aku juga capek banget mi. Ya anggep saja kita lagi jadi pemandu wisata. Hahaha. " Tawaan Gio di akhir kalimat nya membuat Nizam sedikit penasaran dengan apa yg kami bicarakan, karna tentu saja dia tidak mengerti.


" Maaf Nizam, bukan maksud apa-apa. Kami hanya bercanda tentang ku. " Pernyataan ku untuk menghindari tatapan curiga Nizam, terlebih aku takut dia berfikiran kalau kami tak suka mengajak mereka berkeliling.


" Maaf Nazwa, hanya saja aku tak mengerti bahasa kalian, karna aku baru ke tiga kali nya datang ke Indonesia. "


Aku tahu sebenarnya ada rasa sedikit tersinggung dihati Nizam karna tak faham dengan apa yg kami bicarakan.

__ADS_1


" Maaf Nizam, tapi aku...... " jawaban ku terpotong oleh Gio


" Maaf Zam, sebenar nya Nazwa lelah karna menjadi pemandu wisata yg cantik dan yg di lirik oleh lelaki bermata kucing. Hahahah " jawaban Gio yg ngalur ngidul membuat Nizam sedikit percaya.


__ADS_2