
Kira-kira sudah 5 hari berlalu, hari ini adalah hari senin, hari yang sangat sibuk, jalanan yg padat dan cuaca yg panas. Entah sudah berapa minggu aku dan zayn tak pernah berkomunikasi, bahkan bertemu hanya untuk meluruskan permasalahan ini atau mencari jalan tengahnya.
Sudahlah, jalani saja seperti ini, karna bila takdir Tuhan aku dan zayn bersatu maka akan bersatu.
"Test" chat dari sebuah nomor
"Ini siapa?" tanya ku
"Aku Emily, aku ingin bertemu sama kamu. Apa kamu bisa?" chat emily
"Untuk apa? mau pamer si zayn? nggak usah aku sudah sangat puas dengan ini."
"Bukan, cuma sebentar aja. Kapan kamu bisa?" tanya emily
"Maaf aku sangat sibuk, lebih baik kamu perhatiin zayn dari pada harus ketemu aku. Maaf!" balas ku.
Emily tak membalas, tapi pada saat itu dia merasa bahwa aku sangat sombong hingga menolak dia yg mengajak ku bertemu. Dan pada saat itu juga Emily merencanakan sesuatu untuk ku.
__ADS_1
¤¤¤¤
Dirumah
Setelah membalas chat Emily aku beranjak ke kamar mandi, bersiap-siap karna akan berkunjung ke Yayasan Sosial Kasih Pertiwi yg sudah dibangun bahkan sebelum aku dan Zayn menikah yg terletak di Bali utara di desa G. Hanya saja aku jarang mengunjungi nya karna mengurus properti sangat membuat ku sibuk.
Aku melakukan rutinitas pagi ku bersama orang tua yg sangat mencintai ku. Kami pergi ke pekerjaan masing-masing, dan aku telah meminta bantuan mama untuk memantau resto nya sementara. Aku juga meminta bantuan Arka dan Anantha untuk memantau resto yg terdekat dengan mereka.
Aku berangkat mengendarai mobil ku sendiri. Karna ini adalah acara amal yg akan di hadiri oleh Bupati atau yg mewakilkan beliau nanti. Rekan-rekan bisnis keluarga Latif, para donatur yayasan, dan mungkin akan disiarkan secara langsung di stasiun televisi lokal Bali besok saat acara inti. Aku datang lebih awal, ingin membantu yayasan dan bertemu dengan anak-anak yayasan.
"Assalamualaikum anak-anak.............." sapa ku di yayasan yg membuat anak-anak kecil di yayasan menjadi riuh mendatangi ku bahkan mereka membantu ku membawa barang-barang itu.
Kami duduk bersama untuk menikmati makanan sebelum melanjutkan perkerjaan dan menghiasi tempat acara.
Kami berkerja sama setelah itu gladi bersih penampilan-penampilan besok, bahkan anak-anak mengajak ku tampil bernyanyi bersama mereka.
Malam sudah menyambut, persiapan, kelengkapan, dan penampilan sudah di ulas satu-satu agar besok semua berjalan sesuai dengan susunan. Aku meminta semua penghuni yayasan untuk tidur karna esok akan lebih melelahkan.
__ADS_1
Pagi menyambut, hari ini adalah hari yg di tunggu oleh anak-anak yayasan. Tapi acara nya akan di mulai jam 11 siang karna posisi dari yayasan sangat lah jauh bagi undangan yg datang dari kota D.
Semua sudah siap, aku dan pemilik yayasan menyambut para tamu sudah berdatangan dan mempersilahkan mereka memenuhi tempat duduk acara yg dilakukan di halaman luas nan rindang.
Acara pun sudah di mulai, media pun sudah melakukam siaran nya sedari tadi. Saat ini masih sambutan-sambutan yg beriringan, mulai dari sambutan Bupati, Papa sebagai ketua donatur, dan dari yayasan yg aku sendiri mewakilkan nya sekarang diatas panggung.
"Dengan hormat dan bangga saya sampaikan terima kasih kepada bapak bupati yg sudah berkenan hadir, para donatur setia yg selalu mengasihi yayasan kami dan rasa sayang saya ucapkan untuk anak-anak yayasan yg sangat bersemangat akan acara ini. Tak ingin panjang lebar saya berbicara di sini. Seperti yg sudah dijelaskan oleh bapak Bupati dan donatur tadi sudah mewakilkan perasaan dan terima kasih saya kepada kalian semua yg sudah membantu dari awal berdiri nya yayasan hingga detik ini, saya mengucapkan amat banyak terima kasih. .....Blaaa..... Blaaa......... Blaaa................ Saya tau dan saya merasakan dulu bagaimana kita berpisah dari keluarga yg amat kita sayangi. Maka anggap lah kami sebagai keluarga kalian, berilah kasih sayang kepada kami karna itu sudah cukup membuat kami bahagia. Mungkin itu saja yg bisa saya ucapkan, maaf bila ada kesalah kata yg sudah saya ucapkan, saya undur diri dan terima kasih." Pamit ku undur dari panggung yg di temani sorak tepuk tangan para undangan.
"Acara selanjutnya penampilang kesenian adrah dari anak laki-laki yayasan. Kami persilahkan." lanjut pemandu acara
Saat hiburan sudah dimulai satu persatu, aku kembali ketempat duduk ku, di sebelah papa.
Ada sepasang mata indah seperti mata hazzel indah yg menatap ku sedari tadi saat aku memberi sambutan, selain mata indah itu, bibir nya yg tipis juga memberi sebuah senyuman yg damai.
Acara kini sudah beralih ke acara makan bersama, para undangan riuh mengambil makanan yg di sajikan secara prasmanan dan kembali ke meja mereka masing-masing.
Aku melihat papa dan mama memanggilku untuk menemui mereka. Kami duduk bersama dan di timpali oleh rekan donatur papa dan juga sepasang mata indah yg duduk di sebelah ku.
__ADS_1