Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Perkenalan dan Ungkapan Cinta Zayn


__ADS_3

Gelisah tak menentu ku rasakan. Sudah berhari-hari dan berminggu-minggu lewat, melewati pembicaraan saat sarapan kami bersama di rumah. Kegelisahan bukan hanya karna perjodohon itu saja, pengenalan ku dan Zayn selama 5 bulan dan pertunangan di bulan ke 6 nya semakin menambah kegelisahan ku tak berdaya.


Selama Zayn baik kepada ku aku tak bisa menolak rencana ini kecuali Zayn melakukan hal-hal di luar batas seperti menganiaya ku misalnya, maka aku boleh menolak.


Sudah hampir menginjak bulan ke 2 di perkenalan ini. Zayn baik, sama sekali tak pernah nyakiti ku atau melukai persaan ku.


Aku mulai nyaman, dan Sedikit mulai membiasakan diri dengan Zayn.


Kadang kami saling bermanja, bertanya kabar, saling mengunjungi satu sama lain ke rumah masing-masing, bahkan kalau sempat dan tidak sibuk kami akan pergi berkencan dan hari hari begitu cepat berlalu.


Tapi aku selalu memilih tempat yg nyaman dan tak selalu ramai, karena aku slalu mengingatkan Zayn akan status ku.


"Aku udah selalu ingetin kamu, aku nggak keberatan dengan itu. Kamu nggak percaya sampai detik ini? Rumi, kita sudah hampir 3 bulan lebih pendekatan. Tolong percaya sama aku." ucap Zayn dengan lirih yg buat aku merasa bersalah.


Hari berlalu terus dan terus. Kami berjalan seperti biasa. Aku sangat merasa nyaman didekat Zayn. Aku selalu berfikir bagaimana kalau aku membuka sedikit hati ku dan aku sudah membuka nya untuk Zayn.


"Aku akui aku mulai punya 'rasa' sama Zayn." gumam ku dalam hati.


¤¤¤¤


Zayn mengajak ku ke suatu tempat yg bisa di bilang romantis dan hanya ada beberapa pasangan disana.


"Ini dia tempat nya, Aku sengaja pilih disini biar kamu nyaman." ucap Zayn


"Kenapa dengan tempat ini?" tanya ku.

__ADS_1


"Katanya ini adalah tempat spesial, tempat sepasang sejoli mengungkap cinta mereka dan pasti akan diterima oleh pasangan nya dan akan langgeng seumur hidup. Dan aku juga ingin melakukan nya dan membuktikan kebenaran nya." tutu Zayn


"Maksud nya?" Fikir ku dengan bego nya


Zayn menatap ku lekat-lekat. Memegang 1 tangan ku dan bersimpuh di depan ku. Zayn mulai membuka bibir nya


"Rumi, aku tau kamu slalu risih sama status mu. Aku ngerti. Tapi aku juga pengen kamu tau kalo aku udah suka sama kamu sejak kamu masih kerja di resort itu. Aku juga tau kamu agak berat menerima perjodohan ini. Tapi aku bener-bener tulus sama kamu bukan karna perjodohan ini. Tuhan yg udah takdirin perjodohan ini adalah jembatan pertemuan kita. Ini juga jembatan dan kesempatan kita saling mengenal. Rumi, aku udah nggak mau lagi buang waktu dan aku takut udah nggak ada lagi kesempatan buat aku nanti. Jadi, Rumi, bertunangan lah dengan ku. Beri aku kesempatan menutup lubang itu." ungkap Zayn lirih dan sangat meyakin kan ku.


Aku diam seribu bahasa, tak tau apa yg harus ku katakan. Zayn bangkit dari bersimpuh nya dan tetap memegang tangan ku.


Zayn memegang dagu ku dan aku menatap matanya yg penuh dengan keseriusan.


"Beri aku kesempatan buat ngebuka hati kamu lagi. Beri aku kesempatan bahagiain kamu." tutur Zayn lagi


Tanpa tersadar aku menganggu begitu saja yg karna memang aku merasa nyaman dengan Zayn dan aku pun sudah mulai menyukai nya.


"Iya zayn, aku akan coba. Aku harap kamu nggak akan mengecewakan ku dan menyesal karna memilihku dengan status ku sekarang." jawab ku lirih tapi aku melihat Zayn amat sangat bahagia. Zayn menarik tangan ku dan memelukku.


"Tempat ini sangat mendukung ku, tempat ini juga udah hipnotis kamu ya dan udah nerima aku." goda Zayn dan tertawa.


Aku melepas pelukan Zayn, tapi denga cepat dia kembali membawa ku kepelukan nya.


"Tempat ini saksi nya kalo aku menyayangi dan mencintai kamu. Dan aku nggak bercanda soal itu" bisikan zayn lirih ditelinga ku dan membuat jemari mencubit lengan atas Zayn.


"Gombal deh." ejek ku.

__ADS_1


Zayn tak menjawab tapi dia menjawab dengan mengeratkan pelukan nya.


Tak terasa jam 9 menuju, Kami bergegas pulang. Zayn mengantar ku pulang ke rumah. Dari awal perjalanan pulang dia selalu memegang 1 tangan ku hingga dirumah.


Aku mengajak Zayn masuk kerumah sebentar, karena kami melihat mobil Alphard kesayangan ayah Detha terparkir di halaman rumah. Kami masuk ke dalam rumah, langkah kaki kami membuat ke 4 orang tua itu melihat ke arah kami.


"Duh yg lagi romansa-romansa nya, kenapa cepet banget balik hah?" goda bunda


"Bun, kita harus hargai keinginan Rumi kan? Dan leboh bagus lagi kan kalo kita lanjut dirumah dan ada kalian yg ngawasin." bela Zayn


"Udah makin dewasa aja kamu Zayn" sahut ayah Detha


"Ma, Pa, Ayah, Bunda bisa nggak pertunangan nya di percepat?" tanya Zayn gamblang yg membuat kami menganga dan melolotkan mata kami yg bertanya-tanya. Termasuk aku.


"Kenapa kalian kaget gitu? Bukan nya ini permintaan kalian para orang tua?" kata zayn


Mereka berempat mengangguk dan masih tak menyangka. Akhir nya tanggal pertunangan pun sudah di sepakati.


.


.


.


.

__ADS_1


Untuk para reader, Saya masih pemula bila ada kesalahan mohon di mengertikan. Saya mohon dukungannya untuk Like, Vaforit dan koin seikhlas nya.


Terima


__ADS_2