
Aku membuka pintu dan masuk bersama Esson ke dalam rumah Ayah dan Bunda.
Mereka menghampiri ku setelah tahu aku pulang diantar oleh Esson. Bunda mengelap wajah ku, menghapus sisa-sisa air mata ku dibawah garis mata. Orang tua itu pun mengajak kami masuk dan duduk untuk mendengar cerita dan penjelasan kenapa Esson bisa mengantarkan ku pulang.
Kami baru saja mendudukan tubuh kami, selang beberapa detik pintu terbuka dan terdengar suara langkah kaki dengan alas nya.
Zayn masuk dan duduk bersama kami berempat untuk meluruskan kesalah pahaman yg di terima zayn.
"Zayn, bunda yg minta Arumi untuk balik ke rumah ini. Selama dia disini kamu nggak boleh nyakitin dia apapun alasan kamu. Kamu juga nggak bisa tinggal selain dirumah ini. Tolong hargai keputusan kami." punta bunda dengan nada halus dan menatap mata anak nya yg menghidupkan bara kebencian nya pada ku.
"Apa alasan kalian bawa dia ke rumah ini? Apa ayah dan bunda mau menyatukan kami lagi? untuk itu aku menolak sebelum kejadian." sahut Zayn dengan nada sinis menatap ke arah ku
Detik itu bunda ingin memberikan jawaban nya. Tapi Esson lebih dulu membuka bibir nya.
__ADS_1
"Kalo kamu nolak, kamu bisa ceraikan dia!! Dengan itu kamu bebas bersama Emily!!" tungkas Esson menatap sombong ke arah Zayn. Zayn pun memberikan ekspresi yg tak terduga. Karna dia tahu bahwa Esson dan Denis sama sekali tak tahu hubungan nya dengan Emily. Tapi sekarang berbeda.
"Nggak usah kaget. Arumi nggak ada cerita tentang satu pun keburukkan mu sama pacar mu itu. Tapi aku dan Denis, kita udah tau kamu ada hubungan dengan Emily sejak kita masih SMA. Dan sejak saat itu juga kamu udah khianatin sumpah persahabatan kita." ucap Esson membeberkan kejadian antara persahabatan mereka.
" Dan satu hal, kalo kamu lebih menikmati hubungan mu dengan Emily, maka lepaskan Arumi. Aku yakin akan bangak yg mau jadiin dia istri walaupun dia akan merasakan status nya 2 kali. Tapi dari yg aku dengar juga dari om Latif kalo status yg pertama dia terima sakit nya dari Tuhan bukan dari manusia yg nggak pernah menghargai orang lain, apalagi pasangan. Aku saranin kamu lepaskan saja Arumi. Setelah itu aku yg akan ANTRE paling depan di rumah Latif. Fikirkan ya Zayn sahabat ku tersayang!!!" bangkit Essonn dari duduk nya dan mengancam zayn dengan penekanan kata 'ANTER' yg membuat kami membelalakkan mata ke arah Esson.
Esson tersenyum tulus ke arah ku. Aku juga rak bisa mengartikan senyuman nya antara tulus dan ancaman untuk zayn.
Kami semua diam setelah mendengar perkataan dari Esson. Zayn mengangkat wajah nya dan mengarahkan mata nya ke arah ku.
"Apa yg di katakan Esson, lebih baik kamu udahin hubungan kita dan kamu bisa bebas dengan Emily tanpa terganggu embel-embel status kita." kata ku lirih meyakinkan semua yg ada di rumah itu.
Ayah dan bunda menatap ku tak percaya, karna baru saja aku menyetujui permintaan mereka.
__ADS_1
Zatn bangkit dari duduk nya, menarik tangan ku dan menyeret ku ke dalam kamar kami.
Zayn melempar keras tangan ku hingga aku mengaduh tersungkur di lantai dan membuat ujung alis ku terluka karna berbentur kaki ranjang.
" Kenapa? sakit? Maaf ya sayang aku sengaja melakukan nya." rengek zayn dengan kesombongan nya dan menjambak rambut ku agar aku memperlihatkan wajah ku kearah nya.
"Aku bisa lah bernegosiasi dengan adanya kamu di rumah ini. Tapi untuk cerai...... Maaf beribu maaf aku nggak bisa kabulin permintaan mu itu." mengeraskan jambakkan nya di rambut ku sehingga sangat sakit ku rasakan.
" Oke aku tau kamu mau membuatku kehilangan kebahagiaan kan? Aku terima. Tapi aku mau kamu bersumpah untuk TIDAK MENYENTUHKU selama aku ada di rumah ini!!! " lawan ku pada zayn dan membentak nya.
" Oke aku Zayn Akbar bersumpah tidak akan menyentuh tubuh seorang janda untuk yg kedua kali nya. Apa kamu PUAS?!!!" Kata zayn dengan penuh kesombongan diri dan melepaskan jambakkan nya pada rambut ku.
"Tuhan, mohon beri aku jalan untuk lepas dari ikatan iblis ini" gumam ku dalam hati
__ADS_1