Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Esson


__ADS_3

Acara dadakan esson sudah selesai. Kami semua kru membersihkan resto untuk membuka nya kembali untuk umum.


Beberapa detik langkah seseorang menghampiri ku dan mengajak ku bicara.


"Rumi" ucap esson


Aku menoleh ke arah nya sedang membawa beberapa sendok kotor ke dapur.


"Iya esson? apa kamu ada keluhan?" tanya ku


"Iya ada, bisa kan kita ngobrol sebentar?" tanya esson lagi


Aku mengangguk karna memang di resto sudah sepi. Dan kami duduk di meja dekat Pool


"Apa keluhan kamu?" tanya ku membuka percakapan.


"Esson menunduk dan menggelengkan kepala nya


"Kenapa tadi kamu bilang ada keluhan kalo sekarang kamu geleng-geleng?" tanya ku heran


"Aku nggak ada keluhan sama sekali. Malah aku mau ngucapin makasih banyak dengan pelayanan resto ini."

__ADS_1


"Terus alasan kita disini?" tanya ku


"Aku mau minta maaf atas sikap zayn ke kamu. Aku bener-bener nggak tahu kalo kalian sekarang sedang banyak masalah. Aku minta maaf" lirih zayn seraya menyatukan kedua tangan nya


"Kenapa kamu yg minta maaf, dia itu tamu, tamu kamu. Udah sepantasnya aku menghormati dan memberikan pelayanan yg memuaskan." sahut ku


"Iya aku tau, tapi sikap nya sunggah nggak sopan. Dan lagi aku juga baru tahu tentang kejadian ini, jadi aku nggak bisa mencegah nya tadi."


"Santai aja, Esson aku udah nyaman di zona ku sekarang walau aku nggak bisa lepas dari dia. Tapi aku selalu berdoa, semoga Emily bisa mengubah sifat nya lagi." sahut ku


"Kamu tahu Emily?" tanya esson


Esson hanya diam mencerna apa yg ku katakan. Aku pun berfikir kenapa esson jadi bungkam saat aku mengatakan tentang Emily dan zayn?


Esson kembali membuka bibir nya


"Kami adalah sahabat dari kecil. Kami berempat. Aku, Zayn, Emily dan Denis bersahabat dari masih duduk di SD. Kamu tumbuh besar bareng, dan berjanji nggak akan ninggalin satu sama lain. Dan juga tentang perjanjian untuk tidak saling mencintai sesama sahabat." Esson menundukkan kepala nya


"Oh jadi kalian ini sahabat dari kecil. Tapi kenapa harua ada perjanjian kaya gitu?" tanya ku


"Iya karna kita bertiga menyukai Emily saat masih SMA dulu, hanya kita bertiga yg tau kalo kita suka sama cewek yg sama. Saat pada akhir nya zayn tiba-tiba sakit dan di opname di rumah sakit S dan Emily yg menjaga nya. Disana Zayn memberanikan diri nya mengungkapakan apa yg dia rasain ke Emily. Saat itu aku dan Denis mendengar di balik pintu dan kami menganggap zayn udah berkhianat." jawab esson

__ADS_1


"Mereka bareng dari SMA?" tanya ku lagi


"Iya, mereka dari SMA sampe sekarang pun belum putus, bahkan itu yg membuat kami berempat renggang. Aku ke L.A dan Deni di Canada. Zayn nggatk tahu sampe sekarang kalo aku dan Denis tahu antara dia dan Emily maka nya kami masih tetep berkomunikasi." sahut esson


"Berarti bener, kalo aku yg udah rebut zayn" kata ku lirih dan mengalihkan pandangan ku


"Walaupun kamu rebut dia, tapi status mu lebih pasti."


"Bagi zayn, pernikahan ku sama dia cuma mau muasin mama papa kami. sahut ku


"Aku ngerti, kalo memang kamu nggak kuat kenapa nggak cerai?" tanya esson


Aku menggeleng dan diam sejenak.


"Aku nggak bisa cerai sama dia" jawab ku lirih


"Kenapa? kamu udah nggak dianggep gini masih nggak mau cerai?" tanya esson lagi pada ku


"Karna ada sebuah kertas yg menjadi bukti kalo aku nggak bisa cerai dari dia. Surat perjanjian itu, aku sangat nyesel tanda tanganin nya. Buat aku terkurung. Tapi aku udah terima kok. Dan aku juga harus bangkit." sahut ku


Esson menatap senyuman tulus ku itu entah apa yg di fikirkan Esson.

__ADS_1


__ADS_2