Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Sebuah Tamparan


__ADS_3

Malam ini adalah hari kepindahan ku kerumah ayah dan bunda. Aku sengaja memilih malam hari karna aku tahu zayn tak berada dirumah nya dan membuat ku leluasa merapihkan sedikit barang pribadi ku.


Sebenar nya juga sangat berat pergi kembali kerumah ini, seakan-akan aku kembali menawarkan diriku kepada singa yg lapar. Tak hanya itu, papa sebenarnya sangat keberatan dengan dengan keputusan ku, beliau hanya tak ingin melihat ku jatuh dan terinjak lebih dalam lagi dari sebelum nya.


"Akhir nya beres, untung aku bawa barang cuma dikit, kalo segudang bisa gempor semua badan ku." protes ku pada diri sendiri


Jam sudah menunjukkan jarum pendek nya di angka 10 malam. Aku hendak membalikkan badan ku dan bergegas ke kamar mandi tapi suara tekanan gagang pintu membuat ku tak melangkahkan kaki dan berbalik membuat ku terkejut.


'KRRREEEKKKK'


Suara bersamaan dengan dorongan di gagang pintu. Sepasan mata terbelalak menajam kan arah nya ke pada ku dan seakan membunuh ku.


"Ngapain kamu disini hah?!" bentak zayn dengan keras


Aku diam, seakan bibir ku kaku dan tak bisa berkata.


Langkah sepasang kaki berbalapan mendekati tempat ku berdiri. Mendorong ku hingga tersungkur ke ranjang yg empuk itu. Aku kembali bangkit dan berusaha membela diri ku. Tapi jari telunjukknya mengahalangi bibir ku.


"Sssshhhhttt... Jangan bicara lagi sayang, aku tau kaku balik kesini untuk memperbaiki hubungan kita kan? Kamu juga merayu ayah dan bunda ku untuk menyetujui permintaan mu yg hina ini kan?" geram zayn pada ku


"Aku... aku...." belum semua ku katakan dari bibir ku, tapi zayn melayangkan tamparan yg keras di wajah ku dan mendorong ku ke ranjang nya.


'PLLAAAKK' bahkan suara nya terdengar sangat keras hingga menyimpan prasasti di wajah ku. Buliran bening terjun dari pelupuk mata ku. Tak ada lagi bisa ku perbuat. Bahkan ini adalah detik pertama kepindahan ku.

__ADS_1


2 pasang kaki melangkah ke kamar kami dan mereka menatap ku lekat dan menangis melihat perlakuan zayn terhadap ku.


"ZAYN AKBAR!!!!!" bentak ayah dengan sangat keras


"Maaf kan bunda sayang, maafkan bunda, ini salah bunda sayang. Maaf maaf maaf..." tangisan nya pecah hingga terdengar lirih dan pilu.


"Arumi nggak apa-apa bunda. Arumi masih sehat kok." hibur ku dengan senyuman.


"Munafik. Janda munafik kaya kamu nggak pantas dapat kasih sayang dari kami. Hina, ternoda dan MUNAFIK!" kata yg penuh penekanan yg terlontar dari bibir zayn


Sejurus kata-kata itu membuat ku bangkit dan. melayangkan tamparan yg amat sangat keras bahkan lebih keras dari yg zayn berikan tadi.


"PPPLLLAAAAAAKKKK"


Aku berlari meninggalkan mereka, berlari sekencang-kencang nya bahkan aku tak ingat untuk mengambil uang, HP dan kunci mobil.


Aku berlari entah sudah sejauh mana. Banyak mata menatap ku heran dengan air mata ku yg menetes dan suara bibir yg sendu.


Aku hanya menanti kemana kaki ku membawa ku pergi.


¤¤¤¤


Di rumah Zayn

__ADS_1


"Bunda minta sekarang kamu cari Arumi sampe katemu. Bunda juga nggak mau denger protesan dari bibir kamu itu. Itu membuat bunda sangat jijik!!! Dan asal kamu tau, bunda yg ngajak Rumi untuk balik ke rumah ini. Dalam waktu 1 malam ini kamu harus bawa dia pulang kesini!!!!" bentak bunda dan berlalu meninggalkan zayn tanpa menunggu protes dari nya. Ayah pun menggelengkan kepala nya tak percaya dengan sikap anak nya saat ini yg penuh dwngan iri dengki kepada istri nya sendiri.


Mau tak mau Zayn bergegas, melajukan mobil nya mencari keberadaan ku yg entah akan dia temukan atau tidak.


¤¤¤¤


Entah kemana kaki ini membawa ku.


Menuju ke sebuah taman luas, taman yg tak asing bagi ku walau ini sudah sangat larut.


Tapi apakah reader percaya kalau malam di pusat kota akan gelap? aku yakin kalian bisa menjawab nya dengan benar.


3 tahun yg lalu, suasana romantis, di temani dengan cahaya lampu-lampu berbeda warna dan beberapa ekor kumbang berterbangan.


3 tahun yg lalu juga, disini Zayn mengungkapkan cinta nya dan melamar ku untuk menjadi istri nya.


'Kenapa kamu melangkan kesini? aku benci tempat ini!' protes ku pada kaki ku sendiri


Aku menangis, entah sudah berapa buliran air bening yg jatuh.


Saat itu juga sebuah tepukan tangan di bahu ku mendarat. Aku memalingkan wajah ku dan mengarahkan mata ku ke pemilik tangan itu.


Senyem bibir nya yg tipis dan mata hazzel nya yg indah menatap ku lekat, duduk di samping ku dan menyeka air mata ku.

__ADS_1


__ADS_2