
Zayn membuka, melihat dan membaca setiap jengkal kata dan kalimat di kertas itu. Dan suara tamparan keras mendarat di pipi Emily.
PLLLAAAAKKKK
hingga membuat wanita itu tersungkur.
●●●●
flashback on
" Anantha tolong bantu saya dan kerahkan semua kekuatan kamu untuk menguak kasus penculikan saya sebelum Zayn membuka, melihat dan membaca setiap jengkal kata dan kalimat di kertas itu. Dan suara tamparan keras mendarat di pipi Emilyenabrak saya. Berika saya bukti-bukti akurat kejahatan mereka sebelum saya sah bercerai dengan Zayn." perintah ku pada anantha
" Baik bu, saya akan melalukan sebaik mungkin" sahut anantha dan pergi meningglkan ruangan kerja ku.
Saat itu aku juga menelpon Esson untuk meminta bantuan nya.
" Esson, tolong bantu calon ipar mu ini ya?" pinta ku manja
" Kalo penting lebih baik kita ketemu oke." sahut Esson dan kami bertemu di kantor Esson di Kuta.
" Ada apa calon iparku?" tanya genit Esson
" Esson, kamu harus bantu aku membalas semua kelakuan sahabat-sahabat mu itu, terutama Zayn." sahut ku
" Bukan nya kamu mencintai dia?" tanya esson lagi dengan menggoda ku
" Itu dulu sebelum kemunculan kalian juga Emily. Esson tolonglah calon ipar mu ini" pinta ku dengan mengatupkan tangan.
" Kalo aku bantu, kamu nikah sama aku aja ya mi? itung-itung upah. Hehhehe" goda Esson
__ADS_1
" Boleh, tapi kamu harus rebut aku dulu dari Rey. Hehehhehe"
" Apa yg harus aku bantu mi" serius
" Aku mau kamu bawain aku rambut Emily juga Denis ya, sebagai bukti kuat bahwa anak dikandungan Emily adalah anak Denis dan aku butuh itu sebelum aku sah bercerai dengan Zayn. Tolobg aku ya." pinta ku
" Baik ipar ku cantik" sahut Esson.
flashback off
●●●●
" Apa maksudnya ini Emily" tanya Zayn dengan geram, mata yg di penuhi rasa marah dan melemparkan amplop kertas itu ke wajah Emily di hadapan banyak orang.
Emily mengambil kertas itu dam membaca nya.
" Kalo dokter yg berkata dan bersumpah dihadapan kamu apa kamu percaya kak Zayn ku?" tanya ku
Zayn hanya menatap kearah ku dan mengalihkan mata nya ke seorang dokter yg siap bersumpah.
" Saya bersumpah, demi orang tua saya yg berada diruangan ini, saya bersumpah demi pekerjaan saya ini, Saya bersumpah, saya tidak pernah menerima suap untuk memalsukan hasil test itu. Jika saya berbohong, maka detik ini juga saya akan kehilangan pekerjaan saya." sumpah dokter itu di hadapan seorang pastur yg ku undang langsung.
" Baiklah, kalo gitu saya permisi dulu, semoga kalian langgeng. Yah, bun, terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Arumi sayang kalian. Yuk Rey, kita pulang" ajak ku pada Rey dan menarik tangan Rey untuk mengikuti ku
Zayn masih dengan perasaan yg sama, dia melihat ku lekat saat aku menggandeng tanga Rey. Kami tak menghiraukan nya dan kami pergi meninggalkan kantor pengadilan itu.
¤¤¤¤
Di Apartement Reyhan
__ADS_1
" Arumi Nazwa Latif ku sayang, sejak kapan kamu menjadi kejam hah? Bahkan aku sama sekali tak tau kamu punya rencana licik seperti ini." ucap Rey yg memelukku dari belakang saat kita sudah masuk ke apartement Rey.
" Apa maksud mu Reyhan Scott? Apa aku tak boleh menjadi kejam untuk melindungi diriku dari bahaya?" tanya ku lebay
" Dan juga, kamu yg ngajarin aku jadi kejam." sambung ku dengan melepaskan pelukan Rey dan menarik hidung mancung nya itu.
" Aku bangga sayang. Dan sekarang kamu cuma milik aku. Kapan kamu akan mempersunting ku wahai ratu?" tanya Rey lebay
" Tunggu hingga aku sudah bosan sendiri ya pangeran. Hahahaha " sahut ku bercanda yg mebuat Rey gemas seketika lalu menarik pinggang ku dan mendekatkan pada tubuh atletis nya itu
" Arumi Latif, jangan lupa kamu hanya punya ku seorang, aku akan menunggu mu sampai siap. Sekarang waktu nya kita merayakan kekejaman mu itu sayang." ucar Rey dengan mengelus-elus leher ku yg membuat ku kegelian dengan tingkah nya.
Rey mengecup perlahan leher jenjang ku, mengecup area-area sensitif di leher dan telinga ku.
Sejurus kemudian aku menghentikan paksa perlakuan Rey.
" Honey, aku baru aja jadi janda untuk yg ke dua kali nya nih" godaku lada Rey
" Apa papi dan mami akan menerima ku? sambung ku lagi
" Apa perlu aku hamilin kamu dulu biar kita dapat restu orang tua?" Tungkas Rey
" Rey, jangan rendahin status aku dong." ambek ku lalu Rey memelukku dari belakang lagi dan mengecup pundakku.
" Zayn, Emily, Denis, kalian tunggu saja kisah selanjutnya." kata ku dengan kejam dalam hati.
Lalu aku membalikkan tubuh ku dan menangkup pipi Rey.
" Kak Rey ku sayang, ratu mu ini lapar." rengek ku pada Rey. Rey menggelengkan kepala, melepaskan pelukkan nya dan meninggalkan ku kedapur untuk menghangatkan makanan untuk ku
__ADS_1