Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Kencan Pertama part 3


__ADS_3

" Hahahahaha lucu. Sangat Lucu. Dan kakak kamu itu sangat bodoh! Bodoh banget. Dia cuma batu loncatan biar aku sama Arumi bisa balik lagi. Paham! " serangan skak mat yg dijabarkan oleh Zayn hingga membuat Esson kalah telak menyahuti.


" Kalian emang manusia gak punya hati. Mi, aku nyesel sama sikap kamu. Tolong jangan bawa-bawa Rey! teriak Esson didepan wajah ku.


" Maaf Son, aku nggak ada pilihan lain. Aku harus korbanin Rey biar aku dan kak Zayn bisa balikan. Maaf " jawab ku dengan sedikit akting menyesal.


" Aku kecewa sama kamu mi. Sumpah aku kecewa. " ucapan Esson memelan lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan kami dengan makanan yg masih utuh diatas meja makan.


Denis dan Ily sudah menonton sandiwara kami sejak awal. Penonton bayaran pun kami setting untuk bergosip di sekitaran cafe itu.


Macam-macam sudah yg mereka katakan, ada yg memuji dan mendukung kami dan ada juga yg menghina dan menghakimi kami dengan komentar nya.


" Tenang, mereka cocok banget, aku yakin pasti mereka bakal balik lagi. Soalnya mereka serasi banget dan nggak ada yg bisa nyaingin Arumi walaupun dia janda. " puji seorang penonton bayaran kami yg berada dekat dengan meja makan Ily dan Denis.


Merasa geram dengan apa yg mereka dengar, Ily pun menghampiri kami dengan ekspresi marah dan kesal nya. Bahkan dia membuat drama diatas skenario kami.


" Zayn, apa maksud semua ini? Tolong jelasin! " teriak Ily di sebelah meja makan.


" Ily, kok kamu ada disini? " tanya ku dengan akting kebingungan. Wah sepertinya aku pantas mendapatkan piala oskar untuk akting terbaik. Hehehehe


" Ngaak usah belagak bego. Jawab Zayn! " teriakan Ily kembali menggema seisi cafe.

__ADS_1


" Aku tau kamu udah pasti denger semuanya kan? Lagian, kamu pasti udah rencana mau ngikutin kami kan? Atau kamu yg kasi tau ke Esson kalo kami disini? Jawab! " serangan balik yg dilancarkan Zayn untuk Ily yg menyulut api amarah Denis.


" Hati-hati bicara lu! Gua yg ngajak Ily kesini! Ini nggak ada hubungan nya masalah lu sama kita disini. " sahut Denis setelah Zayn berhasil memancing amarah Denis.


" Waow sekarang udah ada sang panglima yg berdiri membela putri mahkota ya. Wah selamat putri mahkota Ily. Maaf kami mau melanjutkan makan siang dulu. Permisi dan mohon tinggalkan kami. " sambung Zayn dengan akting yg sangat bagus.


" Zayn, gimana dengan hubungan kita? Gimana dengan pernikahan kita? " tanya Ily dengan wajah memelas dan mulai terisak. Entah dia drama seperti kita atau tidak.


" Maaf tuan putri, janin itu bukan darah daging saya, jadi silahkan beri janin itu identitas yg akurat demi masa delan dia. Terima kasih, silahkan tinggalkan kami. " Sahut Zayn dengan ditimpali pengusiran secara halus.


Kami melanjutkan makan siang kami setelah Ily dan Denis meninggalkan kami dengan geram dan tersulut api amarah. Makanan kami pun menjadi dingin hingga membuat kami tak selera, bukan apa-apa, kami terpaksa melanjutkan makan siang karna tak ingin mubadzirkan rezeki..


¤¤¤¤


" Akting kalian the best lah. Cocok deh dapet peran utama. Tapi Rumi lebih cocok akting sama aku sih. Hehehe " puji Esson pada kami yg lalu dia menjilati kami


" Dasar gila hormat. Tapi maaf untuk sekarang andalah yg akan menjadi korban karna pemeran utama prianya ada dihadapan anda tuan. Hehehehe " sahut Zayn ditambahkan dengan mengejek Esson.


" Dasar duo maniak akting. Jadi artis sana! Kalo gitu ayo kita pulang, Aku capek nih. "


" Iya princess, mau bareng di mobil aku? " tawaran dari Esson.

__ADS_1


" Mohon maaf raja, princess tetap akan semobil dengan putra mahkota raja. Diharapkan untuk tidak bermimpi terlalu tinggi. " sahut Zayn


" Kalian bisa diem gak? Aku bawa mobil sendiri aja ya kalo gitu! Aku mau cepet-cepet pulabg, jadi gak usah pada ceramah. " protes ku


Aku kembali ke villa dengan posisi yg sama, aku kembali bersama Zayn, karna kami tak mau jika Denis dan Ily memergoki salah satu dari kami bersama Esson. Dan Esson pun mengiyakan nya.


Diperjalanan krmbali ke villa, aku sibuk bervideo call dengan Rey yg sangat merindukan ku. Zayn hanya melirik dari jok kemudi nya, melirik seperti aku ini ABG yg tumben jatuh cinta.


" Kamu udah makan siang Mi? " tanya Rey dari layar


" Udah kak, Kak Rey udah makan kan? " tanya ku balik.


" Udah sayang, aku istirahat dulu ya, capek banget. Lagian disini sekarang udah malem. " ucap Rey


" Ya udah, mandi dulu pake air hangat habis itu langsung istirahat ya. " ucap ku dengan memberi perhatian pada Rey


" Iya sayang, aku tutup ya, jangan nakal apalagi sama yg disebelah. "


" Iya kak. Bye, selamat tidur. "


" Bye, aku matiin ya Mi. "

__ADS_1


Aku hanya mengangguk tak bersuara lalu Rey memutuskan panggilan video kami. Zayn masih saja melirik ke arah ku yg membuat ku sedikit merasa risih.


__ADS_2