
Aku mencoba berfikir positif tentang foto itu tapi tak ku pungkiri, hati ku amat sakit melihat nya. Tapi tetap aku mencoba melupakan kejadian itu.
Sudah hampir 6 bulan, tak ada lg yg mengancam ku dan membuat ku ragu pada zayn.
Aku dan Zayn sama-sama sibuk di tahun ini. Aku sibuk dengan Resto baru ku di desa ibu dan ayah tinggal sejak mengadakan acara GO sebulan yg lalu tanpa Zayn.
Sesuai janji nya, 3 sahabat ku mengirim CV nya dan aku mempercayakan mereka bekerja di resto itu. Walau sudah lewat 1 bulan, resto itu selalu ramai karna pemandangan nya yg membuat pengunjung nyaman. Tak hanya itu kami juga menyuguhkan lebih banyak makanan tradisional.
Aku memantau resto itu dari rumah. Karna untuk sementara Anantha langsung yg mengelola nya selama kurang lebih 6 bulan kedepan. Tapi entah apa yg terjadi saat tiba-tiba ada chat dari Gio yg membuat ku bingung.
"Mi kamu dimana sekarang? Kamu bener cinta dan percaya sama zayn?" chat gio
"Iya Gi, dia itu suami ku pasti nya aku cinta dan percaya sama kak zayn." balas ku
"Tapi aku nggak yakin dia cinta sama kamu Mi."
"Maksud kamu Gi?" tanya ku
__ADS_1
Tapi tak ada balasan. Lama aku menunggu balasan Gio yg membuat ku geram dan terus saja 'test' kontak Gio.
"Gio tolong jangan buat aku geram!!" ancam ku
Gio tak membalas nya dengan tulisan, tapi dengan sebuah video obrolan Zayn dengan seorang perempuan 'Emily', Dia adalah emily aku tak pernah berkenalan dengan nya tapi aku banyak mencari informasi tentang dia. Video yg di kirim Gio amat membuat ku sakit hati. "
"Tapi bagaimana dia mendapatkan video
ini?"gumam ku tak terasa air mata ku jatuh.
Gio juga mengatakan mereka akan ke tempat, di resto ku tanpa di ketahui Zayn, 1 minggu lagi. Aku berencana akan ke resto itu nanti untuk melihat semua dengan mata kepela ku sendiri.
Aku melihat Zayn dan perempuan itu datang ke resto ku. Mereka bermesraan, dan saling menggenggam tangan. Zayn tak tahu aku disana, Aku bersembunyi untuk bisa mendengar apa yg mereka bicarakan berdua.
"Sayang kapan kamu akan menceraikan istri bodoh mu itu?" tanya Emily
"Sabar sayang akan ada saat kamu dan aku bahagia. Tapi kamu harus sabar agar bisa menonton film terbaik." jawab zayn sambil menggenggam tangan emily dan meyakinkan nya
__ADS_1
"Aku nggak sabar buat jadi istri kamu. Istri satu-satu nya untuk kamu Zayn." tutur emily
Sontak aku terkejut, berdiri dan menghadapi mereka. Tapi Gio menghadang bahu ku. Aku berbalik, Gio amat pun amat sedih dengan kejadian ini. Aku memeluk Gio dan menumpahkan air mata ku di dada nya. Tapi hanya mereka bertigalah yg tau tentang kejadian ini.
"Sabar, ini cobaan buat kamu. Jangan nangis lagi. Ada aku disini." hibur Gio
"Aku, kenapa aku nggak boleh bahagia Gi? Kenapa?"
Gio tak membalas dia hanya menyeka air mata ku dan meminta ku agar berhenti menangis.
"Aku akan menghadapi mereka Gi, aku nggak mau seperti ini terus. Aku bakal tunjukin kalo aku bisa tanpa zayn." aku menepis dan meninggalkan Gio penuh yakin dan mengahadapi Emily dan Zayn.
Sontak mereka terkejut, terutama Zayn yg bingung mengapa aku bisa ada di resto itu.
"Kenapa? kaget? Nggak usah kaget, Aku udah biasa liat pemandangan kaya gini."
Zayn bangun dan memegang tangan ku. Tapi aku menepis nya, Tangan kanan ku amat terasa ringan hingga melayangkan sebuah tamparan di pipi kanan Zayn.
__ADS_1
Emily terkejut, dan akan membalas tamparan itu. Tapi 1 tangan menghadang tamparannya.