Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Monster + Zayn


__ADS_3

" Sayang, kita harus cepat pergi dari sini. Denis berencana dan dia juga udah nyuruh anak buah nya nyulik kamu lagi" panik Rey di hadapan ku saat dia membaca pesan singkat dari adiknya itu dan bergegas menemui ku di kantor tanpa berfikir panjang.


" Dia cuma mau menggertak aja kok. Karna Denis akan lakukan apapun demi Ily." sahut ku


" Itulah maksud ku. Dia akan lakukan apapun demi Ily, walaupun Ily nggak menyuruhnya melakukan hal jahat. Kita pergi dulu, bawa barang-barang penting kamu. Nanti kita bakal ketemuan sama Esson dan bikin rencana matang. Oke" ajak Rey


" Baiklah sayang" aku merapihkan barang-barang penting dan mengikuti Rey yg akan membawaku menjauh beberapa hari ini.


Kami berdua menuju ke sebuah villa sederhana dengan nuansa primerose dan gold yg di bangun oleh Esson sejak dia membangun bisnis dan usaha pertama nya. " Indah " itulah kata yg tepat untuk tempat itu. Kami berjanji bertemu dengan Esson di villa itu, tetapi Rey sempat mengatakan bahwa kita akan membuat rencana yg matang disana. 'Kita?' Apa maksudnya aku juga termasuk didalamnya?


Kami melangkahkan kaki dan membawa tubuh kami masuk ke dalam villa romantis itu. Rey meninggalkan ku ke dapur untuk mengambil minuman dingin dan beberapa potong kue brownies dark coklat kesukaan ku.


Sudah 20 menit, mungkin lebih, kami menunggu Esson yg sudah sampai di villa. Membawa paperbag berwarna navy yg dijinjingnya. Selang beberapa langkah dia menghampiri kami dan mengeluarkan isi dari paperbag itu.


" Taraaaaaaaaaa... Ini buat kamu ipar ku cantik. " Ucap Esson sambil memberikan kotak yg ada di paperbag itu.


"Buka ajalah" Ucapnya lagi dengan senyum dan mengedip-ngedipkan mata nya.


Sebenarnya aku sedikit curiga dengan isi kotak itu. Aku melihat ke arah Rey, tapi Rey juga mempersilahkan ku membuka kota itu dengan tangan nya.


" Oke aku buka " kata ku dengan perasaan sedikit ragu. Tapi aku tak ingin membuat Esson tersinggung jika melihat ku sedikit enggan.

__ADS_1


'Kllaaakk'


tutup kotak itu ku angkat, saat itu juga aku menyipitkan mataku karena takut. Tapi yg aku lihat saat itu adalah 'sehelai tunik berwarna mustard yg berbahan kain monalisa kualitas terbaik' sangat nyaman. Saat aku keluarkan tunik itu dari kotak yg masih ku pegang dengan tangan kiri ku, aku mengangkat tunik itu dan.....


" Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh...... Ada monster. Ada monster.... " teriak ku kencang dan saat itu aku jingkrak-jingkrak diatas sofa karna terlalu terkesiap dan takut.


" Hahahahhahahaha " Rey dan Esson tampak sangat bahagia melihat ku seperti itu.


Aku sadar bahwa ini adalah lelucon Rey dan Esson. Aku menatap tajam ke arah mereka dan mereka langsung terdiam.


" Maaf sayang kita cuma mau bikin kamu rilex aja. " ucap Rey lirih yg di timpali anggukan Esson.


Aku mendekati Rey dengan pandangan tajam, tiba-tiba di dwpan wajah kami ada sebuah benda..


Aku berlari keseluruh ruangan itu, aku sangat ketakutan, ketakutan dengan banyak nya permen Marshmellow yg berserakkan dimana-mana.


Mungkin yg kalian kira adalah semacam hewan kecil yg menggelikan. Tapi itulah sebuah phobia, bahkan Marshmellow yg imut pun bisa sangat menakutkan.


Esson masih saja mengejar ku dan menakuti ku dengan marshmellow nya hingga membuat ku menangis. Rey tertawa terbahak hingga meneteskan air mata nya karna melihat ku seperti anak kecil. Dia menghampiri ku dan menggendongku, membawa ku ke sofa walau masih ada beberapa Marshmellow yg sangat menggelikan itu.


" Son, udah! Aku sampe nangis ni nahan tawa. Hahahha. Ipar mu sampe bengkak ni mata nya nangis. Hahaha" ledek Rey dengan tawa nya

__ADS_1


" Baiklah, dasar ipar aneh. Sama makanan imut begini aja takut. Waaaaaa " sahut Esson dengan jailnya yg melemparkan Marshmellow ke wajah ku.


" Aaaaaaahhhhhhhh jangan deketin aku. Monster. Jangan. Jangan. " Tangisku pecah lagi dan terkesiap saat Esson melempari sebiji Marshmellow


" Ampuni aku!! Huu huuu huuu " sambungku


Mereka berdua tetawa hingga menangis karna tingkah ku yg menurut mereka aneh itu.


Rey mengusap-usap rambutku, dengan aku yg masih duduk dipangkuan nya dan menyembunyikan wajah ku yg sedang menangis di dadanya.


' Kraaakkk '


suara gagang pintu yg di tekan, seketika membuyarkan candaan kami tentang Monster Marshmellow. Kami pun menoleh ke arah pintu dan melihat siapa yg datang.


" Zayn " ucap ku berbarengan dengan Rey dan penuh dengan pertanyaan difikiran kami yg kenapa pada saat itu Zayn datang.


Zayn melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam ruangan tempat kami bertiga bercanda. Dia tersenyum tenang menatap kami satu persatu. Tapi saat itu Rey mengambil alih dan bertanya kepada Adik nya dengan rasa sedikit kesal.


"Kenapa dia disini Son? Rencana jahat apa yg mau dia praktekkan disini?!" tanya Rey


"Bukan Rey. Zayn yg bakal bantu kita buat ngelawan Denis. Karna Ily sangat mencintai Zayn, dan Denis mencintai Ily, maka nya aku minta bantuan Zayn." sahut Esson dengan enteng nya

__ADS_1


"Jadi dia ini batu loncatan? Pantaslah! Asal dia gak macem-macem ke Rumi ku, aku bakal bersikap normal." sambung Rey lagi di tambah dengan ancaman.


" Tenang aja. Aku gak bakal macem-macem. Jadi tolong kerja sama nya." Sahut Zayn yg membuat Rey diam dan tersenyum kecut.


__ADS_2