Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Bangkit dan Bahagia


__ADS_3

Kami melepaskan pelukan. Gio menarik tangan ku dan mengajak ku ke ruangan ku. Kami duduk di sofa. Hanya aku dan Gio.


"Ada apa Gi?" tanya ku


"Mi, jangan ada yg kamu sembunyika dari aku. Aku ingin kamu bisa berbagi dengan ku, aku tau aku tak lebih dari sahabat mu. Jadi ceritalah."


"Aku nggak mau bercerita ini itu lagi. Aku udah cukup puas. Aku puas karna aku bisa bangkin dari semua injakan yg mereka berikan. Aku akan buktikan bahwa tak semudah membalikkan tangan untuk membuat ku jatuh." tekad ku


"Aku yakin kamu akan bahagia Mi. Aku yakin."


Aku dan Gio berpelukan sekejap, kami melepaskan pelukan dan saling bertatap mata. Mata Gio tanpa dibalut alat pembantu pengelihatan nya, aku melihat semua ketulusan yg ada di mata nya. Aku sangan bahagia dia selalu ada di sisi ku walalu aku tak pernah memberi nya kesempatan mengisi hati ku dari sebelum aku menikah dengan Zayn.


Tapi entah kenapa, sejak menatap mata Gio jantung ku berdetak hebat. Aku juga merasa sangat nyaman bila ada di dekat nya.


"Mi aku ingin kamu bangkit dan bahagia seperti dulu lagi." pinta Gio


Aku hanya menganggukan kepala ku dan Gio kembali memeluk ku.


¤¤¤¤


Zayn dan Emily


"Sayang kamu udah berminggu-minggu tanpa dia, kenapa nggak kamu ceraikan aja sih?" rengek Emily


"Aku belum bisa, karna aku masih ingin lihat menderita lagi untuk mencapai kebahagiaan kita." jawab zayn

__ADS_1


"Aku heran sama kamu, kenapa kamu bisa sebenci ini sama Janda itu?." tanya Emily


"Karna dia yg di jodohin sama aku bukan kamu, jado aku harus buat dia perlahan-lahan pergi dan menghilang kaya angin." jawab zayn


"Janji kan zayn kamu akan ninggalin janda itu dan jadi milikku selamanya. Hanya aku kan?"


"Iya, tapi kamu harus sabar." jawab zayn sambil menarik hidung emily


"Bbrrruuuusshhhhh"


Sebuah siraman mendarat di wajah Emily. Zayn terkejut dan marah.


"Bunda!!!" bentak zayn


"Apa? Kamu mau belain dia? Perempuan jalan kaya dia nggak pantes kamu belain."


"Kenapa? kamu takut bunda bikin perempuan jalang ini malu? Dia pantas malu dan harus malu karna merebut suamin orang. SUAMI ORANG!!" Geram hunda dengan penuh penekanan


"Tante saya nggak pernah merebut zayn dari istri nya, tapi dia yg ngambil zayn dari saya." lirih Emily dan menangis


"DIAM!!! Saya tidak sudi kamu menghina menantu saya. Dan lagi jangan pernah kamu berharap akan memiliki Zayn sepenuh nya. Saya adalah tantangan mu!!! Camkan!!! Dan kamu zayn, bunda tunggu di rumah SEKARANG!!" perintah bunda.


Bunda berlalu meninggalkan Emily dan Zayn yg dikelilingi banyak mata dan cibiran orang sekitar yg mendengar pembicaraan mereka dari awal.


"Cantik-cantik kok pelakor. Apa sih bagus nya dia?" kata seseorang

__ADS_1


"Duh kaya nggak ada cowok lain aja" sahut yg lain


"Duh nggak laku ya sampe rebut suami orang?" sahut yg lain lagi


"Menjijikan" sambung yg lain.


Emily hanya menundukkan kepala nya. Zayn meraih nya dan membawa nya ke mobil.


"Pelakor di belain." sambung yg lain


Zayn diam karna mereka semua melihat dan mendengar dari awal. Tapi zayn juga merasa marah kepada bunda nya.


Zayn melajukan mobil nya dan mengantar Emily kembali ke rumah nya. Seterusnya dia pulang menemui bunda nya.


"Akhir nya kamu tau jalan pulang!" sindir bunda


"Bun kenapa bunda keterlaluan hah?!" bentak zayn


"Udah berani ya bentak bunda? Siapa yg kamu pilih hah?! Aku tak pernah mendidik mu seperti ini. Sejak kamu kenal Emily, kamu berubah. Melupakan apa yg pernah bunda berikan ke kamu. Apa ini balasan nya hah?!"


"Apa maksud bunda? Aku juga pantas bahagia bun, aku berhak memilih jalan ku sendiri." tungkas zayn


"Kalo kamu memilih, kenapa kamu baru memilih jalan ini sekarang hah?! Kenapa kamu terima perjodohan ini? Apa kamu nggak merasa menyakiti hati orang? Nggak hanya Rumi yg kamu sakitin, tapi kami juga. Kami semua yg sayang sama kamu............." bunda diam sejenak menyeka air mata nya yg sudah sejak tadi mengalir diwajah nya.


"Bunda kecewa sama kamu Zayn, bunda sangat kecewa." tutur bunda lalu meninggalkan zayn sendiri di ruang tamu yg masih berdiri menatap bunda yg naik ketangga menuju kamar nya.

__ADS_1


"Sial!!!" umpat zayn yg frustasi dengan kejadian ini.


"Aku nggak akan bikin kamu bahagia Arumi. Nggak akan pernah!!!" gumam zayn lirih diatas kemarahan nya


__ADS_2