Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Setelah Sah


__ADS_3

Hari pernikahan dan gemerlap kembang api baru saja berlalu. Kami semua menikmati kebahagiaan ini. Saat semua sedang tertuju pada keindahan bunga malam, Zayn menarik ku dekat dan memeluk ku. Tangan kanan nya memeluk pinggang ku, tangan kiri nya memegang dagu ku dan menariknya. Sekilas dia memberi ku kecupan agar aku tak kesiap. Kami bertatapan mesra dan melanjutkan kecupan itu dan mengubah nya menjadi ciuman bahagia.


Zayn menjauh kan bibir nya dan kami kembali menikmati indah nya bunga api itu.


Tamu-tamu berhamburan pamit dah mengucapkan kata bahagia saat acara telah selesai. Kami semua pun balik ke kamar hotel masing-masing. Aku dan zayn masuk kami dan rasa nya canggung sekali. Aku melepas semua pernak-pernik pernikahan, mengambil kimono tidur dan mengganti gaun ku. Zayn melihat ku sedang kesusahan membuka resleting gaun ku dan zayn membantunya.


"Sini aku bantu, kamu nggak usah malu minta bantuan ku, kita ini udah nikah sayang." tutur zayn yg membelai telinga ku dengan 1 jari nya.


Aku mengangguk geli karna belaian zayn.


"Kak Zayn kamu jangan gitu, aku risih."


"Nikmati aja, kita ini udah sah kan?" zayn memperluas belaian nya.

__ADS_1


Perlahan mengecup telinga ku lalu turun ke leher ku. Dan itu tak bisa membuat ku menahan erangan ku.


"Aahhh kak zayn tolong... aahhh heemm tolong berhenti aaahhhhhh." erang ku


"Nikmati aja sayang." Zayn memperluas kecupan nya dan mengalun-alun kan tangan nya dan meraih semua sisi sensitif ku. Tangan Zayn berlabuh di pundak ku, menurunkan gaun ku yg akan ku ganti. Lalu menjalar lagi kearea intim. Mengelus dan *** 2 buah bukit, dan mencium nya dengan nafsu yg berkobar.


"Aaahhhh kak zayn hheeemmm aaahhhh hentikan kak aahhhkk" erangan ku yg membuat nya semakin gila.


Zayn tau aku seorang janda. Tapi aku tak pernah membiarkan orang memandang rendah diriku karna status dan kelakuan ku. Aku bersyukur karna aku tak 'nakal' karna status ku. Itu membuat zayn merasa kalau aku akan merasakan sakit saat memulai nya walau tak seperti kesakitan saat mulai membobol pertahanan saat pertama kali.


'Clleepp' akhir nya senjata zayn terbenam di sebuah gua walau belum masuk sempurna saat setelah puas melakukan foreplay . Aku mengerang hebat karna sakit. Tapi zayn memaju mundur kan senjata nya dwngan lembut.


"Mendesah lah, karna desahan mu akan mengurangi sakit mu. Aaahhhh Rumi, aku sangat mencintai mu, aku sangat tergila-gila dengan mu malam ini. Mendesahlah, sebut nama ku sayang." bisik zayn yg menambah nikmat erangan ku.

__ADS_1


"Aaahhhkkk Zayn Aaaahhh hheeemm Zayn. Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Aaahhh" erangku


Zayn melumat habis bibir ku, turun ke leher lalu ke bukit kembar ku. Melumat dan menghisap nya dengan ganas. Zayn mengggigit area bukit kembar dan leher ku memberi tanda kissmark yg menjadi bukti aku milik zayn.


Kami melanjutkan perang kami hingga mencapai klimaks. Kira-kira sudah 1 jam 35 menitan kami bergulat dan klimaks bersama.


"I'm coming sayang aaahhhh aahhh hemmm." lirih zayn setelah mengguncang ku dengan kecepatan tinggi nya.


"Aaahhh kak zayn" klimaks ku dan menjambak kasar rambut zayn saat merasakan nikmat.


Senjata zayn masih terbenam tapi aku dan zayn kembali berlumat bibir dengan ganas.


Kami melanjutkan suasana tegang dan panas itu. Entah sudah berapa kali kami melakukan nya.

__ADS_1


__ADS_2