Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Ancaman kedua dan kemunculan Emily


__ADS_3

Sudah hampir 2 tahin kami menjalani rumah tangga, kami amat bahagia. Tapi terkadang aku merasa sepi kara kami belum di karuniai anak karna zayn yg tak ingin buru-buru. Para orang tua pun tak sabar ingin memperebutkan cucu mereka nanti. Tapi aku pun tak bisa memaksa zayn.


Hari-hari kami lalui bersama. Menjalan kan rutinitas kami dan pekerjaan kami.


Saat suatu hari aku mendapat sebuah pesan Whatsapps dari 1 nomor.


"Rumi." isi chat itu


"Iya Gi ada apa?" tanya ku


"Gimana kabar mu? Kenapa nggak pernah mampir?"


"Maaf Gi, aku sangat sibuk karna akan ada beberapa GO resto nanti." jawab ku


"Wah selamat ya Mi semoga kamu semakin sukses. Apa kamu nggak ingin buka resto disini? Karna kami bertiga yg akan ngelamar duluan."


"Hahahha iya mudah-mudahan terwujud dalam waktu dekat ya, karna udah ada rencana nya."

__ADS_1


"Kami tunggu ya, semoga kamu disana selalu sehat. Aamiin. Kami menyayangi mu Mi."


"Iya Gi makasih banyak kalian bertiga selalu mendukung ku. Tolong sampaikan kangen ku sama Ani dan Arka. Makasih Gi."


"Oke" jawab Gio saat mengakhiri Chat kami.


Saat makan siang aku ingin sekali mencicipi donnut terkenal yg melegenda. Aku bergegas menuju mobil dan melajukan nya.


Saat sampai aku membeli setengah lusin donnut berbagai topping karna aku ingin membawa nya ke kantor zayn untuk makan bersama. Entah saat aku berbalik badan ada seorang perempuan cantik dengan tubuh yg indah menabrak ku.


"Maaf mbak, saya nggak sengaja. Maaf banget" tutur perempuan itu dan membantu ku bangkit


"Iya nggak apa, lain kali hati-hati ya mbak." jawab ku sopan. Dia hanya mengangguk dan berlalu ke sebuah meja dan sudah di nanti oleh seorang pria yg sangat familiar bagi ku.


Aku membuka pintu mobil, dan tak sengaja berpaling ke arah perempuan itu dan melihat nya dengan kaget.


"Kak zayn dengan cewek itu?" gumam ku bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ah mungkin ada urusan kerja, aku nggak boleh negatif thinking" lanjut ku


Aku masuk ke mobil dan melajukan nya ke kantor. Aku mengirimkan pesan singkat pada zayn dan meminta agar ke kantor ku.


"Baiklah tunggu sebentar aku akan jalan" balas zayn.


Selang beberapa menit dia datang. Kami makan siang bersama. Lalu zayn kembali ke kantornya.


Anantha datang ke ruangan ku, mengetuk pintu dan aku menyuruhnya masuk.


"Maaf bu, ini ada surat tapi nggak ada alamat nya." tutur nya saat memberikan surat.


Aku mengambil nya dan Anantha permisi kembali ke ruangan nya.


Aku membuka amplop dan mengeluarkan isi nya. Aku hampir hilang kendali saat melihat apa isi amplop itu. sebuah foto, foto zayn mencium bibir seorang perempuan cantik.


Sakit hati yg kurasakan amat sakit, tapi aku melihat lagi foto itu dan merasa bahwa aku pernah melihat perempuan itu walau tak nampak sempurna wajah nya di foto itu.

__ADS_1


__ADS_2