Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Resto


__ADS_3

Kini aku sudah berada di kota D sejak 9 hari yg lalu ketika acara amal sudah berakhir. Banyak hal positif dan bahagia ku dapat kan. Berbagi cinta kasih dengan anak-anak yayasan, bertemu banyak teman dan rekan bisnis. Dan yg paling membuat ku penasaran adalah sepasang mata hazzel itu 'Esson'.


Pagi ini aku melakukan rutinitas pagi ku seperti biasa, tapi hari ini lebih pagi karna sesuai permintaan Esson yg akan mengadakan acara di resto ku yg berada di desa B.


Banyak persiapan yg kami lakukan setelah Esson melakukan reservasi mendadak sesuai perkataan nya kemarin.


Aku mempercayakan acara ini kepada sahabat yg sangat peduli dan sayang pada ku, Gio. Karna dia adalah orang yg sangan teliti dalam bekerja. Apa lagi ini adalah acara Esson yg banyak di datangi oleh teman-teman bisnis nya.


Aku melajukan kendaraan ku sembari mendengar sebuah lagu dari stasiun radio terkenal di Bali. Lagu yg sangat membuat ku semangat.


****


Akhir nya. Aku Sampai di resto sekitar jam 7. 23 menit. Karna acara nya akan di mulai jam 10 pagi ini, aku juga membantu para kru untuk mempercepat pekerjaan.


Sesuain harapan, akhir nya semua beres sebelum jam 10. Esson sudah datang, dia menyapa ku senang akan hasil yg kru kami suguhkan. Dan aku amat lebih berterima kasih pada Gio dengan ide bagus nya.


Tamu Esson datang satu persatu. Esson meminta ku dan Gio menyambut dan melayani tamu nya.


"Wah resto ini sangat nyaman. Esson emang pinter kalo masalah kaya gini." tutur seorang tamu kepada teman nya


"Iya, pelayanan nya juga oke kok" sahut yg lain.

__ADS_1


Aku amat bersyukur dengan semua pujian yg di berikan Tuhan melalui mereka.


"Mi ikut aku bentar yuk." ajak esson


Aku melajukan kaki ku karna esson menarik tangan ku, saat itu juga aku melihat tatapan tak suka yg di berikan langsung oleh Gio


"Temen-temen, kenalin ini Arumi. Pemilik.resto ini dan putri dari Om latif." celoteh esson


Mereka menyapa ku dengan ramah, bahkan tak segan mengajak ku gabung, tapi ini adalah acara pribadi esson bersama teman-teman nya, jadi aku menolak nya secara halus


Esson bilang bahwa belum semua teman-teman nya datang. Detik itu lah ada seorang lelaki datang dan masuk. Dengan lincah ia mengajak ku menyambut teman nya itu.


"Zayn!!"


"Arumi!!"


Esson membelalakkan matanya melihat kami yg sudah tahu nama masing-masing. Entah pura-pura tak mengetahui kisah ku atau memang yg sebenar nya dia tidak tahu.


"Kalian udah saling kenal nih? Wah bagus dong." senang esson saat mengatakan hal itu


"Bukan kenal lagi, bahkan kita sudah saling angkat senjata sekarang" jawab zayn dengan sombong yg membuat esson nampak kebingungan dan aku hanya membungkamkan bibir ku.

__ADS_1


Seketika dari belakang Gio menarik tangan ku dan menyeret ku menghindari Zayn karna Gio tak ingin melihat ku sakit seperti dulu.


****


"Kamu kenal Arumi udah lama zayn?" tanya esson


"Iya. Dia janda yg dulu di jodohin ke aku. Dan saat ini kita lagi berperang." jawab nya sombong


"Dia janda yg perna kamu ceritain dulu?" tanya esson mengingat zayn pernah menceritakan kejadian kita saat dia masih di L.A


"Kamu kok bisa kenal janda itu?" tanya zayn balik


"Ouh iya kemaren kan om latif undang aku ke acara amal nya Arumi, disana aku kenal." sahut esson


"Awas jangan sampe kamu suka sama dia. Atau kamu akan hilang kendali nanti." hasut zayn pada esson


"Maksud kamu apa coba, dan aku lihat dia baik kok. Kamu nya aja yg sok ganteng." ejek esson


"Ah udah, jangan kamu bahas-bahas dia." zayn berlalu meninggalkan tempat berdiri nya dah di ikuti esson karna acara nya akan di mulai.


Yg membuat ku bingung saat itu, *kenapa Emily tak menimpali Zayn? Apa mereka sudah bubar?*

__ADS_1


__ADS_2