
" Kak Rey, kenapa kamu tertarik jadi dokter kandungan?" tanya ku lagi
Rey hanya diam, berfikir dan berdiri berjalan kearah tas nya. Mengambil sebuah benda dan memberikan nya kepada ku.
" Karna sebuah foto? " tanya ku dengan penuh keheranan.
" Apa hubungan nya dengan foto cewek ini kak? Apa dia spesial? " tanya ku lagi
Rey menghela nafas dan duduk disebelah ku.
" Iya sayang, dia dulu sangat spesial. Banyak kenangan indah kami yg bahkan dulu membuat ku enggan untuk mencapai puncak. Tapi sesuatu terjadi, saat itu aku terpukul, aku nggak terima takdir yg berjalan bahkan aku marah dengan Tuhan yg nggak adil pada ku. Perasaan ku saat itu nggak bisa diungkap lagi. Cinta ku hancur bersama kepergian nya. " curhat singkat Rey, aku melihat buliran bening jatuh membasahi kulit wajah nya.
Aku menghampiri Rey, memeluknya, mencoba merasakan kekecewaan nya. Mungkin dialah yg membuat nya bangkit seperti ini. Mungkin juga dialah yg membuat nya dingin.
" Kak, kamu masih mencintainya? " tanya ku lagi dengan lirih merendah.
" Nggak!!! Sekalipun dia memohon. Sekarang aku kan punya kamu sayang. " Jawab Rey dengan keras, dirambah senyuman lebar di bibirnya dan candaan menarik hidung ku yg membuat ku yakin kalau dia memang sudah mulai melupakan perempuan itu.
¤¤¤¤
Sudah pukul 7 malam, aku sudah selesai bergelut dengan dapur. Kali ini Rey tak membantuku karena dia sedang melakukan rapat video bersama para staff nya. Makanan sudah tertata rapih di atas meja.
Aku menggantung celemek ku, menaiki tangga untuk memanggil para penghuni villa karena alarm perut sudah berbunyi. Aku mulai dari kamar Rey, Esson dan Zayn, sedikit ragu sebelum melayangkan ketukan di pintu kamar Zayn. Lalu ku beranikan, walau bagaimana pu Esson meminta bantuan nya.
'tok tok tok'
Zayn membuka pintuk kamar nya.
" Waktu nya makan. Ayo turun. " kata ku tanpa berani menatap mata nya.
__ADS_1
" Iya, makasih. " jawab Zayn ditambah dengan senyuman lembut nya yg memang selalu ku rindukan saat pertama kami bertemu.
Aku membalikkan badan dan mendahului nya berjalan turun menuju keruang makan. Kami duduk berempat, menikmati makanan yg sudah tersedia.
" Waow, kaya nya enak nih. Seenak punya Rey kah? " ejek Esson yg terdiam kaku saat di pelototi oleh kakak kandung nya.
" Ya Sudahlah, ayo makan. Jangan daling pandang. " tungkas ku. Kami melanjutkan makan malam kami bersama.
¤¤¤¤
" Besok kita udah mulai, dan tolong kita jalankan peran kita masing-masing dengan serius. " ucap Esson membuka percakapan
" Tapi, kita butuh pengorbanan pulang pergi ke sini. Dan beerapa hari ini kita akan berperan tanpa Rey, karna ada sesuatu yg mendesak di perusahaan. " sambung Esson lagi
" Tapi aku minta kamu jangan melakukan hal aneh ke Arumi selagi aku gak disisi nya." Sekak Rey saat Esson ingin menyambung kata-kata nya lagi
" Oke oke, besok kita akan mulai, dan kali ini kita bisa istirahat lebih awal. Selamat malam. " ucap Esson pamit dengan perkataan yg baku.
Kami pergi ke tujuan masing-masing. Aku membantu Rey merapihkan barang-barang penting nya.
Koper sudah bersedia dibawa. Tapi aku melihat ketegangan di raut wajah Rey. Aku berusaha menenangkan nya. Mengingatkan karna dia akan ada perjalanan sendiri ke bandara,
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Jangan terlalu terbebani, kamu nyetir sendiri kak. Jangan buat aku khawatir. "
" Apa perlu aku antar? " sambung ku lagi
" Jangan sayang, bandara kan jauh dari sini. Ini juga udah malem. Nanti kamu balik nya kemaleman. " bantah Rey dan mencoba menenangkan ku.
" Apa aku mibta Esaon aja yg anter kamu?"
__ADS_1
" No. No. No. Aku nggak mau kamu berduaan di villa sama mantan kamu itu. " jawab Rey cepat dan membuat ku terkekeh.
" Janji ya ke aku, jangan ngebut, harus tenang, harus konsen. Ada Esson yg jagain aku disini. " kata ku
" Tapi kamu juga harus janji jangan macem-macem sama cowok lain sekalipun Esson. Kan kamu tau sendiri dia juga suka sama kamu. Apa lagi kamu sampe macem-macem sama mantan kamu itu." protes Rey dan aku tertawa, menganggukkan kepala untuk menyahuti nya.
Aku mengantar Rey ke mobil nya. Dia pamit dengan Esaon sebelum nya dan memintanya untuk menjaga ku.
Dia sudah melajukan pergi mobil nya itu, lalu aku masuk kembali ke villa dan ke kamar ku.
¤¤¤¤
Aku mengerjapkan mata ku karena biasan cakrawal pagi menyentuh kamar ku. Bergegas mandi dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan..
Aku rasa aku sedikit terlambat, saat turun ke lantai dasar aku dan Zayn berpapasan dan saling melempar pandang.
Zayn tersenyum padaku dan aku hanya membalas nya singkat karna terburu-buru akan memasak.
" Mungkin dia mau jogging " gumam ku dalam hati saat melihat pakaian yg di kenakan nya saat membuka pintu utama villa. Dan aku pun melanjutkan perang ku di dapur.
Sarapan sudah siap, Esson sudah turun dari kamar nya karena mencium bau kopi yg nikmat hingga ke kamar nya. Saat itu juga Zayn datang membuka pintu sepulang belari lagi. Aku meminta nya mandi lalu sarapan bersama.
Esson menuangkan kopi ke cup milik nya. dia juga meminta ku mengambilkan sesisir roti tawar dengan selai kacang coklat yg enak.
Zayn sudah kembali dari membersihkan badang nya, dia duduk di seberang kursi ku. Esson meminta ku menuangkan kopi untuknya. Tapi aku menolak dan pergi ke dapur untuk membuatkan kopi hitam sedikit gula kesukaan Zayn. Aku meletakkan nya di meja makan Zayn dan kembali duduk ke kursi makan ku.
" Masih inget aja kesukaan sang mantan " ledek Esson padaku yg membuat Zayn terkekeh.
" Mungkin kesukaan ku dia nggak lupa, tapi yg dia lupa adalah orang nya. " sahut Zayn yg bercanda dengan Esson yg membuat ku terkejut dengan kalimat terakhirnya.
__ADS_1