Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Terakhir


__ADS_3

Tap tap tap


langkah kaki Zayn memasuki ruang tv bersama tubuhnya.


" Enak nya kalian berdua. Bagi dong. " ucap Zayn. Aku dan Esson seketika saling menatap dan menerka-terka apa Zayn mendengar apa yg kami bicarakan?


" Apaan sih? Mau minta cemilan aja pake saling tatap. Kalo nggak mau ngasi ya bilang aja! " sahut nya ketus


" Bo-boleh kok kak. Ini ambil. " sahut ku gagap ketangkap basah dengan Esson sedang memikirkan Zayn.


" Biasa aja lah kalian. Aku ini orabg Bali tulen, bukan kanibal zaman purba. Jadi nggak doyan lah makan manusia kaya kalian. Kalo makan cinta, aku sih masih nunggu. Hahaha " guyonan Zayn dan tawa nya yg lepas membuat kami berdua menyengritkan dahi.


" Oh ya, baerapa lama lagi kita harus Akting? " sambung Zayn dengan menatap Esson


" Terakhir sesuai rencananya adalah kamu ngelamar si janda manis ini di depan temen-temen kita. Tapi aku udah minta tolong biar mereka jaga rahasia. " sahut Esson


" Oke terserah kalian, yg penting jangan kelamaan. Aku capek jadi orang jahat. " protes ku


" Ya aku sih ngarep nya kita bisa akting lama-lama. Sambil mengenang masa lalu kita. " sahut Zayn.


" Uuweeeekkkk. Jijik aku denger gombalan mu. " ledek Esson dan aku pun tertawa lepas.


¤¤¤¤¤


Hari berlalu menuju hari selanjutnya dan kembali ke awal hari berikutnya. Dan hari ini adalah titik awal rencana untuk Ily dan Denis bersatu. Denis harap-harap cemas sudah menyerah walau kadang terpaksa memenuhi keinginan yg tak masuk akal dari Ily.


Intinya saat ini kami sudah bersiap mengadakan pesta lamaran palsu untuk menipu mereka, dan hari inilah hari kembali nya Rey dari Paris setelah dua minggu meninggalkan Indonesia khususnya aku.


Puncak rencana sudah di tetapkan di suatu taman yg ramai dan tepat di lakukan pukul 9 malam yg menunggu kurang dari satu jam mendatang.

__ADS_1


para teman-teman kuliah Esson dan Zayn sudah berkumpul di taman itu termasuk Ily dan Denis. Tapi mereka berdua tak tahu bahwa ini adalah surprise palsu dari kami.


Detik terakhir aku datang sendiri mengendarai mobil ku. Menuruni mobil yg diawali dengan kaki kanan ku lalu di lanjutkan oleh kaki kiriku dengan sepasang sepatu flat shoes yg elegan mewah yg aku dan Zayn membeli nya bersama-sama. Tubuh yg dibalut dress selutut dengan warna cokelat susu ditambah payet seperti mutiara dibagian rok dress.


Semua mata memandang bahkan dari kejauhan sekalipun. Aku merasa pipiku sudah seperti tomat karna tersipu malu akan pujian orang-orang di sana. Zayn menghampiriku, menawarkan tangan kanan nya untuk menuntunku berjalan dan mendudukkan ku di bangku besi taman itu.


" Temen-temen semua, kenalin ini Arumi, pacar ku. " ucap Zayn memperkenalkan ku pada teman-teman kuliah nya yg sama sekali tak tahu kalau kami pernah menikah sebelumnya. Dan aku hanya menganggukkan sekali kepala ku dengan sopan ditambah senyuman yg tak ku buat-buat.


" Sebelum kalian semua pulang dengan acara masing-masing, aku berterima kasih pada kalian yg udah datang kesini spesial buat aku. Maaf aku nggak akan basa basi lagi.


Heemmmm............, Arumi, maukah kamu jadi istri aku? " ucap Zayn dengan membuka sebuah kotak dihadapan ku.


Aku celingukan kanan kiri lalu Esson mengawali suara teman-temannya,


" Terima. Terima. Terima........ " dengan meriah dan tepuk tangan


" Heemmmm, kalo aku nolak gimana? " tanya ku dengan maksud main-main


" Apa kamu nggak bisa liat kesungguhan ku? " tanya Zayn balik


Aku diam sejenak menatap dalam mata hitam pekat milik Zayn. Lalu aku mengambil cincin didalam kotak perhiasan itu.


Semua bersorak senang kecuali Ily dan Denis, Denis sudah tak bisa berkata apapun lagi. Tapi Ily datang menghampiri kami dan mengucapkan selamat.


" Selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia dan PLAAKKK..... " suara tamparan keras mendarat dipipi Zayn, hingga aku menutup mataku saat mendengar suaranya.


" Tega kamu Zayn, aku lagi hamil anak kamu, kamu malah ngelamar janda ini. " bentak Ily sambil menangis tersedu.


Denis hanya menatap miris perempuan yg dia cintai akan melahirkan anaknya tanpa dirinya diakui sebagai ayah biologis janin itu.

__ADS_1


" Hamil? Apa kamu nggak salah sebut? Apa perlu aku tunjukin sama semua orang yg ada disini tentang rencana penjebakan kamu sama Denis? Apa kamu inget, apa yg kamu janjiin buat Denis sebagai upahnya? Apa perlu aku ingetin? " Bentak Zayn pada Ily hingga melototkan mata Denis dan Ily


" Kenapa diem? Kamu mau lihat sendiri buktinya? Denis, lu sahabat gua yg lebih lama gua kenal di banding Esson dan psikopat ini. Kenapa lu bodoh hah? Lu anggap gua siapa? Gua saranin lu cari perempuan yg lebih baik, nikah dan punya anak secara terhormat dan lebih penting lagi lu di akuin sebagai ayah. " sambut Zayn


Denis tersentak mendengar semua perkataan Zayn, hingga membuatnya sedikit sadar dengan apa sudah dia lakukan selama ini demi Ily tapi tetap saja Ily tak mau menikah dengannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon maaf sebelum nya. Bukan maksud apa-apa dari Incess yg lama update nya karna Incess sakit dan Incess juga nggak mau adal nulis, takut nanti alur nya nggak sesuai cerita jadi nggak menarik. Sekali lagi maaf.

__ADS_1


__ADS_2